'5x24 Jam' yang Sebaiknya Dipatuhi Pemudik dan Wisatawan

Jakarta - TemanBaik, ada yang masih dalam perjalanan pulang usai mudik dari kampung halaman atau berwisata dari luar kota? Jika iya, ada hal penting yang sebaiknya kamu lakukan. Tujuannya tentu demi kebaikan bersama karena saat ini Indonesia masih di tengah pandemi COVID-19.

Hal penting yang dimaksud adalah karantina mandiri 5x24 jam. Sebab, siapa tahu kamu terpapar COVID-19 saat di kampung halaman, tempat wisata, atau di tempat lain, termasuk ketika dalam perjalanan pergi atau kembali. Namun, kamu enggak merasakan gejala apapun dan tanpa sadar menularkan pada orang di lingkungan tempat kamu tinggal sekarang.

"Karantina ini merupakan hal yang penting dan harus dilakukan. Sehingga, dapat mencegah terjadinya penularan COVID-19 kepada orang-orang terdekat," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers.

Karantina mandiri ini bisa dilakukan di tempat tinggal kamu atau di tempat yang disediakan pihak RT/RW, kelurahan, atau kecamatan setempat. Selain itu, jangan lupa melapor ke posko COVID-19 terdekat agar kamu terdata dan bisa tertangani dengan baik ketika kamu tiba.

Bentuk Tanggung Jawab
Nah, untuk karantina mandiri ini, dibutuhkan banget kesadaran kamu melakukannya. Jangan hanya menunggu diminta melakukan karantina mandiri baru kamu mau melakukannya, ya. Sebab, ini merupakan konsekuensi sekaligus bentuk tanggung jawab kamu usai pulang kampung, berwisata, atau tujuan lainnya ke luar kota.

Jadi, ketika tiba di tempat tujuan, langsung deh melakukan karantina mandiri. Hindari bertemu atau berinteraksi dengan orang sekitar. Jangan takut dianggap sombong atau mendapat cap negatif lainnya, ya.

Secara khusus, para pekerja kantoran juga diminta melakukan karantina mandiri. Tak hanya itu, pihak perusahaan diimbau memberi kelonggaran bagi karyawannya agar melakukan karantina mandiri lebih dulu jika baru pulang dari luar kota.

"Terutama bagi kantor-kantor yang pegawainya melakukan perjalanan antarbatas daerah selama Lebaran dan libur Idulfitri agar mewajibkan pegawainya melakukan karantina mandiri sebelum kembali ke kantor," ucap Wiku.

Baca Ini Juga Yuk: 6 Fakta Vaksinasi Gotong Royong yang Berjalan Mulai Hari Ini

Dengan cara ini, perusahaan berperan aktif dalam mencegah penularan dan penyebaran COVID-19. Di saat yang sama, perusahaan juga bisa tetap menjalankan perusahaannya. Daripada di kantor terjadi klaster baru COVID-19, lebih baik antisipatif dengan kebijakan karantina mandiri bagi karyawannya, kan?

Dalam karantina mandiri ini, masyarakat dan Satgas COVID-19 juga diharapkan terlibat aktif melakukan pengawasan. Sehingga, mereka yang melakukan karantina mandiri bisa dipastikan tidak keluar dari area karantina.

Puncak Arus Balik
TemanBaik, tahu kan jika pemerintah sudah mengeluarkan imbauan larangan mudik Lebaran? Namun, faktanya cukup banyak orang yang tetap mudik. Arus balik pun masih terjadi hingga kini dan diperkirakan mencapai puncaknya pada 21 Mei 2021.

Hasil survei Kementerian Perhubungan memperkirakan pergerakan arus balik balik akan dilakukan sekitar 2,6 juta orang. Arus balik ini akan melibatkan pemudik dari Sumatera menuju Jawa dan pemudik antarwilayah di Pulau Jawa.

Untuk meminimalisir penyebaran dan penularan COVID-19, langkah pencegahan pun dilakukan. Salah satunya melakukan penyekatan di berbagai wilayah. "Pemerintah terus mempertebal upaya pengendalian COVID-19 dengan skrining berlapis," ujar Wiku.

Agar bisa keluar atau masuk ke wilayah lain, termasuk menggunakan transportasi publik, pemudik juga diwajibkan membawa surat tes negatif COVID-19 yang sampelnya diambil maksimal dalam waktu 24 jam sebelumnya. Kewajiban ini berlaku terhitung 18-24 Mei 2021.

Selain itu, tes acak juga dilakukan di berbagai titik strategis, terutama jalur mudik. Bahkan, ini sudah dilakukan sejak 15 Mei 2021 karena diprediksi sudah mulai bergerak kembali ke tempat asal.

Foto: Wiku Adisasmito (dok. Satgas Penanganan COVID-19)

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler