Fakta Wajah Kartini yang Pernah Ada di Beberapa Seri Uang Rupiah

Jakarta - TemanBaik, pada 21 April ini diperingati sebagai Hari Kartini. Peringatan ini merujuk pada kelahiran R.A. Kartini pada 21 April 1879. Nah, bicara soal sosok Kartini, tahu enggak jika wajah beliau pernah dihadirkan dalam mata uang kita? Simak ulasannya, yuk!

Sosok Kartini sendiri merupakan pembawa semangat baru, yakni semangat kebebasan, kesetaraan, modernisasi, dan anti-feodalisme. Ragam pikiran dan gagasannya yang bertemakan semangat baru itu Ia tuliskan lewat surat.

Kumpulan surat itu kemudian diterbitkan di Belanda menjadi sebuah buku. Judulnya 'Door Duisternis Tot Licht'. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, artinya 'Habis Gelap Terbitlah Terang'. Tentu kamu sudah familier kan dengan judul atau kalimat tersebut?

Buku itu menjadi bacaan wajib aktivis pergerakan di masa penjajahan Hinda-Belanda. Buku itu juga sekaligus turut membuka keasadaran nasional di kalangan pelajar pribumi.

Baca Ini Juga Yuk: Sering Dianggap Kasar, Begini Sebenarnya Posisi Kata 'Aing'

Jika dibandingkan dengan sosok lain, Kartini memang punya cara berjuang sendiri. Ia tidak berada di garda terdepan dan mengangkat senjata seperti Cut Nyak Dien atau Laksamana Malahayati saat melawan penjajah.

Kartini juga bukan seorang yang tampil di mimbar umum, memimpin dan mengorganisasi massa. Namun, Kartini tetap punya peran penting. Ia jadi pembuka jalan sekaligus pencetus cara berpikir baru. Jalan pikirannya menjadi rujukan dan inspirasi bagi banyak orang hingga sekarang.

Singkat cerita, sosok Kartini sebagai inspirator diabadikan dalam uang. Wajah beliau pernah muncul dalam uang pecahan Rp5 pada 1953. Uang itu merupakan uang rupiah seri tokoh dan kebudayaan, yakni seri uang yang pertama kali dicetak Bank Indonesia (BI).

Uang Rp5 ini sebenarnya sudah disiapkan sejak 1952. Saat itu, BI sedang mempersiapkan kelahirannya setelah menasionalisasi Dr Javasche Bank (DJB) pada 1951. Namun, karena undang-undang tentang BI baru ada pada 1953, uang kertas itu baru resmi dikeluarkan pada 2 Juli 1953.

Masa penggunaan uang berisi wajah Kartini ini hanya sekitar sembilan tahun karena ditarik BI pada 1961. Setelah itu, wajah Kartini menghilang cukup lama.

Namun, waiah Kartini kemudian dihadirkan kembali dalam uang kertas, tepatnya nominal Rp10.000 emisi 1985. Uang ini ditarik lagi oleh BI pada 1995. Setelah itu, belum ada lagi uang dengan waiah Kartini yang dicetak.

Foto: dok. Bank Indonesia

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler