Tahu Enggak? Ini Loh Makhluk Hidup Pertama di Bumi

Bandung - TemanBaik, saat ini kehidupan terus berkembang. Bahkan, gambaran-gambaran masa depan kerap diilustrasikan dengan berbagai kecanggihan.

Namun, pernah enggak kamu berpikir jauh miliaran tahun ke belakang, makhluk hidup apa yang pertama kali hidup di bumi? Jika belum tahu jawabannya, simak ulasannya, yuk!

Dari kacamata sains, bumi sudah terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Saat itu, bumi enggak langsung bisa dihuni. Kenapa, ya?

"Dalam perkembangannya, sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu sampai 500 juta tahun yang lalu itu, bumi pada saat itu masih belum stabil, masih banyak gas-gas beracun, belum bisa dihuni (makhluk hidup)," kata paleontolog dari Museum Geologi Unggul Prasetyo.



Secara umum, bumi saat itu digambarkan sebagai tempat yang begitu panas. Sehingga, kehidupan belum bisa berkembang. Kadar oksigen pun sangat tipis.

"Hal yang menarik adalah di periode mendekati 500 juta tahun yang lalu, mulai muncul ada satu makhluk hidup yang membuat bumi itu menjadi bisa lebih dihuni," ungkapnya.

Baca Ini Juga Yuk: Fakta Komodo yang Sering Disangka Turunan Dinosaurus



Makhluk hidup inilah yang jadi penghuni pertama bumi. Makhluk hidup ini sejenis ganggang yang kemudian dikenal dengan sebutan stromatolit. Stromatolit ini merupakan hewan bersel satu yang hidupnya berkoloni.

Menghasilkan Oksigen
Kehadiran stromatolit ini sangat menarik. Sebab, dari kajian ilmiah, stromatolit ini membantu bumi agar jadi tempat yang bisa dihuni makhluk hidup lain.

Sebab, stromatolit ini mampu menyerap gas beracun yang ada di atmosfer bumi pada saat itu. Ganggang ini kemudian melepaskan oksigen. Seiring berjalannya waktu, stromatolit ini ada di berbagai belahan bumi.

Sehingga, kadar gas beracun yang ada terus berkurang dan bumi jadi lebih 'ramah' bagi makhluk hidup karena kadar oksigen jauh lebih banyak ketimbang gas beracun.

"Akhirnya setelah (stromatolit) ini cukup masif di awal-awal bumi terbentuk, ini mulai mereduksi gas-gas beracun itu, dan membuat saat ini jadi lebih banyak oksigen. Itu awal bumi mulai bisa dihuni (mahkluk) hidup karena sudah mulai banyak oksigen," jelas Unggul.



Ledakan Evolusi dan Masa Kini
Setelah bumi mulai bisa dihuni, makhluk hidup mulai bermunculan. Fase ini dikenal dengan masa kambrium, yakni dalam kurun 541-485 juta tahun lalu.

"Kambrium ini memicu ledakan evolusi kehidupan dalam suatu peristiwa yang dikenal sebagai ledakan kambrium, dimana jumlah makhluk hidup berevolusi terbanyak sepanjang sejarah bumi dalam satu perioda," tutur Unggul.

Pada periode itu, makhluk hidup seperti gambang semakin berkembang. Ada juga makhluk hidup lain yang hidup di lautan. Sebab, saat itu mayoritas bumi belum terbentuk daratan alias didominasi lautan.

"Ada satu batas sekitar 500 juta tahun yang lalu, setelah bumi itu cukup banyak oksigennya, ternyata mulai banyak ditemukan jejak peninggalan makhluk hidup," ucapnya.

"Mulai muncul adanya crustasea atau udang-udangan, bisa dibilang itu keluarga udang. Ini dikenal dengan nama trilobit. Sekarang mungkin orang tahu kayak kepiting kelapa, (trilobit) ini nenek moyangnya," jelas Unggul.

Selanjutnya, muncul jenis ikan pada periode 485-443 juta tahun yang lalu. Saat itu, ikan yang ada belum memiliki tulang belakang. Seiring berjalannya waktu, ikan yang ada kemudian berkembang dan memiliki tulang belakang. Perkembangan juga dialami makhluk hidup lainnya.

Nah, setelah fase ini, kehidupan terus berkembang samapai sekarang. Mulai dari hadirnya makhluk hidup di daratan, dari tumbuhan dan binatang, hingga hadirnya manusia purba.

Perkembangan pun terus terjadi hingga akhirnya manusia dan berbagai jenis makhluk hidup lainnya ada hingga sekarang. Semua melampaui proses yang begitu panjang. Bahkan, ada berbagai bencana yang membuat sebagian makhluk hidup ada yang mengalami kepunahan, misalnya dinosaurus.

Foto: Djuli Pamungkas/beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler