Begini Cerita di Balik Keriuhan 'Bengkel Termahal di Bandung'

Bandung - TemanBaik, beberapa hari ini sedang viral di media sosial soal bengkel termahal di Kota Bandung. Tak tanggung-tanggung, di bagian depan bengkel ini memang terpasang spanduk besar bertuliskan 'BENGKEL TERMAHAL DI KOTA BANDUNG'.

Saat mendatangi di lokasi, di sana memang terpasang spanduk yang sedang viral tersebut. Lokasi bengkel ini ada di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di dekat perempatan Jalan Inhoftank.

Jika dari arah Terminal Leuwipanjang, bengkel ini ada di sebelah kiri jalan, tepat setelah stopan alias traffic light. Sepintas, memang tak ada yang berbeda dari aktivitas bengkel pada umumnya di lokasi. Yang membedakan hanyalah spanduk dengan warna ngejreng.

Adanya spanduk ini cukup menarik perhatian, terutama pengendara yang kebetulan berhenti di traffic light. Sesekali terlihat pengendara memotret bengkel itu saat menunggu giliran lampu berwarna hijau.

Alhasil, di media sosial bertebaran foto-foto tentang bengkel itu. Banyak yang penasaran kenapa bengkel bernama PD. Alfa Oil itu memasang spanduk seperti itu. Benarkah ini bengkel termahal di Bandung?



Baca Ini Juga Yuk: Jangan Kasih Kendor, Tetap Pakai Masker saat Berkendara, Yuk!

Berawal dari Keluhan Konsumen
Riris, pemilik bengkel, membagi cerita di balik bengkelnya yang mendadak viral. Ide pemasangan spanduk itu berawal dari keluhan konsumen beberapa waktu lalu.

Sekitar pukul 01.00 WIB, ada seorang pengendara yang datang ke bengkel 24 jam itu. Sang pengendara bermaksud menyervis motornya yang bermasalah.

Negosiasi pun terjadi dan keluar angka untuk biaya servis. Sebagai tanda jadi, pihak bengkel meminta uang muka dan diberikan Rp300 ribu oleh sang pengendara. Sepeda motor ditinggalkan di lokasi karena memang perlu ditangani. Sedangkan pemililnya pulang.

Singkat cerita, pemilik sepeda motor itu datang lagi ke lokasi dan menyatakan tak jadi servis. Alasannya, biaya servis dirasa sangat mahal setelah berkonsultasi dengan temannya.

Pihak bengkel pun tak mempermasalahkan meski sebenarnya biaya servis yang sempat disodorkan adalah harga estimasi. Biasanya, setelah selesai servis baru akan dihitung ulang berapa total biayanya, bisa kurang dari harga estimasi atau lebih. Sepeda motor pun dibawa sang pemilik, uang muka yang sempat diterima pihak bengkel juga dikembalikan utuh.

Namun, muncul masalah setelah itu. Tak lama berselang, bengkel ini menjadi viral di media sosial dan disebut mematok harga mahal. Itu karena teman sang pemilik motor memviralkannya melalui Facebook.

"Pagi-pagi banyak yang SMS ke saya, banyak yang maki-maki," ujar Riris.

Ia pun merasa heran. Sebab, sang pemilik motor urung menyervis di bengkelnya, uang muka yang sudah diterima pun sudah diserahkan kembali.

"Motornya sudah enggak ada, servisnya juga enggak jadi, kok malah menjelek-jelekkan, kan heran," sesalnya.



Melawan dengan Kreatif
Karena sudah terlanjur viral sebagai bengkel mahal, akhirnya justru dibuat spanduk 'BENGKEL TERMAHAL DI KOTA BANDUNG' dan dipasang sejak Sabtu (20/2/2021).

Ini sebagai bentuk 'perlawanan' agar isu bengkel mahal ini bisa dipatahkan. Cara kreatif ini justru berbuah hasil. Alih-alih sepi karena diviralkan mahal, bengkel ini justru mengalami peningkatan jumlah konsumen signifikan sejak spanduk itu dipasang.

"Kalau di sini sebenarnya ramai terus. Tapi setelah pasang spanduk itu jadi lebih ramai. Karena ini kan lokasinya pinggir jalan, terus banyak yang penasaran juga buktiin benar enggak sih bengkel ini mahal," jelas Riris.

Secara umum, biaya servis di sini punya harga standar yang tak beda jauh dengan bengkel lain. Bahkan, jika dibandingkan bengkel resmi, harga di sini jauh lebih murah. Untuk ganti oli sepeda motor misalnya, harganya di kisaran Rp45 ribu. Selain itu, di tembok bengkel juga terpasang harga servis agar konsumen tahu tanpa harus bertanya.

Riris pun menegaskan jika menyervis sepeda motor di sana, memang konsumen kerap diberikan estimasi harga. Harganya bisa nego juga kok. Servis pun baru dilakukan jika kesepakatan antara konsumen dan pihak bengkel terjadi. Jadi, ia memastikan enggak ada tipu-menipu, apalagi inisiatif mengganti onderdil dan 'menembak' harga belakangan.

Di bengkel ini, konsumen juga bisa kok membawa onderdil sendiri dari luar bengkel. Sehingga, konsumen hanya perlu membayar jasa bongkar-pasang saja.

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler