Prasasti Dewi Sartika yang Kini Tak Hanya Sekadar Kepala

Bandung - Salah satu area di kawasan Balai Kota Bandung, terdapat sebuah prasasti Raden Dewi Sartika. Prasasti ini berbentuk kepala hingga area sekitar dada. Posisi prasasti ini ditopang semacam tiang berukuran tinggi-besar.

Prasasti pejuang pendidikan di zaman kolonial Hindia-Belanda ini sebenarnya sudah sejak beberapa tahun lalu. Renovasi pun pernah dilakukan pada 2017. Sekitar area prasasti ini kemudian lebih dikenal dengan sebutan Taman Dewi Sartika.

Namun, pada Senin (3/5/2021), prasasti ini kembali diluncurkan. Hal ini karena pada bagian tiang penyangga prasasti kepala kini dipasang plakat yang 'bercerita'. Isinya berupa identitas Dewi Sartika dan di bagian bawahnya pandangan terhadap pentingnya dunia pendidikan bagi kaum perempuan.

Dengan hadirnya plakat tersebut, menjadi pembeda tersendiri dibanding sebelumnya. Sebab, prasasti itu kini punya identitas yang sebelumnya tak ada. Bagi mereka yang baru pertama kali ke lokasi, mungkin akan bertanya-tanya prasasti kepala siapa yang berdiri. Sebab, tak ada penjelasan di sekitar lokasi soal prasasti tersebut.



Baca Ini Juga Yuk: 3 Inovasi Terbaru untuk Pengembangan Pendidikan di Jabar

Beda cerita mulai hari ini. Warga bisa tahu siapa sosok prasasti tersebut. Sebab, warga bisa membaca keterangan soal sosok prasasti itu pada tulisan di bagian tiang penyangganya.

"Alhamdulillah hari ini kita resmikan prasasti Dewi Sartika," kata Wali Kota Bandung Oded M. Danial.



Diprakarsai Korps Alumni Damas
Renovasi sederhana berupa penambahan semacam identitas itu diprakarsai oleh Korps Alumni Daya Mahasiswa Sunda (Damas). Mereka memandang keberadaan prasasti Dewi Sartika ini sebelumnya kurang bercerita.

Oded pun mengapresiasi langkah yang dilakukan Korps Alumni Damas. Sebab, ada nilai perjuangan yang bisa diteladani dari sosok Dewi Sartika. Sehingga, keberadaanya perly dikenang dan dihormati.

"Beliau mempunyai visi hidup yang begitu bagus, yaitu beliau punya cara untuk melawan penjajah itu bukan sekadar fisik, bukan sekadar dengan bambu runcing," ungkapnya.

"Tapi luar biasa (Dewi Sartika) mempunyai pemikiran, gagasan melawan penjajah itu yang paling utama melalui pendidikan (kaum perempuan). Ini (semangatnya) harus kita teruskan karena ini luar biasa," tutur Oded.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Ahli Waris Pahlawan Nasional Dewi Sartika dan Raden Kandoroean Agah Soeriawinata (Awika) Iwan Kurniawan menyambut positif prasasti tersebut yang kini lebih bercerita. Sebab, selama ini banyak yang tidak mengenal sosok di balik prasasti itu karena minimnya keterangan.

Keterangan yang dipasang di prasasti itu pun sudah atas izin dan sepengetahuan pihak keluarga Dewi Sartika. "Penyusunannya dilakukan dan dimusyawarahkan dengan kami di pihak keluarga. Secara umum, apa yang telah tertulis di sana, keluarga sudah mengetahui dan menyepakati," ucap Iwan yang juga cicit Dewi Sartika.

Foto: Oris Riswan Budiana/Beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler