Jalani Vaksinasi COVID-19 saat Ramadan? Ini yang Perlu Kamu Tahu

Bandung - TemanBaik, program vaksinasi COVID-19 masih berjalan terus hingga beberapa waktu ke depan. Bahkan, saat Ramadan, vaksinasi juga akan tetap berjalan seperti biasa. Di Kota Bandung misalnya, vaksinasi akan tetap dilakukan sesuai jam operasional, yakni dari pagi hingga sore.

Soal vaksinasi saat Ramadan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menegaskan boleh dilakukan dan tak membatalkan puasa. Sebab, vaksinasi dimasukkan dengan cara disuntikkan, bukan seperti obat yang harus melalui mulut.

Selain itu, ada berbagai hal lainnya yang membuat vaksinasi boleh dilakukan meski kamu sedang berpuasa. Namun, ntinya, vaksinasi boleh dilakukan saat Ramadan, terutama bagi umat muslim yang sedang berpuasa.

Lalu, apa yang harus dipersiapkan bagi mereka yang akan divaksinasi ketika berpuasa. Secara umum, enggak ada persiapan khusus kok. Hal yang terpenting, kamu dalam kondisi sehat sebagai syarat utama boleh divaksin. Selain itu, tentunya petugas akan menentukan setelah melakukan skrining apakah kamu boleh divaksin atau tidak.

"Para ahli sudah menyampaikan, secara medis tidak ada perbedaan antara sedang puasa atau tidak. Yang pasti vaksinasi ini dilakukan kepada orang yang sehat," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung Rosye Arosdiani Apip di Balai Kota Bandung, Selasa (6/4/2021).

Baca Ini Juga Yuk: Ini 11 Panduan Ibadah Ramadan di Tengah Pandemi

Kalaupun orang yang akan divaksinasi memiliki penyakit tertentu, petugas akan memastikan boleh atau tidak menerima vaksinasi. Sebab, ada berbagai indikator penilaian dan penentuan seseorang boleh divaksin atau tidak.

Karena itu, sangat penting bagi orang yang akan divaksin untuk menyampaikan kepada petugas soal penyakit yang diidap. Tujuannya agar vaksin tidak menimbulkan efek samping.

Disinggung soal imbauan makan lebih dulu sebelum divaksin, saat Ramadan hal itu tak perlu dilakukan. Sebab, umat muslim yang berpuasa biasanya akan makan sahur lebih dulu. Sehingga, meski jarak antara makan sahur dan waktu divaksin cukup lama, hal itu tak masalah.

Menurut Rosye, selama ini orang yang akan divaksin memang diimbau untuk makan lebih dulu. Di balik itu, ternyata ada tujuannya loh. Dengan makan dulu, yang bersangkutan akan terhindar dari sakit seperti pusing karena telat makan.

"Kenapa dianjurkan makan sebelum divaksin? Tujuannya untuk menghindari kejadian, misalnya pusing karena kurangnya kadar glukosa pada tubuh (akibat terlambat makan)," ungkapnya.

Dengan begitu, ketika reaksi setelah divaksinasi bisa lebih jelas, apakah karena kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) atau hal lain. Sehingga, petugas bisa mengambil langkah tepat untuk menanganinya. "Kalau seperti itu (pusing atau sakit lain karena telat makan), jadi bias apakah karena vaksin atau bukan," jelas Rosye.

Sedangkan saat berpuasa, perut akan terisi. Asupan glukosa dan nutrisi lain bisa terpenuhi. Sehingga, dampak akibat kekurangan kandungan itu bisa diminimalisir. Jadi, intinya vaksinasi saat Ramadan aman dan tidak membatalkan puasa. Jangan ragu divaksinasi ya TemanBaik jika kamu kebagian jadwal saat Ramadan.

Foto: Ilustrasi Unsplash/Joshua Hoehne
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler