Ini Fakta Menarik dari Landak Jawa yang Perlu Kamu Tahu

Bandung - TemanBaik, ada berbagai jenis landak di dunia. Indonesia pun memilikinya, salah satunya adalah landak Jawa.

Dilansir di laman Pusat Biologi LIPI, landak Jawa merupakan mamalia anggota ordo Rodentia dari suku Hystricidae. Punya duri di seluruh tubuhnya, landak Jawa memiliki panjang sekitar 45,5-73,5 sentimeter. Panjang ekornya 6-13 sentimeter dan bobotnya dapat mencapai 8-9 kilogram.

Tidak memiliki taring, Landak Jawa ini punya gigi seri yang kuat loh. Di Indonesia, Landak Jawa termasuk hewan dilindungi dan secara internasional dikategorikan Least Concern (LC) menurut The IUCN Redlist of Threatened Species.

Hasil penelitian mengindikasikan bahwa ekstrak etanol daging ekor landak memiliki khasiat afrodisiak. Karena itulah, masyarakat kerap memanfaatkan duri landak sebagai obat. Di luar itu, ada beberapa fakta menarik dari landak Jawa.

Baca Ini Juga Yuk: Mengenal Ikan Alligator, Ikan dengan Kepala Mirip Buaya

Punya Empat Jenis Duri
Menurut Inayah (2020) dalam buku Status Konservasi dan Peran Mamalia di Pulau Jawa, secara morfologi dan anatomi, landak memiliki empat macam jenis duri yaitu duri sejati, duri transisi, duri pipih, dan duri derak.

Duri landak memiliki kandungan nutrisi diantaranya kadar air (89,93%), protein (93,66%), lemak (0,44%), pospor (0,034%), kalsium (0,2%), magnesium (0,01%), dan sulfur (2,01%).

Ekologi
Landak Jawa ini bersifat nokturnal, terestrial, dan hidup berkelompok. Landak Jawa betina mencapai dewasa kelamin pada umur 9-16 bulan, sedangkan Landak Jawa jantan 8-18 bulan.

Masa buntingnya sekitar 100-112 hari dengan jumlah anak 1-2 ekor per kelahiran. Landak Jawa menyusui anaknya selama 13-19 minggu dan anakan akan tinggal dengan kelompoknya sampai umur 2 tahun.

Penglihatan Lemah
Landak Jawa memiliki penglihatan yang lemah. Namun, penciumannya sangat tajam. Untuk durinya, biasanya berada dalam posisi rebah ketika merasa dirinya aman. Namun, duri-duri akan berdiri tegak ketika landak ini merasa terancam.

Usia dan Habitat
Landak Jawa dapat hidup selama 13-15 tahun di penangkaran. Landak ini dapat ditemukan di hutan, padang pasir, tempat berbatu, lereng bukit, dan padang rumput, dan area pertanian.

Landak Jawa tersebar di sekitar Pulau Jawa, Lombok, Madura, Flores, dan Sumbawa. Alih fungsi hutan menjadi perkebunan dan pemukiman serta perburuan yang masif menyebabkan menurunnya populasi Landak Jawa di alam.

Termasuk Herbivora
Satwa ini bersifat herbivora dengan pakan utama berupa umbi, akar, kulit kayu, batang kayu, dan buah. Dia punya perilaku khas menggali. Sehingga, landak termasuk satwa yang berperan untuk membantu aerasi tanah dan penyerapan air pada lingkungan di sekitar habitatnya disamping berperan pula sebagai pemencar biji.

Foto: dok. www.lipi.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler