Syekh Ali Jaber dan Fakta Menarik Kiprahnya di Indonesia

Bandung - TemanBaik, kabar duka kembali datang bagi Indonesia. Syekh Ali Jaber (46) meninggal dunia pada Kamis (14/1/2021) pukul 08.30 WIB.

Syekh Ali sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit akibat terpapar COVID-19. Dalam beberapa hari terakhir, kondisinya terus menurun hingga akhirnya meninggal.

Menurut Ustaz Yusuf Mansur, pada Rabu (13/1/2021) dirinya sempat mendapat kabar Syekh Ali kritis. Ia pun sempat mengirim pesan ke berbagai pihak, mulai dari para ustaz, kyai, hingga pimpinan pondok pesantren di berbagai daerah di Indonesia untuk mendoakan kesembuhan Syekh Ali.

Namun, takdir berkata lain, Syekh Ali akhirnya berpulang untuk selamanya. Meski begitu, Syekh Ali dikabarkan sudah dalam keadaan negatif COVID-19 ketika meninggal.

"Syekh Ali memang kena COVID, tapi COVID-nya sudah enggak ada. Jadi, wafat sudah dalam keadaan negatif COVID, wallahualambisawab," ujar Yusuf melalui IGTV di akun Instagram @yusufmansurnew.

Ia pun mengajak umat muslim untuk melakukan salat gaib atas meninggalnya Syekh Ali. Apalagi, Syekh Ali bukan sekadar dai biasa. Ia punya banyak kebaikan kepada Indonesia, terutama umat muslim.

BeritaBaik.id pun merangkum berbagai hal menarik seputar sosok Syekh Ali Jaber dari berbagai sumber. Apa saja?

Baca Ini Juga Yuk: Lima Fasilitas Ramah Disabilitas di Museum Geologi

1. Orang Arab Tulen, Hafiz Sejak Kecil
Syekh Ali Jaber Syekh Ali Jaber lahir di Madinah, Arab Saudi, pada 3 Februari 1976. Sejak muda, ia sudah hafal 30 juz Alquran, tepatnya ketika berusia 10 tahun. Bahkan, pada usia 13 tahun, ia dipercaya menjadi imam di salah satu masjid di Kota Madinah. Nama lengkap Syekh Ali adalah Ali Saleh Muhammad Ali Jaber.

2. Memilih Jadi WNI
Syekh Ali pertama kali datang ke Indonesia pada 2008 untuk menjadi guru tahfiz. Setelah cukup lama tinggal di Indonesia, ia akhirnya memutuskan menjadi warga negara Indonesia (WNI) pada 2013. Hal ini membuat Ustaz Yusuf Mansur kagum. Sebab, bukan hal mudah berpindah kewarganegaraan dan berdakwah total di Indonesia.

"Kita kehilangan ahlul Quran, kita kehilangan pejuang Quran, kita kehilangan seorang dai yang ikhlas meninggalkan negaranya untuk Indonesia, mau pindah kewarganegaraan untuk dakwah di Indonesia," tuturnya.

3. Digandeng Yusuf Mansur
Yusuf membagi ceritanya ketika pertama kali bertemu Syekh Ali Jaber di kawasan Sunda Kelapa, Jakarta. Saat itu, Syekh Ali menyapanya. "Ustaz Yusuf Mansur ya?" tanya Syekh Ali saat itu seperti diperagakan Yusuf.

Sejak saat itulah Yusuf bersahabat dengan Syekh Ali. Bahkan, Yusuf mengaku memperjuangkan agar Syekh Ali dikenal di Indonesia. Ia membawanya ke berbagai stasiun televisi hingga bisa menjadi populer.

"Banyak kenangannya sama Syekh Ali, dari pertama sama saya di TV, saya bawa ke TV, saya jemput beliau pertama-ptama, saya bawa ke TPI zaman dulu, ke MNC, dikenalin sama Indonesia ini loh orang Arab yang cinta sama Indonesia, ini loh orang alim yang cinta sama Indonesia, ini loh ahli Al-Qur'an yang cinta sama Indonesia, Ini Syekh Ali ilmunya tinggi tapi dia bisa bahasa indonesia," tutur Yusuf mengenang masa lalunya.

4. Cinta Anak-anak
Syekh Ali adalah sosok yang sangat menyukai anak-anak. Pendekatan dan gaya bahasanya bisa membuat anak-anak merasa nyaman dengannya. Hal itulah yang membuat namanya semakin melejit ketika membawakan sebuah acara tentang lomba hafiz Alquran di salah satu stasiun televisi.

Dalam lomba itu, Syekh Ali kerap memberi nasihat yang mudah dicerna anak-anak. Gaya penuturannya santai. Ia pun kerap membetulkan bacaan Alquran yang dinilai kurang tepat pelafalannya.

Bahkan, Syekh Ali kerap memberi hadiah kepada anak-anak. Ia pun pernah beberapa kali memberikan hadiah umrah kepada penghapal Alquran dan orang tuanya.

Selamat Jalan Syekh Ali Jaber!

Foto    : dok. Syekh Ali Jaber/instagram.com
Desain : Agam Rachmawan/beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler