Kenalan dengan Gajah Purba yang Pernah Hidup di Indonesia

Bandung - Kehidupan zaman purba selalu menarik untuk diulas. Salah satunya adalah seputar hewan purba yang pernah hidup di masa lampau. Sebab, hewan itu ada yang berevolusi dan tentu saja ada yang benar-benar punah.

Nah, kali ini, BeritaBaik.id akan membahas soal gajah purba yang pernah hidup di Indonesia. Simak ulasannya, yuk!

Untuk membahas tema ini, BeritaBaik.id bertemu dengan paleontolog Museum Geologi Unggul Prasetyo Wibowo. Dengan ramah, ia menjelaskan berbagai hal seputar gajah purba yang merupakan salah satu fokus keahlian penelitiannya.



Secara umum, gajah purba yang pernah hidup di Indonesia ada empat jenis, yaitu stegodon, sinomastodon, stegoloksodon, dan elephas. Setiap jenis itu juga memiliki beberapa spesies berbeda. Daerah penemuan fosilnya pun beragam, tapi semuanya ditemukan di kawasan Indonesia Barat sampai Tengah, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Flores, Sumba Sangihe, Timor, hingga Sulawesi.

"Di Indonesia itu temuannya di barat sampai tengah. Tapi, di tengah pun terbatas di Sulawesi sama NTT. Itu batas yang selama ini kita ketemu. Untuk wilayah timur belum ada ditemukan," kata Unggul.



Baca Ini Juga Yuk: Batu, Jamu, dan Bedak dalam Perjalanan Bung Karno

Fosil gajah purba paling unik adalah yang ditemukan di Sulawesi yang disebut stegoloksodon. Gajah ini punya ciri khas berbeda, yaitu memiliki empat gading di sekitar mulutnya. Sedangkan gading terpanjang diketahui dimiliki stegodon yang bisa mencapai 3,5 meter.

Namun ada juga tak kalah unik, yaitu jenis Stegodon sondari. Kenapa unik? Sebab, gajah dewasa dari jenis ini berukuran kerdil, yaitu sekitar sebesar kerbau dewasa.



Setiap Gajah Purba Punya Ciri Khas Daerah
Unggul mengatakan, gajah purba punya ciri khas masing-masing, misalnya dari pola gigi. Itu disebabkan faktor lingkungan, terutama makanan yang dikonsumsi.

"Sinomastodon giginya lebih besar, itu ada indikasi dia lebih makan ke arah daun-daunan, hidupnya di dalam hutan. Stelgoloksodon giginya tidak terlalu besar, tapi rapat dan panjang, itu ada pendapat dia adaptasi untuk mulai makan rerumputan di area yang lebih terbuka," jelasnya.

Secara umum, gajah purba yang pernah hidup di Indonesia bentuknya tak berbeda jauh. Hal yang membedakan hanya masa mereka hidup.

Di antara fosil gajah purba yang ditemukan, sinomastodon adalah yang tertua dan diperkirakan hidup 1,5 juta tahun lalu. Sedangkan dari segi ukuran, gajah purba paling tinggi diperkirakan mencapai 4 meter, yaitu Elephas maximus. Sementara dari segi usia, gajah purba diperkirakan bisa hidup di kisaran umur 60 tahun.



Masa Hidup
Setiap gajah purba memiliki masa hidup yang berbeda. Di antara gajah purba yang ada, elephas maximus diperkirakan jadi gajah purba terakhir dan jadi nenek moyang gajah sekarang di Indonesia.

"Gajah elephas (maximus) itu hidup sekitar 200 atau 100 ribu tahun lalu. Itu diperkirakan jadi nenek moyang gajah yang sekarang," ungkap Unggul.

Sedangkan secara umum, gajah purba yang hidup di masa antara 700 ribu hingga 2,4 juta tahun lalu adalah Sinomastodon bumiajuensis, Stegogon indonesicus, Stegodon sampoensis, dan Stegodon celebensis.

Pada kurun 700 ribu tahun hingga sebelum 2 juta tahun lalu, ada Stegodon sondari. Sedangkan pada masa lebih dari 100 ribu hingga 700 ribu tahun lalu ada jenis Elephas hysudrindicus, Stegodon trigonecephalus, Stegodon spec. B, Stegodon florensis, Stegodon sumbaensis, dan Stegodon timorensis.



Lalu, dari mana sih gajah-gajah purba di Indonesia berasal? Secara umum, kemungkinan gajah purba yang hidup di Indonesia berasal dari daratan Asia yang masih satu hamparan dengan Indonesia di masa lampau. Mereka diduga sampai ke wilayah Indonesia karena melakukan migrasi untuk mencari makanan.

Foto    : Djuli Pamungkas/beritabaik.id
Layout : Agam Rachmawan/beritabaik.id 
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler