Rumah Subsidi Guru Segera Hadir, Bulan Ini Sudah Ada yang Pindah

Bandung - Berita gembira bagi guru dan tenaga kependidikan di Jawa Barat yang belum punya rumah. Setelah akhir 2020 lalu diumumkan, program Bakti Padamu Guru (Bataru) akan segera dilakukan ground breaking.

Lewat program ini, guru dan tenaga kependidikan bisa mendapatkan akses pembelian rumah subsidi dengan syarat dan cicilan ringan. Enggak hanya bagi guru, mereka yang bekerja di dunia pendidikan juga bisa mendapatkannya, mulai dari staf tata usaha hingga penjaga sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan total bakal ada 10 ribu unit rumah subsidi dalam program Bataru tersebut. Jumlah itu diharapkan akan terus bertambah demi memenuhi kebutuhan yang ada.

Pertengahan Februari ini, secara resmi Bataru akan diluncurkan. Meski begitu, sudah ada rumah yang siap huni dan akan ditempati guru saat peluncuran nanti.

"Pembangunannya bertahap. Yang jelas nanti launching tanggal 17 atau 18 bersama Pak Gubernur (Ridwan Kamil) nanti ground breaking-nya sambil melihat guru yang pindahan," kata Dedi di sela kegiatan Teras Radjiman di Kantor Disdik Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu (10/2/2021).

Baca Ini Juga Yuk: Tanaman Khas Bali dengan Khasiatnya yang Ajaib

Menurutnya, sejauh ini program Bataru akan hadir di 17 kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Yang pasti, syaratnya akan sangat memudahkan bagi guru dan orang yang bekerja di institusi pendidikan untuk mengaksesnya.

Syarat utamanya adalah berpenghasilan maksimal Rp8 juta per bulan dan belum punya rumah. Cicilannya pun ringan, yakni berkisar di angka Rp900 ribuan.

Untuk bisa mengakses program Bataru, nantinya akan ada link khusus yang bisa dikunjungi. Semua persyaratan administrasi dan informasi lengkap bakal ada di situ.

Pertanyaannya, karena baru ada di 17 kabupate/kota, bolehkan guru atau tenaga kependidikan mengakses rumah subsidinya di daerah berbeda, misalnya warga Kota Bandung mengakses rumah di Kabupaten Bandung?

Tenang, boleh kok. Jadi, jika di daerah tempat tinggal tak ada rumah subsidi Bataru, maka bisa diakses di daerah lain. “Boleh-boleh saja,” ucap Dedi.

Bataru sendiri tak hanya ditujukan bagi guru dan tenaga kependidikan di lingkup SMA yang jadi kewenangan Disdik Jawa Barat. Program ini terbuka untuk siapapun selama punya latar belakang atau pekerjaan di bidang pendidikan.

Untuk program Bataru tersebut, ia menegaskan Disdik Jawa Barat tidak dalam kapasitas melakukan pembangunan. Sebab, pembangunan akan dilakukan pengembang dan pembiayaan berasal dari bank yang sudah menjalin kerja sama. Disdik hanya jadi fasilitator agar program Bataru bisa bergulir agar guru dan tenaga kependidikan bisa punya rumah meski mencicil.

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler