Khairul Imam Zakiri, Pemain Timnas U-19 yang Berkarir di Spanyol

Jakarta - TemanBaik, ada beberapa pemain Indonesia yang memilih berkarir di luar negeri. Publik mungkin sudah familiar dengan nama Egy Maulana Vikri (Lechia Gdanks/Polandia), Rudolof Yanto Basna (PT Prachuap FC/Thailand), dan Witan Sulaman (FK Radnic Surdulica/Serbia).

Di luar itu, ada beberapa pemain keturunan Indonesia yang bermain di luar negeri, misalnya Elkan Baggot dan Jack Brown di Inggris. Beberapa pemain juga pernah tercatat bermain di luar negeri seperti Bambang Pamungkas, Dedi Kusnandar, hingga Ferdinand Sinaga di Malaysia.

Nah, dari sejumlah pesepak bola Indonesia di luar negeri, ada satu sosok yang menarik diulas. Pemain itu adalah Khairul Imam Zakiri. Ia merupakan bagian dari Timnas U-19 yang sempat diproyeksikan bermain di Piala Dunia U-20 2021. Namun, turnamen bergengsi itu urung digelar karena adanya pandemi COVID-19.

Pria yang akrab disapa Zakiri itu adalah pemain berposisi gelandang. Berbeda dengan kebanyakan pemain muda Indonesia lain yang memulai karir di Indonesia, ia justru berkarir di Spanyol.

Baca Ini Juga Yuk: Demi Fans, Pelatih Timnas Indonesia Akhirnya Bikin Medsos

Saat ini, ia merupakan bagian dari Gymnastica Ceuta. Ini merupakan klub di Division de Honor atau kasta tertinggi kompetisi U-19 di Spanyol. Bersama tim itu, ia sudah menjalani 14 pertandingan musim ini.

Sebelum berkarir di Gymnastica Ceuta, ia juga pernah memperkuat klub asal Spanyol lainnya di tingkat junior, yaitu Real Valladolid dan Leganes. Ia juga pernah mengikuti trial di klub Ucam Murcia.

Jadi Bagian Timnas Sejak 2019
Zakiri sendiri bukan kali ini bergabung jadi bagian Timnas U-19. Ia sudah jadi bagian Timnas U-19 sejak 2019. Namun, tidak mudah membuat pelatih tertarik menggunakan jasanya di timnas.

Kata kuncinya, ia selalu berusaha berjuang keras dalam latihan maupun pertandingan. Selain itu, disiplin dan selalu berusaha memberikan yang terbaik jadi faktor kunci lain yang membuatnya dipercaya tim pelatih.

Jadi bagian timnas, tentu sebuah kebanggaan tersendri bagi Zakiri. Apalagi, ia harus berjuang cukup lama untuk bisa mendapatkan posisi di skuat utama.

"Saya bangga selalu dipanggil Timnas U-19 sejak 2019 hingga saat ini. Awalnya pada 2017 lalu saya sempat ikut seleksi timnas U-19, namun saya belum dapat menembus tim utama. Hal tersebut menjadikan saya termotivasi untuk terus belajar dan tidak cepat puas," ucap pria kelahiran Jakarta, 1 April 2001 tersebut.

Jadi Penerjemah
Hal yang menarik lainnya dari sosok Zakiri adalah kemampuannya berbahasa Spanyol. Karena sudah beberapa tahun tinggal di Spanyol, kemampuannya berbahasa Spanyol meningkat dari waktu ke waktu.

Belajar bahasa Spanyol pun dirasa sebagai sebuah kewajiban karena ia meniti karir di sana. Meski sulit, ia berusaha keras hingga akhirnya fasih berbahasa Spanyol.

Kemampuan Zakiri berbahasa Spanyol pun memberi berkah tersendiri ketika beberapa waktu lalu Timnas U-19 menjalani pemusatan latihan di Spanyol. Ia menjadi penerjemah bagi anggota tim.

Ketika pemain, pelatih, dan staf tim kesulitan berkomunikasi dengan warga setempat, Zakiri-lah yang turun tangan. Ia menjadi penyambung komunikasi.

"Ya, saya cukup lama tinggal di Spanyol karena sekolah dan membela klub disini, jadi saya bisa berbahasa Spanyol," tutur Zakiri.

Foto: dok. PSSI

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler