The Traveller, Sepatu Kece yang Buka Donasi untuk Ruang Baca

Bandung - Berawal dari kegemarannya jalan-jalan dan dunia anak, Muhammad Febryansyah kemudian membuka donasi dengan menjual sepatu keren di media sosial. Hasil penjualan sepatu tersebut kemudian disalurkan untuk pembangunan rumah baca di Desa Nyempet, Gunung Puntang, Kabupaten Bandung. Simak ceritanya yuk!


Produk sepatu ini diberi nama The Traveller. Sejauh ini, baru tersedia satu jenis sepatu yakni casual shoes. Sepatu kece yang dibalut warna biru dongker dan putih ini tersedia dalam berbagai ukuran yang tentunya bisa kamu pesan sesuai kebutuhanmu. Oh ya, Febry juga menggandeng dua temannya yang menjalankan produksi sepatu di kaki Gunung Puntang tersebut.

Harga sepatu ini pun cukup terjangkau. Untuk sepatu kasual pendek dibanderol Rp150 ribu, dan untuk sepatu kasual panjang, harganya dibanderol Rp250 ribu. Kabarnya lagi, Febry sedang menyusun katalog sepatu baru yakni untuk anak-anak. Namun, harga dan spesifikasinya belum bisa ia beritahu, sebab desain dan proses produksinya masih direncanakan.

"Awalnya sih karena suka traveling, dan saya melihat ada potensi besar di kampung ini. Akhirnya saya gagas pembuatan sepatu ini," ujar Febry kepada Beritabaik.id.


Proses pembuatan sepatu ini sendiri memakan waktu tiga hingga lima hari, disesuaikan dengan tingkat kerumitan saat pembuatannya. Menariknya lagi, lapisan kain bekas celana jins digunakan sebagai material dari sepatu ini. Febry menyebut material tersebut digunakan untuk membuat pola warna tertentu pada sepatu.

Baca Ini Juga Yuk: Atep, Mantan Kapten Persib Bandung Bicara Vaksin COVID-19

Setelah rampung dan terjual, hasil penjualan dari sepatu ini kemudian bakal disalurkan untuk pembangunan ruang baca di Desa Nyempet. Kondisi ruang baca yang beralamat di Kampung Nyempet RT 05/06, Gunung Puntang, Kabupaten Bandung ini bisa disebut masih setengah jadi alias masih banyak kendala dalam pembangunannya.

Febry menyebut, sejauh ini kendala yang dialami oleh dia dan kawan-kawannya dalam membangun ruang baca di sana antara lain adalah biaya pembangunan. Saat ini, anak-anak di ruang baca tersebut belajar dengan memanfaatkan beberapa lokasi seperti sawah, sungai, atau hutan. Selain itu, nilai pembelian yang disalurkan sebagai donasi juga diperuntukkan bagi pengembangan kampung tersebut.

"Sejauh ini sih dukungannya baru dari teman-teman terdekat aja, karena memang saya juga ‘kan promosi kegiatan ini baru saya bagikan ke beberapa teman dekat saya aja," terangnya.


Dalam sehari, mereka menargetkan penjualan 1 hingga 5 pasang sepatu. Lebih lanjut, dari aksi donasi ini, Febry berharap anak-anak di ruang baca Desa Nyempet ini bisa mendapatkan lebih banyak sumber ilmu lagi. Selain itu, semangat anak-anak di sana membuat Febry bertekad untuk meningkatkan lagi minat baca anak-anak tersebut. Sejauh ini, Febry bergerak independen dan hanya menggandeng teman-teman dekatnya dalam membangun ruang baca ini.

TemanBaik, apabila kamu hendak membantu gerakan yang dijalankan secara independen oleh Febry, kamu bisa menghubungi ke akun Instagram @muhammadfebryansyah02. Panjang umur #AksiBaik!

Foto: Istimewa/Dok. Pribadi

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler