Jakarta Keluar dari 10 Besar Kota Termacet di Dunia

TemanBaik, Provinsi DKI Jakarta selama ini kerap diidentikkan dengan lalu lintas yang padat alias macet. Bahkan, kerap kali Jakarta dimasukkan sebagai salah satu kota termacet di dunia.

Namun, pada Minggu (17/1) Pemprov DKI Jakarta melalu laman Instagram resmi mereka @dkijakarta mempublikasikan jika Provinsi DKI Jakarta keluar dari daftar 10 besar kota termacet di dunia versi TomTom Traffic Index. Berdasarkan data tersebut Jakarta berada di posisi ke-34 dari 416 yang dieliti. 

Pencapaian ini disampaikan Gubernur DKI Anies Baswedan di sela peringatan Hari Pers Nasional 2021 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (9/2/2021). Ia mengatakan dari waktu ke waktu pemerintah Jakarta terus melakukan berbagai perbaikan dan pembangunan, termasuk di bidang transportasi.

"Kami juga melaporkan bahwa Jakarta pada 2020 ini keluar dari daftar 10 kota termacet di dunia," kata Anies. 

Padahal, sejak beberapa tahun terakhir, Jakarta kerap masuk dalam posisi 10 besar dunia sebagai kota termacet. Pada 2017 Jakarta menempati peringkat empat besar, 2018 menjadi nomor tujuh, dan 2019 ada di nomor 10.

"Dan alhamdulillah (untuk) tahun 2020 kita menjadi ranking 31," ungkapnya.

Pencapaian ini menjadi prestasi tersendiri. Secara perlahan, pencapaian itu juga diharapkan semakin menurunkan imej Jakarta sebagai kota yang macet seperti digambarkan banyak orang.

Hal itu juga diharapkan membuat insan pers yang beraktivitas di Jakarta merasa lebih nyaman. Sebab, dengan pekerjaan yang berpacu dengan waktu, berkurangnya tingkat kemacetan tentu akan bisa mempercepat tugas mereka.

Baca Ini Juga Yuk: Berita Baik Bagi Jurnalis di Hari Pers Nasional 2021

Selain itu, dampaknya juga bisa dirasakan berbagai pihak lainnya dalam beraktivitas di Jakarta. Ke depan, berbagai perbaikan di bidang transportasi pun bakal terus dilakukan. Tujuannya agar lalu lintas di Jakarta bisa semakin nyaman dari waktu ke waktu.

Apresiasi Bagi Jurnalis
Dalam kesempatan itu, Anies bersyukur Jakarta dijadikan sebagai tempat digelarnya puncak peringatan Hari Pers Nasional 2021. Hal itu dirasa sebagai sebuah kebanggaan tersendiri.

"Atas nama pemerintah daerah DKI Jakarta, terima kasih Jakarta terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Hari Pers Nasional. Ini merupakan kehormatan bagi kami dan masyarakat Jakarta untuk bisa menjadi fasilitator dalam kegiatan berskala nasional seperti ini," ungkapnya.

Secara khusus, Anies berharap peringatan Hari Pers Nasional menjadi momentum penting. Pemerintah, masyarakat, dan insan pers diharapkan semakin solid dan sinergis, terutama dalam upaya mengakhiri pandemi.

Ia pun menyebut insan pers berperan sangat penting di tengah pandemi COVID-19. Sebab, mereka tak berhenti bertugas meski dalam kesehariannya dibayangi COVID-19.

"Meskipun dalam suasana pandemi yang saat ini sedang kita alami, termasuk Jakarta, insan pers terus bertugas, terus mengambil peran, meskipun harus meninggalkan interaksi bersama keluarga untuk memastikan bahwa kita semua seluruh masyarakat mendapatkan pemberitaan yang aktual, up to date, dan terpercaya," tutur Anies.

"Kami menyambut baik dan kami menyampaikan apresiasi (kepada insan pers) karena kita semua merasakan manfaat dari pemberitaan-pemberitaan itu untuk sama-sama memiliki pemahaman tentang pola hidup sehat dan cara kita mencegah penularan (COVID-19) melalui pembiasaan 3M," ucapnya. 

Ia pun berharap insan pers terus konsisten berjuang memerangi pandemi COVID-19 dengan caranya melalui media massa. Sehingga, pandemi diharapkan segera berakhir.

"Sekali lagi saya mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional kepada seluruh insan pers di Tanah Air. Salam hangat dan salam hormat kepada semua yang berjuang ikut mencerdaskan kehidupan bangsa melalui media," katanya.

"Semoga selalu diberikan kesehatan, semoga selalu diberikan kemudahan, dan insya Allah kita bisa bergandeng tangan saling mendukung untuk bangkit dari pandemi COVID-19 ini," pungkas Anies.

Foto: dok. Biro Pers Sekretariat Presiden

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler