Biola Unik dengan Bahan Baku Tak Biasa dari Kudus

TemanBaik, alat musik biola biasanya dibuat dengan bahan baku utama berupa kayu. Namun, di Kudus, Jawa Tengah, ada tempat pembuatan biola yang menggunakan bahan baku tak biasa. Mau tahu? Simak ulasannya, yuk!

Adalah sosok Ngatmin alias Mbah Min yang memproduksi biola unik tersebut. Bahan baku utamanya berupa bambu. Ya, di tangan Mbah Min, bambu ini mampu disulap jadi biola. Biola ini pun begitu terkenal hingga menerima pesanan dari luar negeri loh!

Mbah Min mengerjakan pembuatan biola ini di rumahnya yang terletak di lereng Gunung Muria, tepatnya di Kampung Japan wetan, Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

Sri Sudarwati, istri Mbah Min, mengatakan pembuatan biola berbahan baku bambu ini dimulai sejak 2009 silam. Mbah Min yang berlatar belakang pengrajin ukir kayu Jepara, diajak membuat biola berbahan bambu oleh temannya dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

"Teman dari IPB itu mau mengembangkan alat musik biola, lalu suami saya didukung untuk membuat biola bambu," ujar Sudarwati di laman Pemprov Jawa Tengah.

Singkat cerita, pembuatan biola bambu itu berhasil dibuat. Seiring berjalannya waktu, biola buatan Mbah Min pun menuai banyak pembeli. Bahkan, pemesan datang dari mancanegara, mulai dari Malaysia hingga Hongkong.



Baca Ini Juga Yuk: Cerita dari Jalur Mudik, Eric Belasan Tahun Tak Lebaran di Rumah

Untuk membuat biola bambu ini, Mbah Min tak membuatnya setiap hari. Ia hanya membuat biola sesuai pesanan yang masuk. Pesanannya sendiri dilakukan secara daring. Begitu pesanan masuk, ia akan bergegas membuat biola sesuai keinginan konsumen.

Meski begitu, saat ini Mbah Min sedang berusaha mengembangkan bisnis penjualan biolanya. Ia ingin memproduksi biola secara massal agar lebih banyak yang terjual. Sehingga, bisa lebih banyak lagi orang yang memainkan alat musik gesek tersebut.

"Ini baru merintis untuk produksi massal. Kesulitannya selama ini memang penjualan," kata Sudarwati.

Untuk membuat satu biola, Mbah Min begitu terampil. Hanya butuh waktu satu hari baginya untuk membuat satu biola. Hal yang memakan waktu lama adalah proses di balik penyiapan bambu untuk bahan bakunya.

Butuh waktu hingga enam bulan untuk mengeringkan bambu. Sehingga, bambu yang dihasilkan benar-benar kering dan bisa menghasilkan suara biola yang baik. Semua prosesnya pun dikerjakan secara manual.

Nah, selain biola berbahan bambu, Mbah Min juga terampil membuat bambu dari bahan lain. Hasilnya pun enggak perlu ditanya. Mbah Min bisa menghasilkan biola kualitas tinggi. Hebatnya, semua bahan haku biola yang dipakai adalah bahan lokal.

"Semua (proses pembuatan biola) manual. Selain dari bambu, juga buat yang dari kayu, ada juga biola elektrik. Semua bahan diambil di pasar lokal," tutur Sudarwati.

Dipuji Ganjar Pranowo
Keunikan dan kualitas tinggi biola buatan Mbah Min ini terdengar ke telinga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Baru-baru ini, ia pun mengunjungi rumah Mbah Min untuk melihat langsung biola-biola buatan Mbah Min.

Menurutnya, biola bambu karya Mbah Min tersebut merupakan karya keren. Bahkan, biola unik ini menjadi satu-satunya dari Kudus. Ia pun memuji kolaborasi Mbah Min dan temannya yang berasal dari IPB. Sehingga, bisa terlahir alat musik yang punya keunikan dengan kualitas tinggi.

"(Biola) ini dari bambu. Saya kira ini pertama yang ada dan istimewanya ini dari Kudus. Biola dari bambu ini keren. Lalu ada juga yang dari kayu. Ternyata keterampilan awal Pak Ngatmin (Mbah Min) itu ukir kayu. Dari keterampilan itu dan dibantu dari IPB maka jadilah alat musik dari bambu ini," jelas Ganjar.

Ganjar pun mengajak publik untuk membeli biola buatan Mbah Min. Selain bisa belajar atau menyalurkan hobi bermain biola, membeli biola Mbah Min tentu jadi wujud dukungan mencintai dan mendukung produk lokal asli Indonesia. Apalagi, bahan bakunya juga berasal dari Indonesia.

Foto: dok. Diskominfo Jawa Tengah
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler