Aksi Baik Renovasi Makam Arsitek Legendaris di Bandung

Bandung - Tepat pada momentum Hari Kebangkitan Nasional 2021, Kamis (20/5/2021), komunitas Kelompok Anak Rakyat (Lokra) melakukan #AksiBaik. Aksi yang dilakukan pun cukup unik, yakni merenovasi makam orang Belanda.

Makam ini adalah tempat persemayaman Charles Prosper Wolff Schoemaker. Beliau adalah sosok arsitek legendari berkebangsaan Belanda yang tinggal di Hindia-Belanda, sekarang Indonesia.

Schoemaker adalah arsitek yang merancang puluhan bangunan ikonik di Kota Bandung, di antaranya Gedung Merdeka, Bioskop De Majestic, Gereja Katedral Bandung, hingga Hotel Preanger. Gedung-gedung ini pun masih bertahan hingga kini.

Schoemaker sendiri lahir pada 25 Juli 1882 dan meninggal pada 22 Mei 1949 saat usia 66 tahun. Jenazahnya kemudian dimakamkan di Bandung, tepatnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pandu. Di sini, makam Schoemaker dikebumikan bersama warga sipil lainnya.

Keberadaan makamnya pun sulit dibedakan dengan makam lain. Bahkan, untuk mencarinya cukup sulit karena berada di tengah area pemakaman. Untuk menuju ke makam Schoemaker pun harus berjalan kaki melewati celah-celah makam lain.



Baca Ini Juga Yuk: Perjalanan Wimar Witoelar dari Jurnalis Hingga Jubir Presiden

Kondisi makam ini kurang mendapat perawatan. Hanya mengandalkan petugas pemakaman setempat makam ini dirawat apa adanya. Bahkan, pajak makamnya pun dibayar oleh keluarga Presiden Sukarno dalam kurun 20 tahun sejak 2002 hingga 2022 mendatang.

Karena kondisinya cukup memprihatinkan, Lokra berinisiatif merenovasi makam ini. Bagian atas makamnya dibongkar dan dibangun baru. Pengerjaan renovasi ini dilakukan dua petugas.

Rencananya, proses pengerjaan akan selesai pada Sabtu (22/5/2021). Di hari itu juga akan dilakukan prosesi akhir renovasi berupa pemasangan bunga di makam.

Ketua Lokra Gatot Gunawan mengatakan renovasi itu dilakukan atas inisiatif ia dan rekan-rekannya. Dana yang dipakai pun berasal dari sumbangan berbagai pihak.

"Makam ini kita renovasi dan dilakukan peninggian sekitar 6 sentimeter. Bentuk makamnya juga kita siasati agar bagian atasnya tidak menggenang ketika hujan," ujar Gatot.

Menurutnya, renovasi makam ini adalah yang pertama kali dilakukan sejak Schoemakaer dikebumikan di sana. Harapannya, makam ini terlihat lebih cantik. Apalagi, makam ini juga ditembok bagian sekelilingnya agar tidak ditumbuhi ilalang.

Kenapa sih renovasi ini dilakukan? Tujuannya sebagai bentuk penghargaan pada sosok Schoemaker. Sebab, Schoemaker dinilai punya jasa besar bagi Kota Bandung dengan berbagai bangunan karyanya yang sangat ikonik.

Bahkan, berkat andil Schoemaker, Bandung punya begitu banyak bangunan yang kualitasnya terjaga hingga kini. Di samping itu, tentu saja bangunan yang dirancang Schoemaker punya nilai sejarah tersendiri.

"Schoemaker ini sosok pionir yang berjasa dalam dunia arsitektur di Bandung yang akhirnya dia bisa memberi ciri khas Bandung melalui bangunan yang dirancangnya," jelas Gatot.

Lewat renovasi itu, ia berharap publik tak hanya menghargai dan membanggakan karya-karya Schoemaker di Bandung. "Jangan hanya bangunannya aja yang dipuja-puja, tapi peristirahatan terakhirnya seperti ini. Karena itu kita tergerak dengan teman-teman melakukan renovasi," tandas Gatot.

Foto: Oris Riswan/Beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler