COVID-19 Varian Baru, Yuk Kenali Agar Waspada

Jakarta - TemanBaik, COVID-19 terus mengalami perkembangan. Bahkan, kini ada varian baru COVID-19 yang dibei nama B117 atau VUI-202012/01. Simak ulasannya, yuk!

Varian baru COVID-19 itu pertama kali ditemukan di Inggris pada September lalu. Hal ini dilatarbelakangi menurunnya angka penularan kasus COVID-19 di berbagai daerah di Inggris. Namun, di saat yang sama, ada dua daerah yang mengalami lonjakan kasus signifikan, yaitu di kawasan Kent dan Medway.

"Orang mengira awalnya mungkin penduduk di situ tidak mengamalkan perilaku untuk mencegah penularan. Tapi, setelah diteliti, ada varian baru dari COVID-19 dan ini jadi perhatian banget," kata Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoeban dalam konferensi pers virtual, Selasa (29/12/2020).

Dari waktu ke waktu, varian baru COVID-19 semakin tidak terkendali. Sehingga, terjadi lonjakan kasus luar biasa di Inggris. Bahkan, varian baru COVID-19 ini juga telah menyebar ke berbagai negara di berbagai benua, mulai dari Belanda, Afrika Selatan, Singapura, hingga Australia.

Penularan Lebih Cepat
Hal yang membedakan COVID-19 varian baru dibanding varian sebelumnya adalah dari segi penularan. Varian baru ini punya potensi penularan lebih tinggi, bahkan mencapai 71 persen loh, TemanBaik!

Zubairi mengatakan, dalam kurun beberapa hari saja, di Inggris sudah ada lebih dari kasus orang terinfeksi COVID-19 varian baru hingga 13 Desember lalu.

"Diduga pada medio Januari, semua orang yang terinfeksi di Inggris nanti akibat varian yang baru," ungkapnya.

Meski belum ada laporan kasus di Indonesia, adanya varian jenis baru ini harus diwaspadai. Apalagi, negara tetangga seperti Singapura dilaporkan sudah terdapat kasusnya.

"Virus yang baru ini lebih cepat menular 71 persen dibanding yang sebelumnya. Itu yang harus kita ingat (agar waspada)," imbau Zubairi.
Penyebab
Kenapa sih muncul varian baru COVID-19? COVID-19 sendiri merupakan jenis virus yang tergolong mudah bermutasi. Bahkan, mutasi dari virus ini sudah mencapai 15 kali.

Sebab, virus ini memiliki daya adaptasi yang luar biasa. Sehingga, di manapun berada, virus ini cenderung kuat beradaptasi dan bisa bermutasi menjadi lebih kuat.

Bisakah Dideteksi PCR?
Publik pun banyak yang bertanya, bisakah test PCR mengidentifikasi seseorang terinfeksi COVID-19 varian baru ini atau tidak? Jawabannya adalah bisa!

"Sekarang virusnya memang 'ganti baju', tapi PCR tetap bisa mendeteksi. Jadi, tidak perlu khawatir untuk diagnosis," ucap Zubairi.

Efektifkah Vaksin yang Sudah Ada?
Pertanyaan lain yang juga ditanyakan banyak pihak adalah seputar vaksin COVID-19 yang ada saat ini. Karena vaksin dibuat sebelum varian baru COVID-19 ditemukan, efektifkah jika vaksin ini digunakan saat ini dan beberapa waktu ke depan?

Menurut Zubairi, vaksin COVID-19 diyakini tetap berfungsi efektif untuk menghindarkan dari COVID-19 varian baru. Keyakinan ini juga dimiliki banyak para ahli di dunia.

"Apakah vaksin mempan terhadap COVID-19 varian baru? Hampir pasti tetap efektif. Ini belum 100 persen karena harus ada penelitian. Tapi para ahli optimistis kalau kita divaksin itu bakal memiliki kekebalan," tuturnya.

TemanBaik, tetap jalankan protokol kesehatan dengan baik dan benar, ya! Ingat, varian baru atau lama, COVID-19 tetap berbahaya. Justru hadirnya varian baru itu harusnya membuat level kewaspadaan dan antisipasimu semakin tinggi.

Foto: Ilustrasi Pexels/Center of Disease Controls
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler