Cara Berbagi Cinta Jabar ke NTT yang Bikin Hati Adem

Bandung - TemanBaik, pemerintah daerah Provinsi Jawa Barat (Jabar) punya kecintaan tersendiri Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk warganya. Mau tahu seperti apa cara cinta itu diwujudkan? Simak ulasannya, yuk!

Bantuan hingga Nyanyian Halo-halo Bandung
Sejumlah kawasan di NTT sempat dilanda bencana banjir dan longsor beberapa waktu lalu. Banyak kerusakan yang ditimbulkan, korban jiwa, serta ragam kerugian lainnya.

Hal ini membuat pemerintah Jawa Barat turun tangan menghadirkan bantuan sebanyak Rp1 miliar. Bantuan ini diberikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada Sabtu (1/5/2021).

Di sana, pria yang akrab disapa Emil itu mengunjungi posko pengungsian, meninjau lokasi bencana dan kerusakan yang ditimmbulkan, hingga berbincang dengan para korban.

Dalam rilis yang diterima BeritaBaik.id, di posko pengungsian, Emil bercengkerama dengan warga hingga bernyanyi bersama 'Halo-Halo Bandung'. Di sekolah darurat, ia sempat membuat kuis dadakan untuk anak-anak. Mereka yang bisa menjawab pertanyaan langsung diberi cokelat.



Baca Ini Juga Yuk: BPOM Terbitkan EuA untuk Vaksin Sinopharm

Menurutnya, masyarakat Jabar mencintai dan bersedih atas musibah yang menimpa saudara mereka di NTT. Sehingga, Jabar tak tinggal diam melihat ada saudaranya yang terkena musibah.

"Saya terbang jauh dari Bandung ingin menitipkan amanat dari rakyat Jabar. Karena kami sangat mencintai NTT. Jadi pada saat mendengar ada kebencanaan kami juga sangat sedih," ujar Emil. 

Ketua Pengungsi Posko Satu Korban Longsor NTT Yuliana mengucapkan terima kasih kepada Pemda Provinsi Jabar serta Emil atas kepeduliannya kepada masyarakat NTT yang terdampak bencana.

"Terima kasih (atas bantuannya). Saya sangat terharu, (Gubernur) datang jauh jauh dari sebrang (Bandung) menyempatkan mengunjungi kami. Terima kasih atas dukungannya," ungkap Yuliana.



Siap Bantu Cetak Hafiz Qur'an
Selain membantu korban bencana, ada wujud cinta lain yang diwujudkan Jabar. Saat bertemu Ketua MUI NTT Abdul Kadir Makarim di Masjid Raya Nurussa'adah, Kota Kupang, Emil menyampaikan komitmennya untuk NTT, khususnya umat muslim.

 Ia siap mencetak umat muslim NTT menjadi hafiz Al-Qur'an. Sebab, Jabar sudah punya program untuk mencetak para hafiz, yaitu 'Satu Desa Satu Hafidz'.

"MUI minta anak-anak muslim di NTT yang belajar hafidz Qur'an bisa ditampung (di Jabar). Saya kira ada programnya, beasiswanya juga ada. Kami akan berikan kemudahan untuk pendidikan (anak NTT)," katanya.

Selain 'Satu Desa Satu Hafidz', Jabar juga punya program lain yang berhubungan dengan dunia Islam, mulai dari 'English for Ulama' hingga pemberdayaan ekonomi keumatan. Bahkan, selama ini Emil menjadi Bapak Asuh bagi mahasiswa perantau NTT di Jabar. 

"Selama ini pun kami selalu lakukan pembinaan dan pengayoman," tutur suami Atalia Praratya itu.

Bakal Beli 1.000 Sapi NTT
Mantan Wali Kota Bandung itu juga memberikan cinta pada NTT melalui bentuk lain, yakni akan membeli 1.000 sapi dari NTT untuk masyarakat Jabar.

"Ada 1.000 sapi sedang kita beli. Karena orang Jabar senang makan daging, jadi ada kerja sama itu," jelasnya.

Dengan langkah ini, perekonomian NTT pun diharapkan turut menuai dampak positif. Sehingga, perekonomian NTT perlahan pulih di tengah pandemi COVID-19.

Sementara itu, Ketua MUI Provinsi NTT Abdul Kadir Makarim menyambut baik inisiatif Emil dan jajarannya yang memberi perhatian serta cinta bagi NTT. Ia pun berharap kunjungan Emil membawa manfaat bagi kedua pemerintah daerah. 

"Kunjungan Bapak Gubernur Jawa Barat ini ada manfaatnya bagi kita. Sekalian dan kita juga berharap supaya apa yang bisa dilihat di NTT yang diwakili oleh Kota Kupang, bisa di bawa ke Bandung," katanya.

Secara khusus, ia juga berterima kasih karena banyak warga NTT yang tinggal di Jabar, terutama Bandung. Ia pun berharap bakal semakin banyak warga NTT yang menimba ilmu di sana.

"Kami sangat berterima kasih sekali karena anak anak NTT di Bandung sangat betah, malah ada yang berumah tangga di sana.  Kami harapkan untuk ke depan, mungkin masih banyak lagi anak anak NTT yang akan berkuliah di Bandung," pungkas Abdul.

Foto: dok. Humas Jabar
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler