Menyemai Harapan dari Cacing di Rutan Batang

Batang - TemanBaik, rumah tahanan (rutan) tak hanya sekadar jadi tempat menjalani hukuman para warga binaan alias narapidana. Rutan bisa jadi tempat produktif dan melatih keterampilan.

Seperti di Rutan Kelas IIB Batang, Jawa Tengah, yang melakukan budidaya cacing tanah. Tentunya para warga binaan yang mengelola budidaya ini. Kegiatan budidaya cacing sudah berlangsung sejak tiga bulan lalu.

Menurut Kepala Rutan Kelas IIB Batang Rindra Wardhana, budidaya cacing itu merupakan bagian dari pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Untuk menggulirkannya, pihak rutan merangkul Paguyuban Peternak Cacing di Kabupaten Batang.

"Budidaya cacing ini merupakan salah satu program pembinaan kemandirian bagi WBP, sebagai bekal setelah mereka bebas nanti," ujar Rindra di laman Pemprov Jawa Tengah.

Kemampuan membudidayakan cacing diharapkan membuat mereka terlatih. Sehingga, ketika mereka selesai menjalani masa hukuman, budidaya cacing bisa jadi alternatif untuk mencari uang. Program ini juga sekaligus untuk menciptakan wirausahawan baru di Batang. Rutan ini pun seolah menjadi tempat menyemai harapan untuk menyambut kebebasan para warga binaan kelak.

"Budidaya cacing tersebut, merupakan salah satu program pemberdayaan ekonomi rakyat dari Pemerintah Kabupaten Batang. Program tersebut bertujuan menciptakan 1.000 wirausaha baru, yang mampu menggerakkan roda perekonomian demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batang," jelasnya.

Baca Ini Juga Yuk: Kabar Baik, BPOM Terbitkan Izin Darurat Vaksin Sinovac

Hasilkan 111 Kilogram Cacing
Belum lama ini, program budidaya cacing itu menuai hasil. Sebanyak 111 kilogram cacing berhasil dipanen. Jumlah itu didapat dari bibit yang sebelumnya hanya 50 kilogram.

Hasil panen pun tak sia-sia. Ada pihak yang sudah menampungnya untuk dipasarkan sehingga menghasilkan uang. Pencapaian itu diharapkan membuat para warga binaan semakin bersemangat.

"Kami bermitra dengan Paguyuban Peternak Cacing Mahesa Jenar. Mereka siap menampung cacing hasil panen dan per kilo dihargai Rp30.000. Nantinya cacing tersebut digunakan sebagai bahan baku obat-obatan, kosmetik dan pakan hewan," tutur Kepala Pengamanan Rutan Kelas IIB Batang Dhoni Arib Setyawan.

Selain menjanjikan, perawatan cacing cukup mudah. Cacing diberi media yang berasal dari log bekas budidaya jamur. Sedangkan untuk makanan dapat diberikan kotoran hewan, ampas tahu, atau pelepah batang pisang. Di bulan pertama, Rutan Batang menyebar 200 boks benih dan dalam tiga bulan menjadi 400 boks siap panen.

Foto: dok. Diskominfo Jawa Tengah/jatengprov.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler