Saat Aktivis Vihara Berbagi Takjil untuk Berbuka Puasa

Bandung - TemanBaik, indah banget kan jika di suatu kawasan terdiri dari warga dengan aneka ragam perbedaan, tapi tetap rukun dan penuh toleransi? Hal ini tersaji di 'Kampung Toleransi' yang ada di kawasan Andir, Kota Bandung.

Di sini, penduduknya merupakan penganut berbagai suku, ras, dan agama. Namun, kehidupan di sini terjaga banget loh kerukunannya. Sehingga, kawasan ini dicanangkan sebagai Kampung Toleransi oleh Pemkot Bandung.

Di kawasan ini, tempat ibadahnya tergolong lengkap untuk semua agama. Warganya juga kerap saling membantu dalam berbagai hal. Bahkan, nyaris tak terdengar ada konflik atas nama perbedaan suku, ras, dan agama.

"Di sini memang kebetulan Kampung Toleransi. Tempat ibadah umat beragama di sini juga saling berdekatan. Tapi soal kerukunan, di sini sudah rukun dari dulu. Kalau ada apa-apa kita (sesama warga) saling bantu. Toleransinya dari dulu memang sangat tinggi di sini," ujar Henny, aktivis Vihara Tanda Bhakti.



Baca Ini Juga Yuk: #AksiBaik Jurnalis Televisi Jabar saat Ramadan

Salah satu wujud toleransi itu pun terlihat ketika Henny bersama umat sekaligus aktivis Vihara Tanda Bhakti melakukan bakti sosial pada Minggu (9/5/2021) sore. Mau tahu apa yang dilakukan? Simak ulasannya, yuk!

Sejak siang, Henny dan teman-temannya sudah sibuk menyiapkan takjil alias makanan berbuka. Iya, mereka memang enggak sedang berpuasa seperti umat muslim. Santapan takjil ini sengaja disiapkan untuk dibagikan kepada umat muslim dan warga sekitar.

Setelah selesai mengemas seluruh makanan dan menyimpannya melalui kardus agar mudah dibawa dalam jumlah banyak, mereka kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok. Ada yang menyebar ke Jalan Kelenteng dan membagikan takjil pada pengendara dan orang yang kebetulan ada di lokasi. Ada juga yang menyebar ke rumah penduduk di sekitar Vihara Tanda Bhakti.

Tanpa rasa canggung, mereka menghampiri siapapun yang ditemui. Senyum dan sapaan mereka jadi pengantar sambil menyodorkan takjil. Mereka juga tak segan memanggil para pengendara yang melintas.

"Ini buat buka puasa. Ini buat takjil," begitu kalimat yang diucapkan mereka untuk menghentikan pengendara.

Ada pengendara yang berhenti dan wajahnya tampak kaget. Ada juga yang langsung ngeuh jika mereka sedang membagikan takjil. Selain itu, ada juga pejalan kaki yang sengaja mendekati mereka untuk mendapatkan makanan.

"Terima kasih," ucap para pengendara dan warga ketika mendapat bungkusan makanan di tangannya.

Tak butuh waktu lama, lebih dari 200 bungkus makanan itu pun ludes dalam waktu kurang dari 30 menit. Maklum, makanan itu dibagikan oleh lebih dari 20 orang dan dilakukan secara menyebar.



Menyambut Waisak
#AksiBaik yang dilakukan Henny dan teman-temannya itu merupakan salah satu cara untuk memperingati Hari Raya Waisak yang bakal berlangsung dalam waktu dekat. Mereka ingin melakukan kebaikan jelang momen sakral tersebut dengan melakukan bakti sosial.

Dana untuk membuat makanan itu pun berasal dari sumbangan umat Vihara Tanda Bhakti, termasuk para aktivis atau relawannya. Karena dilakukan saat Ramadan, akhirnya mereka memutuskan untuk membagikan takjil.

Sebenarnya, kegiatan bakti sosial yang dilakukan umat dan aktivis di sana sering dilakukan. Biasanya, kegiatan itu dilakukan pada bulan lain dan bisa beberapa kali dalam setahun. Namun, bakti sosial yang dilakukan kali ini cukup istimewa. Itu karena berlangsung di tengah Ramadan.

"Kalau untuk bakti sosial saat Ramadan seperti sekarang kita belum pernah. Cuma karena sekarang berdekatan dengan Waisak, ada ide untuk berbagi kasih kepada sesama, khususnya umat muslim, dengan membagikan takjil," tutur Henny.

Semula, bagi-bagi takjil ini akan dilakukan di depan vihara. Namun, sadar karena masih dalam suasana pandemi COVID-19, hal itu urung dilakukan. Sehingga, kegiatan diputuskan dengan membagikannya secara menyebar.

"Kita awalnya mau di sini bagiinnya, tapi takut malah jadi mengundang kerumunan. Makanya kita lakukan di depan (pinggir jalan) dan ke rumah warga di sekitar sini," jelas Henny.

Foto: Oris Riswan/Beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler