Ngobrol Bareng Angkie Yudistia, Teman Tuli Stafsus Jokowi

Bandung - TemanBaik, kenal dengan sosok Angkie Yudistia? Dia adalah salah seorang Staf Khusus (Stafsus) Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal yang menarik, ia adalah seorang Teman Tuli.

BeritaBaik.id pun berkesempatan berbincang dengan Angkie di sela kunjungannya ke Balai Kota Bandung pada Jumat (28/5/2021). Dalam rangka apa ya perempuan kelahiran Medan, 5 Mei 1987, itu ke sana?

Ada beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan dengan Wakil Wali Kota Bandung tersebut. Pertama adalah menyosialisasikan regulasi pemerintah seputar disabilitas. Ia berharap pemerintah daerah membuat turunan aturan berupa peraturan daerah (perda) dan peraturan wali kota (perwal) atau peraturan bupati (perbup).

"Pemerintah pusat memiliki tujuh peraturan pemerintah dan dua peraturan presiden dimana kami mohon dukungannya untuk (dibuatnya) peraturan daerah dan juga perwal. Sehingga, teman-teman penyandang disabilitas dapat disertakan dalam setiap program-program prioritas dari Pemerintah Kota Bandung," ujar Angkie.

Vaksinasi Bagi Disabilitas
Perempuan yang meraih gelar S1 dan S2 di Fakultas Komunikasi London School of Public Relations Jakarta ini juga membahas soal vaksinasi bagi penyandang disabilitas, khususya di Kota Bandung. Ia berharap penyandang disabilitas diprioritaskan sesuai dengan surat arahan dari Kementerian Kesehatan.

Pemulihan Ekonomi
"Berikutnya, yang ketiga adalah kita bicara tentang Unit Layanan Disabilitas untuk pemulihan ekonomi. Bahwa penyandang disabilitas diberikan kesempatan untuk dapat bekerja dan juga mandiri secara ekonomi, UMKM, sesuai dengan arahan Bapak Presiden. Maka, kami membutuhkan dukungan dari Kota Bandung agar Unit Layanan Disabilitas ini melalui Kementerian Tenaga Kerja dapat terbentuk," tuturnya.

Pembentukan KDN
Terakhir, ia membahas soal rencana dibentuknya Komisi Nasional Disabilitas (KDN) oleh pemerintah. Apa sih KDN ini dan fungsinya?

"Komisi Nasional Disabilitas adalah lembaga independen yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden yang artinya untuk dapat menyosialisasi, mengadvokasi, mengevaluasi seluruh peraturan pemerintah sehingga membentuk Indonesia yang lebih inklusif," jelas Angkie.

Baca Ini Juga Yuk: Kamu Dapat SMS Berantai Gempa M8.5 pada 4 Juni? Begini Faktanya

Finalis Abang None Jakarta 2008 itu mengatakan Komisi Nasional Disabilitas saat ini sedang memasuki tahap seleksi. Nantinya, bakal terpilih tujuh komisioner yang dipercaya menjalankan lembaga tersebut.

"Saat ini pansel, panitia seleksi, yang akan menyeleksi calon komisioner. Ini interest-nya cukup tinggi untuk calon komisioner, pendaftarnya ada 1.200 lebih. Kita (pemerintah) harus memilih tujuh, Presiden harus memilih tujuh komisioner, komposisinya adalah empat penyandang disabilitas dan tiga non disablitas," papar Angkie.

Targetnya, KDN ini akan jadi kado istimewa bagi para penyandang disabilitas di Indonesia pada akhir tahun ini. "Targetnya adalah Hari Disabilitas Internasional tahun 2021 ini, Desember, Bapak Presiden sudah melantik tujuh orang komisioner (dan meresmikan KDN)," ucapnya.

Harapannya, setelah KDN terbentuk, selanjutnya dibentuk lembaga serupa di tingkat daerah. Sehingga, mimpi menjadikan Indonesia yang inklusif diharapkan benar-benar bisa dihadirkan di berbagai wilayah.

Jumlah dan Kategori Disabilitas
Angkie juga bercerita soal penyandang disabilitas secara umum. Salah satunya adalah soal jumlah disabilitas di Indonesia. Mau tahu berapa jumlahnya?

"Jumlah penyandang disabilitas untuk seluruh Indonesia saja ada 30 juta jiwa berdasarkan data BPS tahun 2018 dan untuk Jawa Barat itu kurang-lebih 8 juta jiwa," tuturnya.

Jumlah itu pun bisa saja semakin meningkat dari tahun ke tahun. Penyandang disabilitas sendiri terdiri dari berbagai kategori. Kamu tahu enggak apa saja kategorinya?

"Penyandang disabilitas itu ada lima kategori, yaitu penyandang disabilitas sensorik, motorik, intelektual, mental, dan ganda. Dengan angka 30 juta jiwa itu sangat besar dan tinggi sekali. Tidak menutup kemungkinan setiap tahun data ini akan meningkat," ucap Angkie.

Hal inilah yang membuat kehadiran KDN dianggap sangat penting bagi Indonesia. Sehingga, pemerintah berusaha menghadirkan lembaga tersebut. Apalagi, kehadiran lembaga ini juga merupakan amanat dari undang-undang.

"Komisi Nasional Disabilitas ini penting sebagai amanat Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016, yang artinya adalah ini sejarah di Indonesia kita memiliki lembaga baru untuk mengakomodir kebutuhan kelompok penyandang disabilitas dapat juga mengakses seluruh program pemerintah, baik nasional dan juga di daerah," pungkas Angkie.

Foto: Oris Riswan Budianan/beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler