Data & Fakta Menarik 6 Menteri Baru Kabinet Indonesia Maju

Jakarta - TemanBaik, Presiden Joko Widodo akan memiliki enam menteri baru di jajaran Kabinet Indonesia Maju. Pengumuman nama-nama menteri baru ini dilakukan Selasa (22/12/2020) dan dilantik Rabu (23/12/2020) ini.

Dilansir dari berbagai, ada berbagai data dan fakta menarik dari keenam sosok menteri tersebut. Yuk, kita kenal lebih dekat dengan mereka!

1. Tri Rismaharini
Perempuan yang akrab disapa Risma ini didaulat menjadi Menteri Sosial menggantikan Juliari Batubara. Nama Risma sendiri cukup populer di Indonesia. Ia merupakan Wali Kota Surabaya selama dua periode, yaitu 2010-2015 dan 2015-2020. Saat ini, ia sedang memasuki akhir masa jabatannya sebagai orang nomor satu di Surabaya.

Risma lahir di Kediri, 20 November 1961. Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini tercatat sebagai Wali Kota Surabaya perempuan pertama. Selain itu, ia juga merupakan perempuan pertama di Indonesia yang menjabat wali kota dalam pemilihan kepala daerah langsung.

Sebelum menjadi kepala daerah, Risma merupakan aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Kota Surabaya. Ia merintis karir sebagai ASN sejak 1990-an. Selama menjadi ASN, ia pernah mengemban jabatan penting, di antaranya Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan serta Kepala Badan Perencanaan Kota Surabaya.

Selama menjabat sebagai Wali Kota Surabaya, Risma banyak mendapatkan pengahargaan baik di level, lokal, regional, nasional, bahkan internasional. Namanya bahkan kerap masuk dalam daftar sebagai pemimpin terbaik dunia.

Salah satu yang identik dari sosok Risma adalah ia kerap bergerak mengecek langsung berbagai programnya. Bahkan, amarahnya kerap meledak ketika mengetahui ada hal tak beres di lapangan. Ia pun berkali-kali tertangkap kamera 'menyemprot' para pegawainya yang berkinerja buruk dalam melayani publik.

2. Sandiaga Salahuddin Uno
Pria kelahiran Riau, 28 Juni 1969 ini didaulat menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggantikan Wishnutama. Sandi, sapaan akrabnya, dikenal sebagai pengusaha sukses di Indonesia.

Sebelum menjadi pengusaha sukses, Sandi sempat bekerja di berbagai perusahaan. Ia kemudian mendirikan perusahaa. Enggak melulu sukses loh, TemanBaik. Ia pernah mengalami jatuh-bangun.

Salah satu yang membuat karir bisnis Sandi melejit adalah perusahaan di bidang keuangan bernama PT. Saratoga Advisor. Melalui perusahaan ini, kesuksesan didapatkan Sandi dan berhasil mengambil alih beberapa perusahaan lain.

Seiring perjalanan waktu, ia pernah tercatat sebagai orang terkaya urutan ke-29 di Indonesia versi Majalah Forbes. Pada 2011, Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di Indonesia dan Sandi ada di posisi ke-37 dengan total kekayaan 660 juta dollar Amerika Serikat. Posisi Sandi sebagai orang terkaya di Indonesia mengalami penurunan. Namun, ia selalu masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia.

Dalam karir politiknya, Sandi memenangkan Pilgub DKI Jakarta pada 2017. Ia menjadi Wakil Gubernur mendampingi Gubernur Anies Baswedan. Pada 2018, Sandi mengundurkan diri sebagai orang nomor dua di DKI pada September 2018. Sandi sendiri merupakan kader Partai Gerindra dan merupakan petinggi di partai tersebut.

Ia mundur karena maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto. Namun, Prabowo-Sandi kalah oleh pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Prabowo sendiri sudah lebih dulu bergabung dengan Kabinet Indonesia Maju setelah dipercaya menjadi Menteri Pertahanan. Sedangkan Sandiaga kini dipercaya memimpin Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Sandi juga dikenal piawai dalam berorganisasi. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2005-2008. Ia juga jadi Ketua Komite Tetap Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) sejak 2004.

3. Budi Gunadi Sadikin
Pria kelahiran Bandung, 6 Juli 1964 ini ditunjuk menjadi Menteri Kesehatan menggantikan Terawan Agus Putranto. Ia memiliki latar belakang sebagai pengusaha sukses dan pernah mengemban berbagai jabatan penting di berbagai perusahaan.

Ia merupakan peraih gelar sarjana di bidang Fisika Nuklir Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1988. Dalam karirnya, Budi di antaranya pernah menjadi staf teknologi informasi di IBM Asia Pasifik, Jepang (1988-1994), Senior VP Consumer dan Commercial Banking ABN Amro Bank Indonesia & Malaysia (1999-2004), hingga Dirut Bank Mandiri pada 2013-2016. Jabatan terakhir yang diembannya adalah Wakil Menteri BUMN.

Baca Ini Juga Yuk: Benarkah Penerima Vaksin COVID-19 Harus Punya Kartu BPJS?

4. Yaqut Choilil
Yaqut dipercaya menggantikan posisi sebagai Menteri Agama menggantikan Fachrul Razi. Yaqut sendiri merupakan tokoh muslim di Indonesia. Ia aktif di organisasi Islam di Indonesia. Ia tercatat sebagai Ketua Umum GP Ansor periode 2015-2020.

Yaqut aktif berorganisasi sejak muda. Salah satunya, ia mendirikan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Depok. Ia juga pernah menjadi Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Rembang pada 2001-2014.

Dalam dunia politik, Yaqut tercatat sebagai anggota DPRD Kabupaten Rembang pada 2004-2005. Ia kemudian terpilih menjadi Wakil Bupati Rembang periode 2005-2010 mendampingi Mochammad Salim.

Pada 2011-2015 ia dipercaya menjadi Ketua GP Ansor. Dalam kurun 2012-2017, ia menjadi Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah. Pada periode 2014-2019, ia menjadi anggota DPR RI menggantikan Hanif Dhakiri yang dilantik menjadi Menteri Tenaga Kerja. Yaqut kemudian kembali terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024.

5. Sakti Wahyu Trenggono
Lahir di Semarang, 3 November 1962, Sakti dipercaya mengisi jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) menggantikan Edhy Prabowo. Ia merupakan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) dan pernah menjadi Bendahara PAN pada 2009-2013.

Sebelum menjadi Menteri KKP, Sakti diberi tugas sebagai Wakil Menteri Pertahanan untuk membantu Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan.

Jebolan S1 Teknik Industri dan  S2 Magister Manajemen ITB ini memulai karier di Federal Motor sebagai programmer dalam kurun 1986-1992. Saat ini, ia menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pengembangan INKUD. Ia juga tercatat sebagai Komisaris PT. Tower Bersama, Tbk., dari tahun 2009.

Selain itu, ia menjabat Komisaris PT Merdeka Cooper Gold, Tbk., sejak 2018. Sakti juga merupakan salah seorang inisiator berdirinya Asosiasi Penyedia Menara Telekomunikasi Indonesia (ASPMITEL).

6. Muhammad Luthfi
Lahir di Jakarta, 16 Agustus 1969, ini diberi jabatan sebagai Menteri Perdagangan. Namun, jabatan itu bukan hal asing baginya. Sebab, ia pernah menduduki jabatan itu pada 2014 menggantikan GIta Wirjawan.

Ia juga bukan sosok asing di pemerintahan. Sebab, ia pernah mengemban jabatan penting, di antaranya Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia pun pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Jepang dan terakhir menjadi Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat.

Pada 2008, Luthfi diakui sebagai pemimpin muda berpengaruh oleh the World Economic Forum’s Young Global Leaders. Ia juga merupakan salah seorang pendiri Masyarakat Ekonomi Syariah.

Di bidang bisnis, setelah selesai kuliah di Purdue University, Amerika Serikat, Lutfi mengembangkan usaha bersama Erick Thohir, Wishnu Wardhana, dan Harry Zulnardy. Mereka mendirikan Mahaka Group, yaitu perusahaan di bidang pertambangan, keuangan, dan media. Di perusahaan itu, Lutfi menjabat Presiden Direktur sekaligus CEO.

Dalam berorganisasi, saat berusia 29 tahun, dia menjabat Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia untuk Jakarta Raya (HIPMI JAYA) periode 1998-2001. Ia kemudian menjadi Ketua Nasional HIPMI pada periode 2001-2004.

Foto: dok. Humassurabaya.go.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler