#AksiBaik Atlet Blind Judo Galang Donasi untuk Bencana

Bandung - Bencana banjir di Kalimantan Selatan dan gempa di Sulawesi Barat memantik Miftahul Jannah untuk tergerak. Ia melakukan #AksiBaik berupa gerakan donasi untuk disalurkan ke dua daerah tersebut.

Perempuan 21 tahun yang akrab disapa Miftah tersebut memulai gerakannya sejak Jumat (22/1/2021). Rencananya, pengumpulan donasi ini bakal berlangsung selama dua pekan.

Ide melakukan penggalangan dana ini datang spontan. Setelah mendengar kabar adanya bencana di dua daerah tersebut, ia merasa perlu turun tangan memberi bantuan. Apalagi, ia mendapat kabar langsung dari temannya yang jadi korban banjir di Kalimantan Selatan yang menceritakan kondisinya.

Namun, keterbatasan dan kendala membuatnya tak bisa berbuat banyak. Ia lalu berinisiatif membuat penggalangan dana. Ia ingin menghimpun dana dari orang-orang yang mau menyumbang untuk disalurkan ke dua daerah itu.

"Saya terlintas buat open donasi atau melelang benda bersejarah yang saya punya. Tapi, benda saya sudah enggak ada yang berharga lagi, enggak ada daya tarik lagi," ujar Miftah.



Baca Ini Juga Yuk: Berbincang tanpa Menyinggung Disabilitas, Begini Triknya

Menurutnya, satu-satunya benda bersejarah dan berharga baginya adalah pakaian yang dikenakan saat pertandingan blind judo di Asian Para Games 2018 lalu. Baju itu merupakan saksi bisu saat ia didiskualifikasi karena tak mau melepas hijab.

Sebab, berdasarkan aturan internasional, pertandingan judo harus melepas hijab. Itu karena penggunaan hijab dinilai justru membahayakan atlet itu sendiri ketika bertanding.

Akhirnya, ia harus rela didiskualifikasi. Sikapnya saat itu menuai pro dan kontra. Ada yang menyesalkan karena kesempatan mengharumkan nama bangsa pupus seketika. Tapi, banyak juga yang simpati dan salut atas konsistensi Miftah mengenakan hijab. Ia rela mengorbankan prestasi yang sangat mungkin didapatkannya.

Pakaian yang dikenakan saat didiskualifikasi itu pun sudah tak ada di tangan Miftah. Sebab, pakaian itu sudah terjual melalui lelang saat awal-awal pandemi COVID-19. Saat itu, hasil penjualannya dipakai untuk membantu orang-orang yang terdampak COVID-19.

Karena tak ada lagi benda atau barang bersejarah, ia memutuskan melakukan penggalangan dana. Meski sempat dihantui keraguan, ia akhirnya mantap membuat gerakan itu meski sendirian.

Penggalangan dana sendiri sudah dilakukan berbagai pihak untuk disalurkan ke dua daerah bencana tersebut. Namun, hal itu tak menyurutkan perempuan asal Aceh itu melakukan aksi. Ia pun tak menargetkan bisa mendapatkan dana berapa dari donasi itu.

"Sekecil atau sebesar apapun yang didapatkan akan tetap disalurkan," ujar Miftah yang tercatat sebagai mahasiswi di Universitas Pasundan (Unpas) Bandung.

Untuk penyalurannya, perempuan asal Aceh itu kemungkinan akan menyampaikannya melalui komunitas atau perantara temannya di lokasi bencana. Hal yang terpenting, dana akan disampaikan sesuai amanah pemberi donasi. Ia pun bakal secara transparan mengumumkan pendapatan dan penyaluran donasi melalui akun Instagram @miftahul_judo.

Nah, jika TemanBaik ingin berdonasi dan membantu gerakan yang dilakukan Miftah, kamu bisa menyalurkannya melalui rekening BCA atas nama Miftahul Jannah dengan nomor 1980189127. Setelah melakukan transfer, jangan lupa konfirmasi ke nomor telepon atau WhatsApp 0821-6565-2871.

Foto: dok. instagram.com/@miftahul_judo
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler