Sepak Bola Tangan ala Teman Daksa yang Makin Bergeliat

Bandung - TemanBaik, tahu enggak ada olahraga bernama sepak bola tangan? Sepintas, olahraga ini seperti sepak bola pada umumnya. Namun, berbeda dengan sepak bola biasa, sepak bola tangan mengandalkan tangan dalam permainannya, bukan kaki. Para pemainnya adalah teman daksa dengan hambatan pada kakinya.

Permainan yang digagas Perhimpunan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Bandung ini jadi yang pertama di Indonesia loh. Dalam sejarahnya, belum pernah ada sepak bola tangan di Indonesia. Bahkan, di internasional pun, olahraga ini belum dipertandingkan.

Di Indonesia, sepak bola tangan ini dipopulerkan sejak 2003 di Kota Bandung. Sempat berhenti, olahraga ini kembali diaktifkan pada 2009. Namun, lagi-lagi olahraga ini terhenti dan baru kembali aktif sejak akhir 2020. Bedanya, sejak 2020, olahraga itu kini makin bergeliat. Dari waktu ke waktu, peminatnya semakin bertambah.

"Sekarang yang aktif di sepak bola tangan ini ada sekitar 50 orang. Dulu, pas awal-awal hanya sekitar 20-an orang," ujar Ketua PPDI Kota Bandung Guntur Afandi, Senin (17/5/2021).

Mereka yang aktif rata-rata merupakan teman daksa yang tinggal di kawasan Bandung Raya, mulai Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat. Bahkan, belakangan olahraga ini juga sudah mulai hadir di Kota Bekasi dan Kabupaten Karawang.



Baca Ini Juga Yuk: Aksi Baik Pemuda Yogyakarta Bagikan Makanan Kucing Gratis

Semangat Meski Terhambat
Guntur dan rekan-rekannya semangat banget loh TemanBaik untuk membuat sepak bola tangan menjadi lebih populer. Harapan besarnya, olahraga ini makin banyak peminat dan tentu saja atletnya semakin bertambah dari waktu ke waktu.

Namun, ada kendala besar yang dialami. Sepak bola tangan ini belum mempunyai induk organisasi di tingkat internasional dan nasional. Sehingga, berbagai hal disusun benar-benar dari nol, terutama dari sisi regulasi permainan.

Untuk memopulerkan olahraga ini juga ada kendala lain. Upaya melakukan roadshow atau sosialisasi ke berbagai daerah terkendala pandemi COVID-19. Sehingga, pergerakan Guntur dan kawan-kawan cenderung terbatas karena ada pembatasan aktivitas hingga pembatasan wilayah.

Namun, hal itu bukan halangan. Guntur dan kawan-kawan melakukan hal lain yang bisa dilakukan. Untuk saat ini misalnya, salah satu langkah yang dilakukan adalah mematangkan regulasi terkait berbagai hal seputar sepak bola tangan.

"Kita masih berusaha memvalidkan dulu peraturan pertandingan, draft-nya sudah ada, tinggal dimatangkan," jelasnya.

Guntur pun berharap pandemi bisa segera berakhir. Sehingga, pihaknya bisa semakin gencar melakukan sosialisasi agar makin banyak yang tertarik memainkan sepak bola tangan, termasuk menjadi atlet.

"Mudah-mudahan tahun depan kita bisa melakukan roadshow," harapnya.

Targetkan Dipertandingkan di Peparda
Membuat sepak bola tangan menjadi populer jelas jadi misi Guntur dan rekan-rekannya. Selain roadshow dan sosialisasi, ada langkah lain yang saat ini terus dilakukan. PPDI mendorong agar olahraga ini bisa ditampilkan di Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) 2022 mendatang.

"Target kita sepak bola tangan ini bisa dihadirkan di Peparda 2021 walaupun pertandingan eksebisi," ungkap Guntur.

Langkah ke arah itu pun mendapat dukungan dari NPCI Kota Bandung dan Jawa Barat. Berbagai langkah pun akan ditempuh agar misi tersebut bisa tercapai. Komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak terus digencarkan.

"Mudah-mudahan, walaupun di tengah kesulitan yang ada, semoga tekad teman-teman ini bisa terwujud," ucap Guntur.

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler