Tarsius, Satwa Mungil dan Romantis dari Sulawesi

Bandung - TemanBaik, di Pulau Sulawesi ada satu satwa endemik berukuran mini. Satwa tersebut bernama tarsius. Besar tubuhnya tak lebih dari genggaman tangan orang dewasa.

Sebagai gambaran, tarsius jantan memiliki lingkar kepala sekitar 85 milimeter dan panjang tubuh tak lebih dari 160 milimeter. Namun, ekornya bisa mencapai 135-275 milimeter atau hampir dua kali lipat dari panjang tubuhnya.

Dilansir di laman Indonesia.go.id, selain tubuhnya yang mungil, tarsisus punya beragam keunikan lainnya. Simak ulasannya, yuk!

Habitat
Sulawesi sendiri merupakan surga bagi tarsius. Di sana ada 11 jenis tarsius, di antaranya tarsius tarsier, tarsius fucus, dan tarsius sangirensis. Habitat tarsius ada di antara pepohonan besar di tengah hutan rimba. Oleh warga setempat, tarsius ini disebut tangkasi.

Salah satu wilayah yang didiami banyak tarsius adalah di kawasan biosfer Cagar Alam Tangkoko Batuangus, Kecamatan Bitung Utara, Kota Bitung, Sulawesi Utara. Salah satu yang terbanyak hidup di area seluas 8.745 hektare itu adalah tarsius tarsier atau dikenal juga dengan sebutan tarsius spectrum.

Tarsius juga mudah ditemui di Suaka Margasatwa Tandurusa di Aer Tembaga yang lokasinya masih di kawasan Bitung. Untuk menuju ke sini, butuh perjalanan sekitar tiga jam dari Kota Manado.

Hewan Nokturnal
Tarsius sendiri merpakan satwa nokturnal alias aktif pada malam hari. Biasanya, mereka akan mulai beraktivitas dan keluar dari sarangnya di pohon pada sore hari. Mereka akan menjelajah di wilayah yang biasa dilaluinya.

Mereka akan berkegiatan sepanjang malam dan bakal kembali ke sarangnya menjelang pagi. Salah satunya, tarsius jantan dan betina akan mengeluarkan suara bersahut-sahutan yang biasa disebut duet call.

Namun, pagi hingga siang, tarsius akan menjadi lebih pasif. Mereka akan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur atau bersembunyi. Yang unik dari tarsius ini, mereka akan tidur dengan cara menempel di dahan pohon.

Baca Ini Juga Yuk: #AksiBaik, Berbagi Kebahagiaan dengan Serabi Bayar Seiklhasnya

Ada lagi loh yang lebih unik, tarsius bisa memejamkan sebelah mata saja saat tertidur, sedangkan sebelah mata lagi terbuka. Mata tarsius sendiri tergolong besar dan bercahaya. Namun, mata tarsisus tidak memiliki pemantul cahaya atau tapetum lucidum seperti hewan nokturnal lainnya.

Apa sih tapetum lucidum? Tapetum lucidum adalah lapisan yang terletak tepat di belakang retina atau pada beberapa spesies terletak di dalam retina. Lapisan ini merefleksikan cahaya yang masuk ke dalam sel fotoreseptor.

Namun, dengan kondisi mata seperti itu, mata tarsius justru punya kemampuan melihat yang tajam dalam kondisi gelap. Mata tarsius sendiri adalah organ terbesar dibanding organ kepala lainnya. Diameter bola matar tarsius sekitar 16 milimeter.

Keunikan dari tarsius lainnya adalah kemampuannya memutar kepala hingga 180 derajat ke arah manapun. Ini biasa dilakukan untuk melihat mangsanya.

Untuk berkomunikasi di antara anggota kelompok maupun dengan individu lainnya, tarsius memiliki suara yang khas. Pada tubuhnya, tarsius memiliki rambut tebal dan halus. Warna rambut ini bervariasi tergantung dari jenisnya. Ada yang merah tua, cokelat, atau keabu-abuan. Tarsisus memiliki ciri khas adanya rambut warna putih di belakang telinga dan rambut penutup telinga yang berwarna abu.

Piawai Melompat
Di balik tubuhnya yang mungil, tarsius merupakan pelompat yang ulung loh, TemanBaik. Dengan kaki belakang yang panjangnya dua kali lipat panjang badan dan kepala, tarsius mempunya kekuatan untuk melompat hingga jarak tiga meter dengan pola lompatan vertikal.

Pada bagian jari-jari tangan dan kakinya terdapat tonjolan atau bantalan. Ini membuatnya memungkinkan melekat pada berbagai permukaan saat melompat, bahkan di permukaan licin sekalipun.

Kemampuan melompat ini juga digunakan untuk berburu mangsa. Mereka biasanya akan melompat ke arah mangsanya. Dengan jarak dan kecepatan lompatan yang mumpuni, tarsius mampu menangkap burung yang sedang terbang.

Meski begitu, bukan itu makanan utama tarsius. Makanan utamanya justru serangga. Namun, terkadang tarsius juga memakan vertebrata kecil, seperti kelelawar kecil, ular daun, dan cicak.

Tak Mau 'Menikah' Dua Kali
Tarsius berkembang dengan cara beranak setelah melewati masa kehamilan selama enam bulan. Namun, ada salah satu ciri khas dari tarsius yang mungkin bisa bikin orang baper.

Satwa ini tergolong setia dan romantis. Sebab, ketika pasangannya mati, tarsius tak mau 'menikah' lagi dengan tarsius lain. Jadi, tarsisus yang ditinggal mati pasangannya bakal terus sendirian karena tak berniat mencari pasangan lagi. Setia banget kan?

Hal ini membuat tarsisus terus mengalami kelangkaan. Kondisi ini juga diperburuk adanya perburan tarsius oleh manusia. Bahkan, salah satu spesiesnya, yaitu tarsius pumilus, sempat dinyatakan punah loh.

Foto: Wikipedia Common/indonesia.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler