Divaksin COVID-19 saat Puasa Batal Enggak, Ya?

TemanBaik, program vaksinasi COVID-19 masih akan bergulir selama beberapa bulan ke depan. Sebab, masih ada banyak sasaran penerima vaksin yang belum divaksinasi.

Hal yang menarik, dalam waktu dekat umat muslim di Indonesia akan menghadapi bulan Ramadan. Tentu jadi kewajiban bagi umat muslim untuk berpuasa. Namun, saat Ramadan nanti, program vaksinasi bakal tetap bergulir.

Program vaksinasi sendiri menerapkan skala prioritas dalam praktiknya. Di tahap awal, para tenaga kesehatan menjadi sasaran utama karena ada di garda terdepan penanganan COVID-19. Selanjutnya, berturut-turut sasaran beralih ke TNI/Polri, petugas pelayanan publik, dan nantinya masyarakat secara bertahap.

Nah, di antara kamu mungkin ada yang bertanya, batal enggak sih jika divaksinasi saat puasa? Jawabannya adalah tidak. Puasa kamu akan tetap sah kok. Simak penjelasannya, yuk!

Baca Ini Juga Yuk: #AksiBaik Berbagi Tablet Berisi Aplikasi Smart Learning

Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Komisi Fatwa pun sudah menegaskannya dengan mengeluarkan Fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi COVID-19 Saat Berpuasa. Karena itu, umat muslim tak perlu khawatir ibadah puasanya akan batal gara-gara divaksinasi.

"Ini sebagai panduan bagi umat Islam agar dapat menjalankan puasa Ramadhan dengan memenuhi kaidah keagamaan. Pada saat yang sama, ini dapat mendukung upaya mewujudkan herd immunity melalui vaksinasi COVID-19 secara masif," kata Ketua MUI Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam Sholeh.

                                                                             Foto: dok. mui.or.id

Kenapa Enggak Membatalkan Puasa?
Nah, mungkin masih ada yang bertanya-tanya, kenapa sih vaksinasi tidak membatalkan puasa? Itu karena vaksin COVID-19 ini dimasukkan ke dalam tubuh dengan cara disuntikkan melalui otot. Model ini dikenal dengan istilah injeksi intramuskular.

Jakarta - "Vaksinasi COVID-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuskular (suntik) tidak membatalkan puasa. Hukum melakukan vaksinasi COVID-19 bagi umat Islam yang sedang berpuasa dengan cara injeksi intramuskular adalah boleh, sepanjang tidak menyebabkan bahaya (dharar)," jelas Asrorun.

Bentuk Ikhtiar
Dalam kesempatan terpisah, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan, dikeluarkannya fatwa tersebut memberikan kepastian bagi umat Islam yang akan berpartisipasi dalam program vaksinasi saat Ramadhan. Adanya fatwa MUI itu diharapkan umat Islam tidak merasa ragu lagi untuk divaksinasi COVID-19.

Selain itu, vaksinasi adalah jadi salah satu bentuk ikhtiar agar tidak terpapar COVID-19. Vaksinasi juga bertujuan untuk meningkatkan herd imunity alias kekebalan kelompok. Jadi, meskipun sedang berpuasa, divaksinasi tetap dipandang sebagai salah satu solusi terbaik di tengah pandemi.

"Oleh karena itu, umat Islam wajib untuk berpartisipasi dalam program vaksinasi nasional, yang dilaksanakan pemerintah untuk mewujudkan kekebalan komunitas dan juga sebagai bentuk ikhtiar untuk melindungi diri dan terbebas dari COVID-19," ucap Wiku.

Foto: Ilustrasi Pexels/Nataliya Vaitkevich
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler