Ini Alasan agar Kamu Tetap Waspada di Tengah Peralihan Musim

Bandung - TemanBaik, belakangan ini cuaca di berbagai wilayah Indonesia lagi enggak enak. Terasa juga oleh kamu, enggak? Itu karena saat ini sedang memasuki peralihan musim dari hujan ke musim kemarau.

Sehingga, terkadang suhu begitu panas dan terik. Namun, kadang tiba-tiba suhu jadi cukup dingin. Bahkan, hujan juga bisa turun kapan saja. Di tengah kondisi seperti ini, kamu perlu meningkatkan kewaspadaan, termasuk risiko terpapar COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Achyani Raksanagara mengatakan ada sejumlah penyakit yang mesti diwaspadai. Yang paling rentan dialami saat peralihan musim seperti ini adalah flu dan batuk.

Dua penyakit ini sekarang enggak bisa diabaikan begitu saja atau dianggap remeh. Sebab, kedua penyakit ini bisa jadi merupakan gejala seseorang terpapar COVID-19 alias bukan flu atau batuk biasa.

Oleh karena itu, kamu wajib menjaga daya tahan tubuh. Lakukan berbagai pencegahan sebelum kamu terserang penyakit, terutama COVID-19 yang saat ini masih 'beredar' di Indonesia.

"Kalau cuaca seperti ini, kita harus lebih memperhatikan daya tahan tubuh kita. Makanan harus dijaga, istirahat cukup," kata Achyani.



Baca Ini Juga Yuk: Begini Kekhawatiran Nakes Saat Tempat Wisata Padat Pengunjung

Dengan cara ini, daya tahan tubuh akan lebih terjaga. Sehingga, potensi terpapar penyakit bisa lebih diminimalisir. Selain itu, di tengah pandemi COVID-19, ia juga tak bosan mengimbau agar kamu meminimalisir keluar rumah jika enggak penting-penting amat.

"Kurangi-kurangi kegiatan-kegiatan (di luar rumah) yang memang enggak urgent. Kita harus melindungi diri kita dan melindungi keluarga (di rumah)," tutur Achyani.

Sebab, potensi terpapar COVID-19 bisa ada di mana saja. Tahu sendiri kan jika COVID-19 ini tak kasat mata. Kamu enggak akan pernah tahu kehadirannya di mana dan kapan dia bakal menyerang.

Achyani juga mengingatkan kamu jangan merasa aman meski sudah divaksinasi COVID-19. Sebab, enggak ada jaminan setelah divaksin kamu tak akan terpapar COVID-19. Bedanya, kamu yang sudah divaksin potensi mengalami gejala berat usai terpapar COVID-19 akan lebih kecil.

Meski begitu, COVID-19 bisa saja tetap menyerangmu, bahkan tanpa gejala. Nah, tanpa gejala ini yang bahaya bagi orang lain. Sebab, kamu bisa jadi sarana penular COVID-19 bagi orang-orang yang kamu temui, terutama keluarga. Lebih bahaya lagi jika COVID-19 ini kamu tularkan pada lansia yang punya penyakit komorbid.

Oleh karena itu, jika kamu merasakan ada gejala flu atau batuk, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, ya. Sehingga, langkah penanganan bisa lebih cepat. Sebab, kamu enggak pernah tahu apakah flu atau batuk yang dialami merupakan gejala COVID-19 atau bukan.

TemanBaik, jaga kesehatan, ya! Jangan lupa, tetap disiplin juga menjalankan protokol kesehatan.

Foto: Ilustrasi Unsplash/Ramin Khatibi


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler