Pohon Rindang di Jalan Kok Dipangkas? Begini Penjelasannya

Bandung - TemanBaik, tahu enggak jika pepohonan di pinggir jalan, terutama yang tinggi dan besar, kerap dipotong atau dipangkas? Pemangkasan ini biasanya dilakukan petugas khusus di bawah kewenangan pemerintah daerah.

Bagian yang dipangkas biasanya sebagian saja, misalnya bagian dahan atau ranting. Namun, terkadang ada juga pohon yang dipangkas sampai ke akarnya. Ini ternyata enggak sembarangan dilakukan loh.

Jika kamu berpikir pemangkasan ini demi alasan estetika, ya, benar. Dengan dipangkas, pohon akan terlihat indah dan rapi. Apalagi jika jumlahnya di sepanjang jalan banyak, lebih enak dipandang kan jika terlihat rapi?

Namun, ada yang jauh lebih penting loh dari sekadar alasan estetika. Pemangkasan bertujuan menghindari adanya ranting atau dahan yang patah, termasuk meminimalisir pohon tumbang. Apalagi ketika musim hujan terjadi, potensinya bakal lebih besar.

Jika dibiarkan, pohon ini sewaktu-waktu bisa memakan korban. Bisa saja dahan atau rantingnya jatuh menimpa kendaraan, rumah, bahkan orang. Tentu enggak mau kan kalau sampai ini terjadi sama kamu? Karena inilah pohon wajib dipangkas.

Sebelum dipangkas, pohon biasanya bakal dilihat dulu hingga dianalisa apakah berpotensi menimbulkan hal negatif atau tidak. Setelah itu, barulah pohon akan diputuskan perlu dipangkas atau tidak.

Meski begitu, enggak semua orang paham alasan di balik pemangkasan tersebut. Bahkan, tak jarang ada masyarakat yang protes saat pemangkasan dilakukan.

"Demi keselamatan, pohon di jalan itu kita pangkas. (Kadang masyarakat ada yang bertanya) kenapa pohonnya dipangkas padahal pohonnya kelihatan bagus," ujar Kepala UPT Penghijauan dan Pemeliharaan Pohon DPKP Kota Bandung Roslina.



Baca Ini Juga Yuk: 'Pulihkan Bumi', Jadi Tema Hari Bumi Tahun Ini

Pertanyaan semacam itu menurutnya lumrah. Sebab, enggak semua warga paham alasan dibalik pemangkasan pohon. Pemangkasan justru merupakan bagian dari perawatan pohon. Pihaknya pun kerap memberi penjelasan kepada mereka yang protes.

Dengan dipangkas, pohon memang bakal terkesan lebih 'kurus'. Namun, di balik itu, usai dipangkas, justru pohonnya bakal lebih sehat dan rimbun. "Setelah dipangkas, justru daun pada pohon akan lebih subur dan lebih cepat tumbuh," jelas Roslina.

Selain itu, pemangkasan ini memang bertujuan agar pohon enggak terlalu rimbun. Sebab, ketika terlalu rimbun, potensi dahan atau rantingnya patah sewaktu-waktu bisa diminimalisir. Bahkan, bukan enggak mungkin ujung-ujungnya enggak hanya dahan, tapi pohonnya pun tumbang.

"Makanya pohon itu kenapa tidak boleh terlalu rimbun, itu karena (pohon yang terlalu rimbun) bisa jadi salah satu faktor patah dahan atau tumbang," jelas Roslina.

Sedangkan pohon yang harus dipangkas sampai ke batang atau akarnya, justru karena dipandang akan sangat berbahaya jika dibiarkan. Sebab, pohon itu biasanya memang sudah 'tidak sehat' dan rawan tumbang, apalagi di musim hujan.

Ketika hujan terjadi, pohon yang sudah 'tidak sehat' itu bisa saja tak mampu lagi bertahan di tempatnya akibat enggak mampu lagi menahan beban air. Sehingga, pohon itu kemudian bisa tumbang dan membahayakan lingkungan sekitar.

Oleh karena itu, pemangkasan pohon ini sebaiknya enggak dimaknai sebagai tindakan negatif ya. Namun, di saat yang sama, warga juga diimbau turut menjaga kelestarian pohon di jalanan.

Beberapa hal yang perlu dihindari adalah menembok bagian sekitar pohon, membakar sesuatu di dekat pohon, hingga membuang cairan berbahaya di dekat pohon yang bisa mengakibatkan pohon itu mati.

Yuk, sama-sama jaga kelestarian lingkungan, termasuk menjaga pohon yang ada di sekitarmu! Bahkan, jauh lebih baik jika kamu juga turut menanam pohon demi menambah keasrian dan kesehatan lingkungan.

Foto: Ilustrasi Unsplash/Veteerzy

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler