Jawa-Bali PSBB pada 11-25 Januari, Ini yang Perlu Kamu Tahu

Jakarta - TemanBaik, pemerintah mengumumkan pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Pulau Jawa dan Bali. Kebijakan ini berlaku pada 11-25 Januari 2021.

Kebijakan ini diumumkan Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartanto di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/1/2021).

Menurut Airlangga, berbagai daerah di Jawa dan Bali memenuhi beberapa kriteria yang ditetapkan untuk diberlakukan PSBB. Di antaranya adalah kasus aktif melebihi rata-rata nasional, tingkat kesembuhan di bawah rata-rata nasional, kasus kematian di atas rata-rata nasional, hingga tingkat keterisian ICU dan ruang isolasi di atas 70 persen.

"Pembatasan secara terbatas tersebut dilakukan di Provinsi Jawa-Bali karena di seuruh provinsi tersebut memenuhi empat parameter yang ditetapkan," kata Airlangga.

Secara nasional, kasus COVID-19 terus meningkat signifikan. Kasus pada Desember lalu misalnya lebih dari 48 ribu orang. Di awal Januari, jumlahnya meningkat signfikan hingga menjadi lebih dari 51 ribu.

Baca Ini Juga Yuk: Jumlah Vaksin yang Dipesan Indonesia Capai 329,5 Juta Dosis

Pemerintah pun sudah memetakan zona risiko COVID-19. Saat ini, ada 54 kabupaten/kota dengan risiko tinggi, 380 kabupaten/kota risiko sedang, dan 57 kabupaten/kota risiko rendah.

"Ada 11 kabupaten/kota yang tidak ada kasusnya," jelas Airlangga.

Ini Pembatasan dan Pelarangannya
Selama PSBB berlangsung, ada beberapa hal yang perlu kamu tahu. Sebab, ada sejumlah pembatasan kegiatan dan pelarangan. Apa saja yang diperbolehkan dan tidak selama PSBB itu?
1. Tempat kerja dibatasi dengan pemberlakukan 75 persen work from home (WFH)
2. Seluruh kegiatan belajar-mengajar hanya dilakukan daring
3. Tempat yang menjual kebutuhan pokok masyarakat boleh beroperasi, tapi ada pengaturan jam operasional, kapasitas, serta protokol kesehatan dipastikan berjalan
4. Jam operasional pusat perbelanjaan maksimal hingga pukul 19.00 WIB
5. Restoran hanya membuka kapasitas 25 persen untuk makan dan minum di tempa, pemesanan makanan dan minuman take away atau delivery diperbolehkan
6 Kegiatan yang berhubungan konstruksi diperbolehkan berjalan 100 persen, tapi dengan protokol kesehatan ketat
7. Tempat ibadah diizinkan membatasi kapasitas hingga 50 persen, protokol kesehatan harus dipastikan berjalan
8. Fasilitas umum ditutup untuk umum
9. Tak boleh ada kegiatan seni dan budaya untuk sementara.
10. Jam operasional dan kapasitas moda transportasi diatur (instansi terkait)

Foto: dok. Airlangga Hartarto/@airlanggahartarto_official

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler