Rumah Dinas Ridwan Kamil Dijadikan Tempat Vaksinasi

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mulai hari ini meminjamkan rumah dinasnya untuk menjadi tempat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 massal. Rumah dinas pria yang akrab disapa Emil itu disebut Gedung Negara Pakuan yang terletak di Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung.

Secara resmi, vaksinasi massal di Gedung Negara Pakuan akan berlangsung mulai hari ini, Rabu (10/3/2021). Di hari pertama, sasaran yang divaksinasi adalah 101 ulama dan 43 tokoh masyarakat. Rencananya, ada 101 ulama dan 43 tokoh.

Tokoh-tokoh Jabar dahulu. Sesepuh semua akan disuntik vaksin di sini (Gedung Pakuan). Setelah itu, Gedung Pakuan akan dijadikan tempat pelayanan vaksinasi," kata Emil.

Harapan besarnya, para ulama dan tokoh masyarakat itu diharapkan membuat publik semakin yakin dan mau mengikuti vaksinasi. Hal itu sama seperti yang pernah dilakukan Presiden Joko Widodo, Emil, dan berbagai tokoh lainnya.

Emil sendiri sengaja meminjamkan rumah dinasnya untuk dijadikan lokasi vaksinasi massal. Tujuannya agar proses penyuntikkan vaksin bisa dilakukan lebih cepat demi membentuk kekebalan kelompok.

Selain Gedung Negara Pakuan, ia juga menjadikan area perkantoran Gedung Sate di Kota Bandung menjadi lokasi vaksinasi massal. Gedung Sate sendiri merupakan temat Emil ngantor bersama para aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Jawa Barat.

Baca Ini Juga Yuk: Datangnya Vaksin AstraZeneca dan Perkembangan Program Vaksinasi

Dorong Kepala Daerah Lakukan Hal Serupa
Apa yang dilakukan Emil itu menjadi inovasi tersendiri dalam upaya mempercepat proses vaksinasi. Ia pun mendorong agar yang dilakukannya dicontoh para kepala daerah se-Jawa Barat.

Dengan begitu, lokasi vaksinasi di setiap daerah akan bertambah. Sehingga, proses vaksinasi bisa lebih cepat selesai dan pandemi segera berakhir.

"Kalau Gedung Pakuan dipakai untuk tempat vaksinasi, maka wali kota dan bupati di Jabar dapat melakukan hal yang sama (di rumah dinasnya)," ucap Emil. 

Selain itu, Emil juga meminta institusi di Jawa Barat yang memiliki gedung besar untuk meminjamkan tempatnya sebagai tempat pelayanan vaksinasi. Sebab target vaksinasi di Jawa Barat cukup besar dan memerlukan banyak lokasi vaksinasi.

"Kami sudah menghitung kecepatan vaksinasi di Jabar. Hari ini vaksinasi masih 22 ribu per hari. Jika target vaksinasi ingin tercapai, kita harus naik ke 150 ribu per hari. Mengandalkan puskesmas tidak cukup," tuturnya. 

"Maka, arahan saya, untuk mengejar 150 ribu penyuntikan vaksin per hari, maka Gedung Pakuan dan Gedung Sate juga akan digunakan sebagai tempat pelayanan vaksinasi," imbuhnya.

Emil menambahkan, selain menghitung ketersediaan vaksin COVID-19, skema percepatan vaksinasi harus disusun. Salah satunya dengan memanfaatkan gedung-gedung besar. Pada tahap II vaksinasi, jumlah sasaran vaksinasi mencapai 6,6 juta orang.

Foto: dok. Humas Jabar
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler