Kenapa Disuntik Vaksin Harus Dua Kali? Begini Penjelasannya

Jakarta - TemanBaik, vaksinasi COVID-19 tahap kedua sudah dilakukan. Presiden Joko Widodo dan berbagai pihak lainnya kembali disuntik vaksin untuk kedua kalinya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/1/2020).

Nah, sebagian orang mungkin masih ada yang belum paham kenapa penyuntikkan vaksin dilakukan dua kali. Yuk! Simak penjelasannya.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan efektifivas vaksin akan didapatkan setelah dua kali penyuntikkan. Sehingga, penyuntikkan dilakukan dua kali dengan jarak atau jeda dua pekan.

"Kenapa vaksinasi COVID-19 harus dilakukan dua kali dengan jarak 14 hari? Vaksinasi pertama bertujuan untuk mengenalkan vaksin dan kandungan yang ada di dalamnya kepada sistem kekebalan tubuh kita," kata Reisa.

Sedangkan suntikan kedua bertujuan menguatkan respon imun yang telah terbentuk sebelumnya pada tubuh. Sehingga, hasilnya antibodi dalam tubuh bakal lebih optimal dan lebih efektif.

Namun, ia mengingatkan bukan berarti usai divaksin tubuh langsung kebal terhadap COVID-19, baik usai suntikan pertama maupun kedua. Efektivitas vaksin ini baru akan benar-benar maksimal beberapa pekan setelah penyuntikkan kedua.

"Jadi, dua dosis suntikan ini akan memicu respon antibodi yang lebih optimal dan lebih efektif di masa yang akan datang. Tapi, harap diingat ya, bahwa antibodi ini baru akan optimal 14-28 hari setelah suntikan kedua dilakukan," jelasnya.



Baca Ini Juga Yuk: Yuk! Ketahui Fakta & Potensi Gerakan Tanah di Pulau Jawa

Karena itu, penerapan protokol kesehatan tetap perlu dilakukan dalam kurun waktu tersebut. Setelah melewati itu, protokol kesehatan juga diharapkan tetap dilakukan hingga pandemi dinyatakan benar-benar berakhir atau sesuai pengumuman pemerintah.

Perkembangan Vaksinasi
Dalam vaksinasi COVID-19 tahap kedua di Istana, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali jadi orang pertama yang divaksin. Prof. Dr. dr. Abdul Muthalib kembali jadi vaksinator yang menyuntik vaksin pada Jokowi. Seusai vaksin, Jokowi mengatakan tak merasakan gejala signifikan. Ia hanya merasa pegal di area bekas suntikan vaksin.

Ia lalu memaparkan perkembangan vaksinasi COVID-19 saat ini yang ditujukan bagi tenaga kesehatan. Hingga kini, sudah ada sekitar 250 ribu tenaga kesehatan yang mendapatkan vaksin. Jumlah nakes yang mendapat vaksin pun ditargetkan terus bertambah untuk memberi mereka perlindungan sebagai garda terdepan penanganan COVID-19.

Selanjutnya, vaksinasi akan dilakukan kepada TNI/Polri dan petugas pelayanan publik. Ini akan bersamaan dengan pemberikan vaksin kepada masyarakat. Kapan pelaksanaannya?

"Saya kira di bulan Februari, pertengahan sudah bisa masuk ke sana (menjalankan vaksinasi untuk masyarakat)," ucap Jokowi.

Dalam kesempatan itu, ia juga kembali mengingatkan publik agar patuh terhadap protokol kesehatan. Bahkan, selesai divaksin, penerapan protokol kesehatan jadi hal utama yang perlu dilakukan sebagai benteng pertahanan.

Foto: dok. Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr 


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler