Kali Kedua Idulfitri Saat Pandemi dan Pesan Presiden Jokowi

Jakarta - TemanBaik, selamat merayakan Idulfitri 1442 Hijriyah, ya! Tentu ini jadi Idulfitri kedua berturut-turut yang dirayakan di tengah pandemi COVID-19. Berbagai hal berbeda pun harus dilakukan demi meminimalisir penularan dan penyebaran COVID-19.

Presiden Joko Widodo pun menegaskan kewaspadaan terhadap COVID-19 tetap harus dikedepankan. Sebab, bahaya terpapar bisa mentintai siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.

Salah satu yang harus dilakukan adalah berusaha menghindari mudik dan silaturahmi tatap muka. Namun, zaman sudah canggih kan? Kamu bisa tetap bersilaturahmi dengan menggunakan ponsel, baik melakukan panggilan suara, pesan singkat, hingga panggilan video.

"Idulfitri tahun ini kita masih harus berhadapan dengan pandemi COVID-19. Kita juga masih harus bersabar dan menahan diri karena tidak bisa bersilaturahmi secara langsung secara tatap muka dengan keluarga dan handai tolan," Jokowi, sapaan Joko Widodo.

Meski begitu, yang terpenting, esensi dari silaturahmi tetap hadir. Saling memaafkan pun bisa tetap dikedepankan. Jadi, terpaut jarak bukan alasan untuk menjaga silaturahmi yang berkualitas, termasuk melepas kangen dengan sanak keluarga dan orang tercinta yang berbeda tempat.

Baca Ini Juga Yuk: Tiga Tradisi Saat Idulfitri yang Sebaiknya 'Dimodifikasi' 

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun mengakui berlebaran di tengah situasi pandemi merupakan sesuatu yang berat. Namun, tidak ada pilihan lain selain mau bersama-sama mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Upaya bersama itu mengiringi harapan besar dan keinginan semua masyarakat Indonesia. Semuanya punya satu mimpi besar, yakni segera bisa mengakhiri pandemi. Kamu juga menginginkannya kan, TemanBaik?

"Kita harus mengutamakan kesehatan dan keselamatan kita semua, ya kita semua, agar sesegera mungkin kita dapat terbebas dari pandemi," tutur penggemar musik metal tersebut.

Harapan besar pun diungkapkan dalam perayaan Idulfitri di tengah pandemi ini. Momentum Idulfitri diharapkan makin memantik semangat bangsa untuk mau bersama-sama berjuang mengakhiri pandemi.

"Semoga di hari kemenangan ini menjadi momentum bagi kita semua, bangsa Indonesia, untuk bangkit dan menang melawan pandemi COVID-19," harap Jokowi.

Salat Id di Istana & Tak Gelar Open House
Jokowi sendiri melaksanakan salat Id meski di tengah pandemi. Namun, ia melaksanakannya di Istana Kepresidenan di Bogor, bukan di masjid atau tempat umum lainnya. Di sini, salat Id diikuti dengan jamaah terbatas. Protokol kesehatan ketat pun diberlakukan.

Salat Id digelar di halaman depan Gedung Induk Istana Bogor. Ini berbeda dengan tahun lalu di mana Jokowi beserta istri dan putranya, Kaesang Pangarep, menunaikan salat Id di halaman Wisma Bayurini.

Sementara dalam momentum Lebaran ini, Jokowi dipastikan tidak akan menggelar open house alias gelar griya. Hal ini dilakukan demi mencegah penularan dan penyebaran COVID-19.

Kegiatan open house Presiden sendiri biasanya momentum yang ditunggu-tunggu warga. Biasanya, para pejabat hingga orang biasa akan tumplek di lokasi open house. Sebab, mereka bisa bertemu langsung dengan Presiden di istana yang sulit dilakukan di hari lain, terutama bagi warga biasa.

Foto: dok. Biro Pers Setpres
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler