Ini Hal yang Berbeda dari Perayaan Waisak di Tengah Pandemi

Bandung - TemanBaik, pandemi COVID-19 masih terjadi hingga kini. Bahkan, perayaan Waisak juga akan berada di tengah situasi pandemi untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Meski begitu, perayaan Waisak akan tetap digelar.

Di Vihara Tanda Bhakti misalnya, di sini bakal ada kegiatan ibadah seperti Waisak pada umumnya. Bedanya dari sebelum pandemi, kegiatan akan dibatasi dan menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Untuk besok kegiatannya sedikit, cuma persembahan puja bakti sama kebaktian sebentar bersama pengurus," kata pemimpin sembahyang Vihara Tanda Bhakti Henny, Selasa (25/5/2021).

Menurutnya, umat Buddha yang datang saat kegiatan tersebut dibatasi hanya puluhan orang. Meski begitu, siapapun boleh datang beribadah jika datang setelah kegiatan puja bakti dan kebaktian.

Biasanya, sebelum pandemi, prosesi puja bakti dan kebaktian diikuti ratusan orang. Namun, dalam dua tahun ini pesertanya terpaksa dibatasi demi meminimalisir penularan dan penyebaran COVID-19.

Baca Ini Juga Yuk: Terjadi 2,5 Tahun Sekali, Gerhana Bulan Total Muncul 26 Mei

Selain itu, di tengah pandemi ini, ada rangkaian perayaan Waisak yang hanya dilakukan internal atau oleh pengurus saja. Begitu juga dengan kegiatan meditasi, jika sebelumnya dilakukan bersama umat, nanti hanya akan dilakukan internal saja.

Meditasi sendiri merupakan bagian dari perayaan Waisak. Kegiatan ini akan dilakukan besok pada pukul pukul 18 lebih 13 menit, dan 30 detik. Meditasi ini bakal dilakukan seluruh umat Buddha. Karena tak bisa dilakukan di vihara, mereka akan melakukannya di rumah masing-masing.

"Biasanya orang (umat Buddha) di detik-detik itu akan melakukan meditasi serentak. Tergantung, mau 15 menit atau berapa lama. Meditasi itu untuk perenungan di hari Waisak," jelas Henny.

Kegiatan lain yang tak dilakukan bersama adalah penyalaan lilin lima warna. Saat penyalaan lilin dilakukan, biasanya akan dibarengi doa bersama untuk umat hingga bangsa. Namu, doa-doa terbaik akan tetap dipanjatkan dalam perayaan Waisak nanti. Doa yang dipanjatkan mulai dari berharap Indonesia diberikan kedamaian, kesejahteraan, hingga pandemi segera berlalu.

Sementara sebelum kegiatan besok, pengurus Vihara Tanda Bhakti sebelumnya juga melakukan pemandian rupang alias patung Buddha pada 19 Mei 2021. Kegiatan ini punya makna besar, loh.

"Memandikan itu adalah simbol membersihkan diri untuk para umat," tutur Henny.

Kegiatan ini juga biasanya dilakukan oleh banyak umat Buddha. Namun, dalam dua tahun terakhir, prosesi ini hanya dilakukan internal pengurus saja.

Foto: Djuli Pamungkas/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler