Yuk! Ketahui Fakta & Potensi Gerakan Tanah di Pulau Jawa

Bandung - Pulau Jawa memiliki berbagai keindahan dan potensi alam. Namun, di balik itu ada ancaman nyata, yaitu potensi terjadinya gerakan tanah, yang paling umum adalah longsor.

Di Indonesia, Pulau Jawa merupakan daerah dengan potensi gerakan tanah tertinggi. Sehingga, tak heran sepanjang 2020 lalu, dari 2.099 kejadian gerakan tanah di Indonesia, 73 persen terjadi di Pulau Jawa.

Ada beberapa hal yang perlu kamu tahu seputar Pulau Jawa dan potensi gerakan tanahnya. Bukan untuk menakut-nakuti, melainkan membuat kamu lebih paham dan waspada.

Pertanyaan paling dasar yang di benak publik adalah apa penyebab Pulau Jawa begitu rentan terjadi gerakan tanah? Itu karena dari sisi morfologi, Pulau Jawa banyak terdapat lereng terjal, ditambah dengan kondisi tanah terbuka. Banyaknya pegunungan juga membuat potensi gerakan tanah semakin terbuka.

Potensi gerakan tanah di Jawa Barat juga tinggi karena faktor geologinya. Banyak daerah yang pada wilayahnya terdapat batuan lapuk. Hal ini ditambah dengan iklim tropis di Indonesia yang membuat potensi gerakan tanah semakin bertambah. Sesar aktif yang ada di Pulau Jawa juga membuat memperkuat potensi gerakan tanah.

Selain itu, ada faktor lain yang juga tak kalah penting menjadi penyebab tingginya potensi gerakan tanah di Pulau Jawa, yaitu kondisi hutan. Semakin 'gundul' hutan, semakin besar potensi gerakan tanah yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

"Mungkin awalnya (di suatu daerah) enggak ada longsor karena hutannya lebat, tapi hutan sekarang banya yang hilang (sehingga mengakibatkan potensi gerakan tanah semakin tinggi)," kata Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono.

Baca Ini Juga Yuk: #AksiBaik Atlet Blind Judo Galang Donasi untuk Bencana

Adanya Faktor Pemicu
Meski ada faktor penyebab, ada faktor lain yang tak kalah penting dalam terjadinya gerakan tanah. Hal yang dimaksud adalah faktor pemicu.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kasbani memberi penjelasan soal gerakan tanah. Menurutnya, gerakan tanah terjadi karena dua hal, yaitu ada penyebab dan pemicu.

Penyebab suatu daerah rawan terjad gerakan tanah adalah akibat faktor geologis, struktur tanah atau batuan, serta berbagai aspek lainnya. Namun, ini saja belum cukup mengakibatkan gerakan tanah. ada faktor pemicu yang membuat gerakan tanah benar-benar terjadi. Paling utama adalah hujan, apalagi dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama.

"Hujan dengan durasi lama akan menambah beban atau berat dari batuan yang ada di suatu wilayah itu. Sehingga, itu akan mengakibatkan longsor," jelas Kasbani.

Ketika hujan, air akan tertampung di suatu kawasan. Normalnya, air itu akan masuk ke dalam tanah. Namun, jika tanah atau batuan di suatu daerah itu tak mampu lagi menyerap air, maka terjadi penumpukkan air.

Ketika sudah tak kuat menahan beban akibat air yang ada, tanah itu akan bergerak dan salah satunya menghasilkan longsoran. Kondisi ini juga bisa memicu bencana lain seperti banjir bandang.

Takut Perlu, Waspada Lebih Baik
Meski Pulau Jawa rawan terjadi gerakan tanah, bukan berarti kamu harus punya ketakutan berlebihan ya. Takut memang diperlukan, tapi jangan berlebihan. Potensi gerakan tanah yang ada itu justru harusnya membuat kamu semakin waspada.

Sehingga, melakukan langkah pencegahan harus dilakukan. Hindari 'menggunduli' hutan, mengubah fungsinya, atau bahkan membakarnya. Jika kamu tinggal di daerah perbukitan, perhatikan daerah sekitar apakah terdapat rekahan tanah atau tidak. Sebab, rekahan itu bisa jadi salah satu tanda bakal terjadi gerakan tanah, terutama longsor. Rembesan air di perbukitan juga bisa jadi salah satu tandanya.

Jika menemukan rekahan atau rembesan air, segeralah berkoordinasi dengan instansi terkait agar bisa dilakukan langkah pencegahan sebelum bencana terjadi dan mengancam nyawa. Yang tak kalah penting, siapkan langkah atau perencanaan evakuasi. Sehingga, beberapa waktu sebelum gerakan tanah terjadi, kamu dan keluarga bisa menyelamatkan diri.

Foto: Ilustrasi/dok.BPBD


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler