Menyulap Sampah Jadi Vespa hingga Moge

Bandung - TemanBaik, pernah membayangkan sampah diolah menjadi sepeda motor, mulai dari Vespa hingga motor gede alias moge? Di Bandung, ada loh yang bisa melakukannya, yaitu Ade Syaripudin.

Warga yang tinggal di kawasan Sasak Gantung, Kelurahan Balonggede, Kecamatan Regol, Kota Bandung itu punya kreativitas untuk mengolah sampah anorganik menjadi sepeda motor. Namun, tentu bukan sepeda motor beneran ya, melainkan berupa miniatur. Ia juga bisa membuat beberapa bentuk lain, mulai dari robot hingga perahu.

Ia memanfaatkan sampah yang ada di sekitar tempat tinggalnya, mulai dari kaleng minuman, tutup botol, plastik bekas, hingga komponen elektronik bekas. Ia menyulapnya sedemikian rupa hingga akhirnya barang-barang bekas itu jadi benda bernilai seni.

Ade sendiri sejak kecil punya bakat di bidang seni dan kerajinan. Namun, bakat itu tak tersalurkan karena ia ikut bersama kakaknya bekerja di pasar sebagai penjual daging selama hampir 50 tahun.



Baca Ini Juga Yuk: Mendorong Produk Lokal Melalui Boyolali Lokal Mart

Di awal tahun 2000-an, usahanya bangkrut. Ia pun mulai berpikir untuk mencari pekerjaan lain. Atas saran dari anaknya, Ade sempat berkreasi membuat anyaman dari plastik bekas bungkus makanan dan minuman yang dibentuk menjadi tas hingga alas duduk.

"Kata anak waktu itu, daripada hulang-huleng (melamun), mending bikin tas dari plastik bekas kopi. Karena katanya saya bisa bikin apapun dari plastik seperti kerajinan, lalu dijual Rp10-15 ribu," kata Ade.

Singkat cerita, ia pun akhirnya membuat berbagai kreasi lainnya dengan barang-barang bekas. Awalnya, ia membuat miniatur moge dari kaleng bekas minuman. Butuh waktu minimal satu hari untuk bisa mengerjakan miniatur sepeda motor.

"Sebetulnya pengerjaannya bisa lebih cepat, tapi masih terkendala alat. Saya ingin punya gerinda sama step. Kalau sekarang masih alay yang seadanya," ungkap Ade.



Seiring berjalannya waktu, ada banyak benda lain yang dikreasikannya dari barang bekas. Awalnya, sebagian benda kreasinya itu hanya jadi pajangan. Namun, baru di tahun ini ia menjualnya.

Namun, ia tak mematok harga pasti untuk setiap kreasinya. Sebab, bahan yang dipakai adalah barang bekas. Sehingga, ia cukup kesulitan untuk menentukan harga karena khawatir terlalu mahal atau terlalu murah. Harga untuk hasil kerajinannya pun lebih banyak berdasarkan kesepakatan antara dirinya dengan pembeli alias tak dibanderol dengan harga pas.

"Karena saya jiwanya pekerja, bingung juga menentukan harga. Seperti miniatur motor gede, dibeli Rp100 ribuan karena mungkin lihat bahannya juga bukan hasil beli, tapi dari bahan daur ulang," tuturnya.

Sementara meski dari hasil kreasinya bisa menghasilkan uang, ada tujuan lain yang ada dalam benak Ade. Ia ingin memanfaatkan sampah agar menjadi barang yang lebih bermanfaat daripada menimbulkan masalah lingkungan.

"Yang terpenting, saya bikin ini untuk mengisi waktu luang, berkarya. Sampahnya juga jadi bisa bermanfaat, tidak terbuang percuma. Kalau ada yang beli, syukur alhamdulillah," ungkap Ade.

Nah, jika TemanBaik berminat membeli barang hasil kreasi Ade, kamu bisa datang langsung ke rumah beliau di Jalan Sasak Ganung, Gang Ratna Nomor 127/18C RT 01 RW 06, Kelurahan Balonggede, Kecamatan Regol, Kota Bandung. Kamu juga bisa menghubungi Ade melalui nomor 0831-4527-9414.

Foto: dok. Humas Kota Bandung

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler