Fakta Menarik Piala Menpora 2021 yang Baru Berakhir

Sleman - TemanBaik, Piala Menpora 2021 baru saja usai pada Minggu (25/4/2021) malam. Sejumlah fakta menarik pun tersaji dari turnamen pramusim yang digelar sejak 23 Maret 2021 itu. Apa saja? Simak ulasannya, yuk!

Final Dramatis
Masih segar dalam ingatan bagaimana Persija Jakarta menjuarai turnamen ini. Tim berjuluk 'Macan Kemayoran' ini mengalahkan Persib Bandung dalam dua leg.

Pada leg pertama di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (22/4/2021), Persija menang 2-0 atas Persib. Dua gol dicetak dalam waktu cepat. Braif Fatari mencetak gol saat laga baru berjalan 32 detik. Itu pun tercatat jadi gol tercepat di Piala Menpora. Gol kedua diciptakan Taufik Hidayat pada menit ketujuh.

Sedangkan dalam leg kedua di Stadion Manahan, Solo, Minggu (25/4/2021), Persija menang 2-1. Laga ini berjalan berat bagi Persib karena sejak awal harus mengejar defisit dua gol akibat kekalahan pada leg pertama.

Namun, Persib bermain dengan 10 orang usai Bayu M. Fiqri diusir wasit pada menit 21 usai mengantongi kartu merah karena akumulasi kartu kuning di laga tersebut. Hasilnya, Persija mampu mencetak gol melalui Osvaldo Haay pada menit 50.

Menit 84 Persib mencetak gol melalui tendangan bebas Ferdinad Sinaga. Namun, menit 90 Riko Simanjuntak mencetak gol yang membuat Persija menang 2-1. Persija pun keluar sebagai juara karena menang dengan selisih 4-1.
Peraih Penghargaan
Piala Menpora sendiri memberikan sejumlah penghargaan dan hadiah. Persija sebagai juara berhak atas trofi dan hadiah Rp2 miliar. Sedangkan Persib sebagai runner up mendapatkan Rp1 miliar dan PS Sleman (PSS) sebagai peringkat ketiga meraih Rp750 juta. Sementata PSM Makassar di peringkat keempat mendapatkan Rp500 juta.

Penghargaan lainnya adalah pemain terbaik diraih pemain Persija Marc Klok (Rp100 juta), topskor diraih pemain Persiraja Banca Aceh Assanur Rijal Torees (Rp100 juta), dan pemain muda terbaik didapatkan pemain PSIS Semarang Pratama Arhan (50 juta).

PSM juga dinobatkan sebagai Tim Fair Play dan berhak atas hadiah Rp100 juta. Penghargaan ini diberikan karena pemain PSM tidak ada yang mengantongi kartu merah. Para pemainnya juga tak banyak melakukan protes pada wasit.

Satu penghargaan lain adalah wasit terbaik yang diberikan pada Agus Fauzan Arifin. Wasit yang sudah berkiprah 5 tahun di kasta tertinggi sepak bola Indonesia itu berhak atas hadiah Rp50 juta. Agus sendiri merupakan pengadil final leg kedua Persib vs Persija.

Tiga Tim Tanpa Pemain Asing
Ada tiga tim yang mendapat perhatian tersendiri di Piala Menpora, yaitu Persebaya Surabaya, PSM Makassar, dan PSIS Semarang. Ketiganya bermain dengan sepenuhnya pemain lokal.

Meski tanpa pemain asing, pencapaian ketiga tim ini patut diacungi jempol karena berhasil sampai hingga ke babak perempat final. PSM bahkan bisa menembus semifinal meski akhirnya hanya menempati peringkat keempat.

Sedangkan tiga tim peringkat teratas bisa dibilang punya komposisi lengkap, mulai dari pemain lokal kelas atas, pemain naturalisasi, dan tentunya pemain asing dengan banderol mahal.

Pemain Muda yang Mencuri Perhatian
Piala Menpora sendiri digelar dengan persiapan yang mepet. Bahkan, 17 tim peserta mayoritas hanya mempersiapkan diri satu hingga dua bulan saja.

Namun, persiapan yang mepet itu seolah menuai hikmah tersendiri. Apalagi di tengah sulitnya mendapatkan pemain baru berkualitas. Buktinya, banyak pemain muda dan pemain kurang terkenal justru penampilannya mencuri perhatian.

Di kubu PS Sleman (PSS) misalnya, ada nama striker Saddam Gaffra yang tampil apik dan kini banyak diincar klub lain di Indonesia. Selain itu, ada nama-nama lain yang juga tampil impresif, mulai dari Assanur Rijal (Persiraja), Braif Fatari dan Taufik Hidayat (Persija), Bayu M. Fiqri dan Beckham Putra (Persib), Pratama Arhan (PSIS), hingga kiper PSM Hilmansyah.

Nama-nama di atas bahkan mendapat apresiasi tersendiri dari publik. Banyak yang menyebut mereka layak jadi bagian Timnas Indonesia dan jadi aset masa depan sepak bola nasional.

Apresiasi Ketum PSSI & Menpora
Ketum PSSI M. Iriawan menyampaikan terima kasih pada pemerintah atas bisa diselenggarakannya Piala Menpora. Ia pun mengapresiasi pihak penyelenggara hingga kontestan dan seluruh elemen yang terlibat karena bisa menerapkan protokol kesehatan ketat.

Secara khusus, ia juga mengapresiasi para suporter dan pencinta sepak bola Indonesia. Sebab, tidak ada yang memaksaka diri datang ke stadion tempat pertandingan dilaksanakan.

"Suporter benar-benar berkomitmen, tidak ada nonton bareng, tidak ada nonton ke stadion, dan semua nonton dari rumah. Terima kasih kepada semuanya," ujar Iriawan.

Menpora Zainudin Amali juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas lancarnya penyelenggaraan Piala Menpora 2021. Sebab, semuanya terwujud atas kerja keras semua pihak. Begitu juga suporter yang dinilai sangat memahami aturan.

"Sekali lagi, pemerintah mengapresiasi dan saya ingin menyampaikan salam hangat (bagi seluruh suporter klub di Indonesia) dari Presiden kita. Beliau memantau Piala Menpora ini, beliau mengapresiasi semua pihak, dan terima kasih telah menjalankan protokol kesehatan," tutur Zainudin.

Ia pun menegaskan, siapapun yang menjuarai Piala Menpora, itu adalah kemenangan bagi semua pihak. Sebab, terselenggaranya Piala Menpora dari awal hingga final, merupakan pencapaian bersama. Sehingga, sepak bola nasional bisa kembali bergeliat setelah setahun lebih 'mati suri' akibat pandemi COVID-19.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler