Menyentuh Panti Asuhan dengan Cara Beda ala Teman Saling Berbagi

Bandung - #AksiBaik bisa dilakukan siapapun dengan cara masing-masing. Hal ini pula yang dilakukan Yayasan Teman Saling Berbagi. Mereka melakukan kebaikan dengan caranya sendiri.

Semula, Yayasan Teman Saling Berbagi adalah sebuah komunitas di Bandung yang terbentuk pada 2018. Saat itu, kegiatan utamanya fokus melakukan kegiatan sosial dengan panti asuhan sebagai sasaran utama.

"Kenapa panti asuhan yang pertama kali kita pikirkan, khususnya saya sebagai founder? Karena saya merasa panti asuhan ini salah satu yang masih dimarjinalkan oleh banyak orang," ujar Founder sekaligus Managing Director Yayasan Teman Saling Berbagi Farhanah Fitria Mustari.

Selama ini, panti asuhan kerap identik sebagai tempat 'meminta doa' dari anak-anak panti. Tak hanya itu, masyarakat juga terkadang hanya memandang panti asuhan membutuhkan uluran tangan berupa uang. Padahal, ada hal lain yang tak kalah penting, yaitu memberdayakan anak-anak panti asuhan agar bisa jadi pribadi yang lebih baik dan punya daya saing.

"Ada aspek penting yang bisa diberikan (selain uang), seperti mentoring, coaching. Itu yang sebenarnya dibawa sama Teman Saling Berbagi," ungkapnya.

Karena itu, sejak awal, Teman Saling Berbagi bukan fokus pada bagaimana memberikan bantuan uang kepada anak-anak panti asuhan. Mereka memberikan pembekalan penguatan mental, melatih keterampilan, hingga membantu menemukan potensi dari dalam dirinya.

"Ketika kita masuk ke panti, kita bukan menawarkan untuk memberi mereka uang. Tapi bagaimana mengajarkan mereka untuk mengenal dirinya sendiri, mereka bisa bermasyarakat, ketika keluar panti mereka ke mana arah hidupnya," tutur Hana, sapaan akrabnya.

Sejauh ini, ada enam panti asuhan yang konsisten oleh para pengurus Yayasan Teman Saling Berbagi, di antaranya panti asuhan di bawah Yayasan Muhammadiyah, Baitul Arif, dan Yayasan Anak Soleh.

Prinsip Saling Bukan Silang
Terbentuknya Teman Saling Berbagi sebenarnya berawal dari kepedulian Hana dan rekan-rekannya yang saat itu masih mahasiswa untuk melakukan #AksiBaik. Seiring perjalanan, berbagai program digulirkan dan menyasar lebih banyak orang. Bahkan, kini komunitas itu sudah berubah status menjadi yayasan.

Dalam perjalanannya, ada prinsip utama yang dipegang teguh Yayasan Teman Saling Berbagi, yaitu Saling Bukan Silang. Konsep ini membuat pengurus dan orang yang disasar sama-sama punya peran penting. Sehingga, perubahan baik yang diharapkan bisa terwujud.

Saling Bukan Silang ini kemudian melahirkan sejumlah program kegiatan atau pelatihan yang fokus pada peningkatan kemampuan individu maupun komunitas. Ada tiga hal utama yang digulirkan, yaitu Saling Menguatkan, Saling Bicara Baik, dan Saling Mencintai Lebih Baik.

Saling Menguatkan berfokus pada upaya mendukung keberadaan diri sendiri dan sesama, serta membentuk lingkungan sosial yang berdaya. Di dalamnya mengandung unsur optimisme, harapan positif dan rencana aksi, afirmasi diri, dukungan sosial, konsep diri, self and social confidence, dan daya juang.

Berikutnya, Saling Bicara Baik merupakan peranan untuk berbicara terhadap diri sendiri dengan cara yang mendidik, serta berhubungan dengan orang lain melalui komunikasi positif. Di dalamnya berupa afirmasi sesama, komunikasi asertif, perilaku apresiatif, empati, dan perilaku active listening.

Lalu, Saling Mencintai Lebih Baik merupakan peranan untuk menerima diri sendiri sepenuhnya, serta merajut relasi yang penuh cinta dan kekeluargaan. Di dalamnya terdapat bahasa cinta, welas asih diri, cinta secara ilmiah, dan sesi hening.

Beragam program pun hadir. Ada Berbagi MU, Community Training, Dialog H.A.L.O, Women Capacity Building Training, Kindness Virtual Campaign, Conten Collaboration, hinggga Government and Instituion Relation. Tak hanya menyasar panti asuhan, ada juga pihak lain yang turut disasar.

"Seperti judulnya, prinsip (Saling Bukan Silang), kalau prinsip lebih ke landasan filosofis nilai utama bagi seorang individu, bahkan termasuk organisasi untuk bergerak. Jadi, apapun yang kita lakukan di Yayasan Teman Saling Berbagi, kita selalu berhubungan dengan tiga prinsip itu, mau kegiatan sosial, webinar, dan kegiatan lainnya," jelas Hana.

Kesulitan dan Kepuasan
Saat ini, jumlah pengurus di Yayasan Teman Saling Berbagi ada 14 orang. Mayoritas dari mereka sudah aktif sejak masih berstatus mahasiswa, terutama saat masih berbentuk komunitas. Namun, lama-kelamaan mereka juga punya kesibukan masing-masing, ada yang sudah bekerja, berbisnis, hingga masih berkutat dengan kuliah.

Namun, hal itu tak lantas jadi hambatan. Mereka tetap berusaha sama-sama meluangkan waktu untuk aktivitas dan #AksiBaik bersama Yayasan Teman Saling Berbagi. Bahkan, ragam latar belakang para pengurus justru jadi lebih berarti. Sebab, mereka punya beragam pengalaman dan keilmuan yang bisa diterapkan di Yayasan Teman Saling Berbagi.

"Semua sama-sama multiperan, itu akan membantu organisai untuk lebih bertumbuh secra keilmuan karena bisa saling tular-menularkan ilmu dan informasi yang bisa diimplemantasikan di yayasan ini. Poin lemahnya manajemen waktu itu jadi tantangan buat saya sebagai leader bagaimana mengoordinasikan manajemen waktu tersebut agar pada akhirnya semua tujuan tercapai," tutur Hana.

Yang membuat para pengurus bertahan tak lain juga karena ada manfaat bagi diri mereka sendiri. Bukan karena mendapatkan uang, tapi karena ada kepuasan batin yang tak terukur nilainya. Dari perjalanan bersama Yayasan Teman Saling Berbagi, para pengurus juga berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

"Salah satu yang bikin kita bertahan, yayasan ini bisa terus tumbuh, karena kita merasa bahwa ketika kita memberdayakan orang lain, sebenarnya diri kita sendiri terberdayakan. Ketika kita menularkan karakter positif pada orang lain, kita juga sedang dibangun karakter positifnya di dalam diri," paparnya.

"Kita merasa apa yang dilakukan sangat bermakna sekali. Perjalanan dari komunitas di tahun 2018 sampai sekarang 2021 jadi yayasan, itu merupakan produk perjalanan panjang dan kaya akan keilmuan, kayak akan cerita, yang kalau dicari di dalam dunia kampus enggak ada," tandas Hana.

Kini, Yayasan Teman Saling Berbagi terus berjuang menjalankan misinya. Harapan besarnya, semakin banyak panti asuhan dan orang yang mendapatkan manfaat dari kehadiran mereka.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler