Ini Beberapa Fakta Pencarian Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

Jakarta - TemanBaik, kabar duka menyeruak pada Sabtu (9/1/2021). Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak dikabarkan hilang kontak hingga mengalami kecelakaan.

Pesawat ini secara keseluruhan membawa 62 orang, termasuk kru pesawat. Pesawat diduga hilang di sekitar perairan Kepulauan Seribu. Sejak informasi masuk, tim dari berbagai instansi segera melakukan pencarian ke lokasi.

Sabtu malam, Panglima Komando Armada 1 Laksda TNI Abdul Rasyid mengatakan titik koordinat yang diduga jadi lokasi jatuhnya pesawat sudah ditemukan, yaitu di perairan sekitar Pulau Laki.

Berbagai armada dan pasukan dari berbagai instansi pun dikerahkan ke lokasi. Belasan kapal hingga beragam peralatan digunakan untuk membantu proses pencarian.

Baca Ini Juga Yuk: Izin Darurat Vaksin Sinovac Terbit Sebelum 13 Januari

Serpihan yang diduga pesawat pun sudah ditemukan, salah satunya berupa kabel. Temuan ini langsung diserahkan ke Tim DVI Mabes Polri dan KNKT sejak tadi malam untuk diperiksa.

Pencarian Tanpa Henti
Sejak menerima informasi, upaya pencarian terus dilakukan tanpa henti. Bahkan, pada malam hari, tim gabungan tetap melakukan pencarian. Hal itu dilakukan agar sesegera mungkin dapat melakukan evakuasi jika pesawat tersebut benar-benar mengalami kecelakaan dan jatuh di perairan.

"Seluruh stakeholder di bawah koordinasi Basarnas akan melaksanakan tugas (pencarian) ini dengan baik," ujar Abdul Rasyid.

Temuan Serpihan
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito mengatakan serpihak yang diduga pesawat berupa kabel sudah diserahkan ke Tim DVI Mabes Polri. Namun, ia tak mau berandai-andai soal benda tersebut.

Untuk memastikan apakah serpihan itu merupakan bagian pesawat Sriwijaya Air atau bukan, hal itu harus menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan KNKT.

"Nanti diperiksa DVI dan KNKT apa (benda) itu. Jadi, kami belum bisa mengatakan apa dan bagaimana. Kami tidak bisa mengatakan apa dan berandai-andai," ungkap Bagus.

Pasukan Elit Diterjunkan
Demi memaksimalkan upaya pencarian, tenaga terlatih dikerahkan. Bahkan, TNI menerjunkan Kors Pasukan Katak (Kopaska) dan Detasemen Jalamangkara (Denjaka). Mereka merupakan pasukan khusus TNI dengan kemampuan istimewa.

Kehadiran mereka diharapkan turut membuat upaya pencarian berjalan lebih cepat. Sebab, mereka punya kemampuan yang tak diragukan, termasuk dalam proses evakuasi dan pencarian kecelakaan pesawat.

Kemampuan mereka sudah teruji. Beberapa tahun lalu, mereka pernah dikerahkan untuk proses pencarian kecelakaan pesawat. Ketangguhan mereka pun menuai decak kagum banyak orang, bahkan mencuri perhatian dunia. Sebab, mereka mampu melakukan pencarian hingga ke laut dengan cara menyelam.

"Mudah-mudahan sekarang bisa mendapatkan apa yang diharapkan masyarakat Indonesia (seperti yang pernah dilakukan sebelumnya)," ujar Panglima Komando Armada 1 Laksda TNI Abdul Rasyid.

Saat ini, tim gabungan terus bekerja ekstra keras melakukan pencarian pesawat yang sudah berusia 28 tahun tersebut. Doa-doa terbaik pun dipanjatkan berbagai pihak agar pesawat dan semua orang di dalamnya segera ditemukan.

Foto: dok. Basarnas

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler