Langkah Pemprov Jabar Antisipasi COVID-19 di Tempat Wisata

Bandung - TemanBaik, sudah tahu kan jika ada pelarangan mudik? Hal ini semata-mata dilakukan demi mencegah penularan dan penyebaran COVID-19. Banyak orang merasa kebijakan ini berat, tapi demi kebaikan bersama, lebih baik hindari dulu mudik, ya!

Nah, karena mudik dilarang, otomatis akan banyak orang tertahan di tempatnya saat ini. Untuk menghindari kejenuhan, berwisata pun sangat terbuka untuk dilakukan dan tentunya mengundang kerumunan banyak orang.

Bedanya, kegiatan wisata yang dilakukan hanya bisa dilakukan secara terbatas, misalnya yang tinggal di Jakarta hanya bisa berwisata di Jakarta, yang tinggal di Bogor hanya bisa berwisata di Bogor, begitu seterusnya.

Diperkirakan tempat wisata pun bakal ramai. Jika ini terjadi, otomatis risiko penyebaran COVID-19 akan menjadi lebih terbuka. Namun, hal ini tentu akan disikapi pemerintah. Di Jawa Barat misalnya, salah satu pencegahan penularan dan penyebaran COVID-19 adalah dengan melakukan rapid test antigen di tempat wisata.


Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik, pihaknya akan melakukan rapid test antigen secara acak di destinasi wisata yang berpotensi mendatangkan banyak wisatawan. Tes antigen bakal digelar pada 15-16 Mei 2021.

Dengan cara ini, mereka yang terpapar COVID-19 diharapkan akan terdeteksi oleh petugas yang melakukan tes. Jila diketahui ada yang positif, langkah lanjutan bisa langsung dilakukan terhadap yang bersangkutan.

"Apabila ada pergerakan menuju objek wisata, kita lakukan antisipasi. Ada 15 ribu antigen yang akan kita sebar ke tempat-tempat wisata," kata Dedi.

Sementara itu, secara nasional, sesuai arahan Kapolri, destinasi wisata yang berada di daerah berstatus Zona Merah atau Risiko Tinggi akan ditutup. Di samping itu, antisipasi perlu disiapkan ketika ada pergerakan masyarakat menuju destinasi wisata setelah masa pelarangan mudik berakhir.

"Setelah lebaran kan ada pergerakan. Kalau sekarang larangan untuk mudik, tapi kami antisipasi. Disparbud Jabar dan Kabupaten/Kota sudah menyiapkan antisipasi. Yaitu 3T, Testing, Tracing, Treatment. Salah satunya testing melalui tes secara acak apabila ada pengunjung ke destinasi wisata," ucap Dedi.

Selain melaksanakan tes secara acak, Disparbud Jabar dan Disparbud Kabupaten/Kota di Jabar akan memonitor pembatasan jumlah pengunjung, pembatasan jam operasional, serta penerapan protokol kesehatan di hotel, pusat perbelanjaan, rumah makan, dan destinasi wisata.

"Kami bekerja sama dengan Jabar Digital Service terkait pendataan. Nanti setiap tempat wisata kami akan pasang secara digital perhitungan kapasitas. Misalnya kapasitasnya 500 nanti ada pemberitahuaan di sini kapasitas sudah penuh. Anda tidak bisa datang ke tempat wisata itu," katanya.

Dedi berharap antisipasi yang sudah disusun secara komprehensif oleh Disparbud Jabar dan Kabupaten/Kota dapat mencegah terjadinya penyebaran COVID-19 saat Lebaran nanti, terutama di destinasi wisata.

Foto: dok. Humas Jabar

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler