Tiga Fakta Daun Kelor, Tanaman Ajaib Kaya Manfaat

Bandung - TemanBaik, masyarakat Indonesia sejak lama sudah cukup akrab dengan daun kelor. Daun kelor biasanya dikonsumsi sebagai sayuran maupun ramuan tradisional.

Kelor sendiri punya kandungan vitamin dan mineral yang terbukti mencukup angka kecukupan gizi harian bagi tubuh. Selain itu, ada beragam fakta dan khasiat lainnya. Apa saja?

1. Tinggi Kalsium
Kelor diketahui memiliki kandungan kalsiumnya yang tinggi melebihi susu hewani. Jadi, untuk memenuhi kebutuhan kalsium, daun kelor sangat bermanfaat.

"Kandungan kalsium kelor lebih tinggi dibanding tanaman lain, bahkan dengan susu sapi sekalipun," kata peneliti bidang fisiologi tumbuhan Pusat Penelitian Biologi LIPI Ridwan di laman resmi LIPI.

Kandungan kalsium pada susu sapi adalah 143 mg/100 gram. Sedangkan berdasarkan literatur, kandungan kalsium pada daun kelor kering bisa mencapai 17 kali lipat dari kalsium pada susu sapi.

"Kami penah menganalisadan membandingkan kandungan kalsidum daun kelordari beberapa daerah di Indonesia. Hasilnya bahkan ada yang mencapai hampir 21 kal lipatnya, yaitu 3000 mg/100 gram. Tapi, hasilnya memang variatif," jelas Ridwan.
2. Tinggi Protein
Kelor juga memiliki kandungan protein yang setara dengan kacang-kacangan pada umumnya, yaitu sekitar 27 persen.

"Namun pada tanaman kelor tetraploid yang kami dapatkan dari penelitan sebelumnya, kandungan proteinnya meningkat menjadi 30-34 persen atau sudah lebih mendekat kandungan protein biji kedelai," ucapnya.

3. Kaya Senyawa Metabolit
Pada daun kelor juga terdapat berbagai senyawa metabolit sekunder yang berfungsi sebagai antibakteri, antiobesitas, antifungi, antiinflamasi, antikanker, dan antikolesterol.

Pada tanamannya sendiri, senyawa metabolit sekunder juga punya beberapa fungsi. Di antaranya sebagai atraktan (menarik serangga penyerbuk), melindungi dari stres terhadap lingkungan, pelindung dari serangan hama atau penyakit, hingga pelindung dari sinar ultraviolet.

Kaya banget manfaat kan si daun kelor ini? Karena itu, enggak heran jika WHO menyematkan julukan 'The Magic Tree' terhadap kelor.

Foto: dok. Attribution-id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Moringa_oleifera_sg.jpg
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler