Mengenal Ikan Alligator, Ikan dengan Kepala Mirip Buaya

Bandung - TemanBaik, tahu enggak dengan ikan alligator? Ikan ini memiliki bentuk unik karena kepalanya sepintas mirip buaya. Kita bahas lebih lanjut, yuk!

Di Indonesia, ikan alligator sendiri kerap dijadikan sebagai ikan hias. Padahal, ikan ini merupakan jenis ikan yang langka dan tak boleh sembarangan dipelihara. Sebab, ada beberapa regulasi atau aturan yang membatasi soal pemeliharaan ikan tersebut.

Namun, di Amerika bagian selatan, Meksiko, dan Kuba, ikan alligator kerap dikonsumsi. Selain itu, ikan ini kerap dijadikan bahan perlombaan memancing. Ikan alligator sendiri bisa dimanfaatkan kulitnya menjadi dompet atau pernak-pernik lainnya.

Tak Ada Hubungan dengan Buaya
Menurut peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI Gema Wahyudewantoro, ikan alligator memang memiliki bentuk kepala dan gigi yang mirip dengan buaya alligator. Namun, ikan ini sama sekali enggak ada hubungannya dengan ikan alligator.

Kesamaan lainnya adalah ikan ini berperilaku seperti biaya, yaitu agresif, serta hidup soliter atau tidak berkelompok. Ikan alligator dikategorikan hewan karnivora. Mangsanya antara lain ikan, kepiting, kura-kura, unggas air, ikan, dan mamalia kecil.

"Dalam mencari makan, ikan ini biasanya sembunyi di antara tanaman air, menunggu mangsanya dekat, dan kemudian secara tiba-tiba menyergapnya," ujar Gema di laman resmi LIPI.

Baca Ini Juga Yuk: Tiga Fakta Daun Kelor, Tanaman Ajaib Kaya Manfaat

Ada Tujuh Jenis di Dunia
Ikan alligator ini berasal dari Amerika bagian utara. Biasanya, ikan ini menghuni sungai besar, rawa, teluk, danau, hingga ke perairan payau. Umumnya, ikan ini cenderung hidup di perairan dengan arus cenderung lamban.

"Di Indonesia dikenal dengna nama ikan alligator atau alligator gar yang sebetulnya merupakan nama populer dari satu jenis ikan gar," katanya.

Di dunia, ikan gar ini ada tujuh spesies, yaitu yakni Atractosteus spatula, A. tristoechus, A. tropicus, Lepisosteus osseus, L. oculatus, L. platostomus dan L. Platyrhinchus.

Ciri-ciri Morfologi
Gema mengatakan, ikan alligator umumnya bertubuh besar, kekar dan memanjang. Beratnya dapat mencapai 148 kilogram dengan panjang maksimal terdata 305 cm. Namun, umumnya dijumpai dengan ukuran 200 cm.

"Bentuk mulutnya besar dan pendek mirip dengan mulut buaya. Ciri dari A. spatula yaitu deretan gigi pada rahang atas terletak dalam dua baris. Sirip punggung terletak di belakang mendekati sirip ekor," jelas Gema.

Ukuran sisik-sisiknya besar, tebal, dan bertipe sisik ganoid. Secara umum, tubuh ikan ini berwarna coklat gelap pada bagian atas dan bagian bawahnya lebih terlihat putih kekuningan, serta dihiasi beberapa bintik gelap.

"Sirip-siripnya terdapat bintik-bintik coklat kehitaman. Sedangkan untuk ikan remaja, pada bagian punggung terlihat lebih terang dengan warna kecoklatan memanjang. Seluruh sirip-siripnya berwarna coklat gelap," paparnya.

Siklus Hidup
Menurut Gema, saat ikan jantan yang telah matang gonad, bagian perutnya ramping dan pada sirip dubur tidak rata. "Sedangkan betina dengan perut lebih gemuk, menonjol lunak dan sirip dubur relatif lebih rata," ungkapnya.

Pemijahan terjadi saat air naik atau tinggi, kemudian ikan alligator akan mulai mencari area dengan banyak vegetasi yang diperuntukkan sebagai perlindungan dan kaya akan nutrisi bagi calon anakannya. Pada suhu ideal, ikan menuju ke daerah yang lebih dangkal dengan vegetasi yang terendam untuk bertelur.

"Ikan betina dalam pemijahan mampu menghasilkan sekitar 157.000 butir telur, dengan perhitungan 4,1 telur/ gr berat tubuh. Telur-telurnya akan melekat di vegetasi yang terendam dan telur-telur tersebut akan menetas 6 sampai 8 hari sesudahnya. Sementara itu, sebagai bentuk perlindungan telur ikan alligator mengandung toksisitas yang berfungsi sebagai mekanisme pertahanan terhadap predator, jadi telur ikan ini tidak dapat dikonsumsi," jelas Gema.

Termasuk Ikan Invasif
Gema mengungkapkan, ikan alligator sudah tergolong ikan invasif di Indonesia. Ini dikarenakan ikan tersebut sangat bersifat predator sehingga memungkinkan mengurangi populasi fauna perairan yang didiaminya. "Salah satunya ikan ini diduga mampu memangsa ikan-ikan kecil kurang lebih 600 kilogram," ungkapnya.

Ia lalu memaparkan kriteria ikan yang dapat dikategorikan sebagai ikan invasif. "Kriteria ikan invasif diantaranya, predator, kompetitor, kemampuan reproduksi cepat dan tinggi, kemampuan adaptasi terhadap lingkungan tinggi, dapat membawa penyakit berbahaya, pemakan segala atau omnivora, pertumbuhannya cepat, kematangan seksual cepat, dapat berhibridisasi dan menurunkan sifat genetiknya, dan berdampak negatif terhadap kesehatan manusia. Jadi hampir semua kriteria tersebut ada di ikan alligator," pungkas Gema.

Foto: dok.LIPI/www.lipi.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler