Nabung Sampah Jadi Emas di Bandung, Siapapun Boleh Ikut

Bandung - TemanBaik, Pemkot Bandung punya program unik nih, yaitu 'Nabung Sampah Jadi Emas'. Seperti apa sih program ini? Simak ulasannya, yuk!

'Nabung Sampah Jadi Emas' ini adalah program yang digulirkan Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup melalui PD. Kebersihan Kota Bandung. Setelah sebulan dilakukan uji coba, program ini secara resmi diluncurkan Senin (22/2/2021) di TPS 3R Babakan Sari.

Apa sih keunggulan program ini? Sesuai judulnya, kamu bisa menukarkan sampah menjadi emas. Namun, enggak sembarangan sampah yang bisa ditukar, melainkan hanya sampah anorganik yang biasa didaur ulang. Contohnya kardus, beling, hingga botol plastik.

Sampah ini akan ditimbang oleh petugas di bank sampah yang ditunjuk. Nantinya, nilai sampah akan dikonversi menjadi nilai uang. Jika sudah mencapai jumlah Rp40 ribuan, maka bisa ditukarkan menjadi emas mini dengan berat 0,025 gram.

"Nanti kan sampahnya ditimbang. Kan ada nilai uangnya setelah ditimbang. Kalau sudah terakumulasi Rp40 ribuan, itu bisa ditukar jadi emas," kata Direktur PD. Kebersihan Gun Gun Saptari.

Untuk harga emasnya sendiri menyesuaikan sesuai dengan harga emas di pasaran. Namun, untuk saat ini, harga per satu keping emas mini dengan berat 0,025 gram dipatok di harga Rp40 ribuan. Jika harga emas naik, tentu emas ini juga akan naik, begitu juga jika turun.



Baca Ini Juga Yuk: Mau Cari Rumah Subsidi? 3 Aplikasi Ini Bisa Bantu Kamu

Besaran emasnya sendiri beragam dan bisa ditukarkan. Misalnya ketika kamu sudah punya beberapa keping emas dan berat totalnya menjadi 1 gram, maka emas yang ada bisa ditukarkan menjadi satu keping emas 1 gram.

Cara dan Tempat Penukaran
Sudah mulai tertarik menukar sampah menjadi emas? Simak dulu cara penukarannya ya. Langkah pertama, kamu harus mengumpulkan dulu sampah anorganik yang bisa didaur ulang.

Setelah itu, bawa sampahmu ke Bank Sampah Resik di Jalan Babakan Sari, Kota Bandung. Selain di situ, ada unit bank sampah lain yang melayani penukaran sampah jadi emas, yaitu di kawasan Sekelimus, Holis, Surapati, dan Cicabe.

Sampah kamu akan ditimbang dan ditentukan berapa harganya. Kamu akan diberikan semacam buku tabungan untuk mencatat berapa uang yang dimiliki dari hasil setoran sampah. Setelah nominalnya mencukupi untuk ditukar emas mini, baru deh ditukarkan. Jika belum mencukupi, kamu tentunya harus nabung atau setor sampah lagi.

Namun, ada cara kedua yang lebih memudahkan. Kamu bisa membentuk unit bank sampah dengan jumlah anggota minimal 10 orang. Nantinya, unit bank sampah ini akan jadi tempat pengumpulan sampah anggotanya.

"Nanti kalau unit bank sampah ada jadwal pengambilan sampah dari kita. Biasanya minimal 20 kilogram, nanti sampahnya dijemput ke lokasi," jelas Gun Gun.

Warga Luar Bandung Bisa Ikutan
Bagi kamu warga di luar Kota Bandung yang tertarik dengan program Nabung Sampah Jadi Emas ini, tenang, kamu bisa mengikutinya kok. Tinggal bawa saja sampahmu ke lokasi-lokasi unit bank sampah yang sudah ditentukan di atas.

"Kalau ada warga dari luar Bandung yang kebetulan sedang ke Bandung, silakan kalau mau ikut," ucap Gun Gun.

Namun, ini hanya khusus untuk penukaran saja ya. Sedangkan untuk membentuk unit bank sampah tidak bisa dilakukan. Sebab, program unit bank sampah hanya khusus bagi warga Kota Bandung.

"Kalau untuk unit bank sampah hanya untuk (warga) Kota Bandung dulu karena wilayah kerja kita hanya di Kota Bandung," jelasnya.

Tak Mau Tragedi Leuwigajah Terulang
Ada alasan besar di balik digulirkannya program Nabung Sampah Jadi Emas ini. Jika ditarik mundur ke belakang, Bandung sempat jadi lautan sampah. Itu akibat terjadi longsor di TPA Leuwigajah pada 2005.

Saat itu, sampah di Kota Bandung berserakan di mana-mana karena TPA Leuwigajah akhirnya ditutup. Lautan sampah pun terjadi karena saat itu produksi sampah di Bandung bisa mencapai 1.000 ton per hari.

Karena itu, berbagai program yang berhubungan dengan pengolahan sampah digulirkan, di masa kepemimpinan Wali Kota Bandung Dada Rosada, Ridwan Kamil, hingga kini Oded M. Danial.

Ia tak mau kejadian serupa terulang. Apalagi, saat ini produksi sampah di Kota Bandung per harinya berkisar 1.300-1.500 ton. Jika TPA yang ada saat ini tak bisa lagi menampung sampah, peristiwa Bandung Lautan Sampah bukan tak mungkin kembali terjadi.

Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengatakan persoalan sampah harus diatasi bersama. Sebab, tak bisa hanya pemerintah saja yang memikirkan dan mengelolanya. Di saat yang sama, warga diajak mulai bijak dalam menyikapi persoalan sampah.

Salah satunya adalah menyadarkan pentingnya memilah dan mengolah sampah. Namun, diakuinya bukan hal mudah menanamkan pemahaman dan pengetahuan tersebut. Perlu 'pemancing' agar warga mau terlibat aktif dalam mengurus masalah sampah.

Nabung Sampah Jadi Emas pun diharapkan jadi pemantik agar warga semangat memilah sampah. Dengan cara itu, efek besarnya warga diharapkan semakin sadar akan pentingnya mengelola sampah mulai dari rumah sendiri.

"Pemerintah akan terus berupaya, tapi kita tidak akan ada artinua kalau hanya bekerka sendiri tanpa keterlibatan masyarakat. Apalagi, urusan sampah ini adalah urusan bersama. Maka, mari kita sama-sama mengelola sampah mulai dari rumah masing-masing," ajak Oded.

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler