Mengenal Vaksin COVID-19 Anhui yang Sedang Diujiklinis di Bandung

Bandung - TemanBaik, publik sudah familiar dengan vaksin COVID-19. Tapi, belakangan ini muncul vaksin COVID-19 Anhui. Vaksin ini mulai dilakukan uji klinis tahap ketiga di Bandung terhitung 3 Maret 2021. Kenal lebih lanjut, yuk!

Vaksin COVID-19 Anhui merupakan vaksin yang dikembangkan Zhifei Longcom Biopharmaceutical. Perusahaan asal China ini merupakan perusahaan farmasi yang juga mengembangkan vaksin meningitis bagi jemaah haji dan umrah dari Indonesia.

Saat ini, selain di Indonesia, vaksin itu juga melakukan uji klinis di berbagai negara, mulai dari Pakistan, Ekuador, dan Uzbekistan. Di dunia, target dari uji klinis fase ketiga ini mencapai 29 ribu orang, termasuk di Indonesia.

Untuk uji klinis fase pertama dan kedua, ini sudah dilakukan di China. Pada fase pertama, uji klinis melibatkan 50 orang. Sedangkan pada fase kedua melibatkan 900 orang.

Agar bisa digunakan untuk umum, vaksin itu perlu melewati uji klinis fase ketiga yang melibatkan lebih banyak orang. Tak hanya di negara pembuatnya, uji klinis fase ini dilakukan di berbagai negara. Hal serupa juga dilakukan sebelum vaksin Sinovac bisa dipakai di Indonesia dan berbagai negara lain.

Uji Klinis di Bandung Libatkan 2 Ribu Relawan
Di Indonesia, uji klinis fase ketiga vaksin Anhui dilakukan di Bandung. Total, ada 2 ribu orang yang menjadi relawan yang berlokasi di enam rumah sakit. Pihak yang melakukan penelitian adalah dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad).

"Kita harapkan agar semua uji klinis ini berjalan lancar," kata peneliti utama uji klinis fase ketiga vaksin COVID-19 Anhui FK Unpad dr. Rodman Tarigan, Sp.A(K)., M.Kes., dalam keterangan resminya.
Menurutnya, uji klinis tersebut sudah mendapat izin dari Komite Etik RSHS, izin uji klinis dari BPOM, serta terdaftar di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI. "Alhamdulillah proses administrasi sudah berjalan dengan lancar," ungkapnya.

Sejauh ini, sudah ada 572 subyek yang terdaftar sebagai relawan. Pendaftaran bagi yang ingin menjadi relawan pun akan dibuka hingga akhir April 2021.

Hasil Uji Klinis Fase Sebelumnya
Sebelum menjalani uji klinis fase ketiga, vaksin tersebut sudah melalui uji klinis fase pertama dan kedua. Apa hasilnya? Menurut Rodman, hasil uji klinis tersebut dinyatakan aman dan memberikan kekebalan yang sangat bagus terhadap COVID-19.

Namun, uji klinis fase ketiga perlu dilakukan untuk menentukan tingkat kemanjuran vaksin atau tingkat efikasinya. "Kita berharap tentunya efikasinya di atas ambang batas WHO, di atas 50 persen," harapnya.

Proses Uji Klinis Fase Ketiga
Rodman mengatakan, uji klinis fase ketiga di Bandung akan berlangsung 12-14 bulan. Setiap relawan akan dilakukan penyuntikan vaksin atau plasebo selama tiga kali dengan interval satu bulan sekali. Tim juga akan memantau kondisi setiap relawan selama uji klinis

Hasil dari uji klinis nantinya bakal dilaporkan ke BOM untuk dijadikan pertimbangan diterbitkannya Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EuA). Paling cepat, EuA bakal dikeluarkan September 2021.

Apa Itu Vaksin Rekombinan
Vaksin COVID-19 Anhui sendiri merupakan vaksin rekombinan. Apa sih yang dimaksud vaksin rekombinan ini? Vaksin ini diambil dari bagian kecil virus yang masih hidup.

Penggunaan bagian kecil virus ini merupakan hal biasa dalam pembuatan vaksin. Namun, tentu penggunaannya sudah melalui prosedur ketat dan efek negatifnya sudah diminimalisir agar tidak berdampak buruk bagi penggunanya.

Di Indonesia, vaksin ada vaksin rekombinan yang sudah digunakan dan sejauh ini tak menimbulkan masalah. Vaksin rekombinan yang digunakan di Indonesia adalah vaksin Hepatitis B.

"Sebetulnya (vaksin rekombinan) sama (dengan vaksin yang virusnya inaktif) dan biasa saja," ujar Guru Besar FK Unpad Prof. Dr. Kusnandi Rusmil, dr., Sp.A(K)., M.M.

Foto: Ilustrasi Freepik
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler