Keren! Lampu Stadion Gelora Bung Tomo Lebihi Standar FIFA

Bandung - TemanBaik, Piala Dunia U-20 2021 memang urung digelar di Indonesia. Turnamen sepak bola bergengsi itu terpaksa ditunda karena adanya pandemi COVID-19. Meski begitu, turnamen ini bakal tetap digelar. Pelaksanaannya diundur ke tahun 2023. Indonesia pun tetap menjadi tuan rumahnya.

Di tengah penundaan yang ada, bukan berarti otoritas terkait berhenti melakukan persiapan. Berbagai hal tetap dilakukan untuk menyongsong digelarnya ajang yang kerap melahirkan banyak bintang kelas dunia tersebut.

Di Kota Surabaya misalnya, renovasi terhadap Stadion Utama Gelora Bung Tomo (GBT) terus dilakukan. Di sini, stadion utama akan dipakai peserta Piala Dunia U-20, termasuk tiga lapangan latihan di sekitar lokasi.

Beragam fasilitas terus disiapkan. Harapannya, ketika Piala Dunia U-20 digelar pada 2023, stadion itu benar-benar siap pakai dan jauh lebih keren dalam berbagai hal.

Salah satu yang akan membuat GBT tampak keren adalah dari sisi penerangan alias lampu. Lampu di sini bakal melebihi standar federasi sepak bola dunia alias FIFA.



Baca Ini Juga Yuk: Batu, Jamu, dan Bedak dalam Perjalanan Bung Karno

FIFA sendiri menerapkan standar bahwa kapasitas lampu di stadion minimal 2.000 lux. Sedangkan GBT akan punya lampu berkapasitas lebih dari itu.

Pada Desember 2020, kapasitas lampu yang terpasang mencapai 2.700 lux. Bahkan, pada pengujian yang dilakukan beberapa waktu lalu, kapasitasnya sudah bertambah menjadi 2.850 lux.

Tim Ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Samsul Anam mengatakan Pemerintah Kota Surabaya menerapkan standar tinggi terhadap renovasi stadion, terutama lampu. Kenapa sih standar yang dipakai jauh lebih tinggi dari standar FIFA?

Menurut Samsul, lampu dalam kurun waktu tertentu akan menurun kualitasnya alias meredup secara bertahap. Karena sudah dipasang dari sekarang, dikhawatirkan kualitas lampu akan turun ketika Piala Dunia U-20 digelar pada 2023.

Untuk menjaga hal itulah lampu di GBT punya standar lebih tinggi dari standar FIFA. Sehingga, kalaupun terjadi penurunan saat turnamen bergengsi itu digelar, standarnya diharapkan tetap di atas standar FIFA.

"Kita sudah hitung ketika mengalami peredupan pun masih akan sesuai dengan standar. Perkiraan turunnya pun menjadi 2.400 lux," kata Samsul di laman Pemko Surabaya.

Soal lampunya sendiri, sejauh ini perawatannya tidak terlalu sulit. Sehingga, lampu-lampu yang ada diharapkan bakal tetap berfungsi dengan baik saat kegiatan digelar.

"Kalau untuk perawatannya tidak terlalu sulit. Karena lampu yang digunakan LED sudah anti cuaca, debu, binatang. Saat hujan pun sudah amann," jelas Samsul.

Untuk memastikan kualitas lampu tetap terjaga, pengecekan pun bakal dilakukan rutin. Yang paling utama, lampu akan dijaga agar tetap bersih dan berfungsi dengan baik. Tak hanya lampu yang menyorot ke arah lapangan, seluruh lampu di area stadion juga bakal diperhatikan dengan baik dan berstandar tinggi.

"Kita siapkan betul GBT ini adalah sebuah stadion dengan kemampuan internasional untuk kita menerima tamu-tamu. Kita juga perhatikan pencahayaannya tidak hanya dalam stadion tetapi seluruh ruangan," ujar Staf Bidang Bangunan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR) Kota Surabaya Loli Syahruli.

Foto: dok surabaya.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler