Pesan Penting Bagi Guru yang akan Kembali Mengajar Tatap Muka

Bandung - Wacana pembelajaran tatap muka terbatas rencananya akan dimulai pada Juli 2021. Sebelum ini terlaksana, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, khususnya oleh guru.

Persiapan ini tak hanya perlu dilakukan siswa, guru juga sangat disarankan melakukannya. Kedua pihak, baik siswa maupun dan guru perlu mempersiapkan diri, mulai dari kesehatan fisik hingga mental.

Di masa pandemi COVID-19 ini, yang jadi sorotan utama selain kesehatan fisik, tentunya kesehatan mental. Apalagi bagi guru, mereka harus melaksanakan rancangan sistem pembelajaran dan kurikulum yang disesuaikan dengan adaptasi kebiasan baru (AKB), berupa pembelajaran tatap muka terbatas.

Selain itu, ada beberapa persiapan lain yang perlu dilakukan guru menurut Dr. Weny Sembiring Pandia, M.Si, Psi, seorang praktisi dan ketua Asosiasi Psikologi Pendidikan Indonesia. Ia menyampaikan poin-poin persiapan tersebut pada seminar daring yang digelar Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak-kanak dan Pendidikan Luar Biasa (PPPPTK TK PLB).

Pada seminar daring ini berjudul 'Seri Webinar Guru Belajar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas' ini, Weny menjelaskan persiapan apa saja yang perlu dilakukan guru untuk menghadapi pembelajaran tatap muka terbatas nanti. Pertama adalah cek kesehatan fisik dan mental. Ini menjadi hal dasar karena selama setahun lebih ke belakang kegiatan belajar difokuskan secara daring.

"Jadi, yang perlu dilakukan pertama adalah cek kesehatan fisik bapak dan ibu guru dulu. Sehingga, ketika nanti kita betul-betul ketemu dengan anak-anak nanti, misalkan tahun ajaran baru, bapak dan ibu sudah sehat secara fisik," kata Weny.

Selain itu, perlu diingat pembelajaran tatap muka ini masih berada dalam masa pandemi. Sehingga mengingatkan 5M pada siswa adalah hal yang wajib dilakukan. Ingatkan murid menjauhi kerumunan, menjaga jarak minimal 1 meter, mencuci tangan, memakai masker, dan juga membatasi mobilitas.

Baca Ini Juga Yuk: Ini "Vaksin" Terbaik Saat Sekolah Kembali Tatap Muka

Pada kegiatan awal pembelajaran juga disarankan melakukan kegiatan bonding terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar murid bisa beradaptasi dengan kondisi sekitar, baik lingkungan maupun teman-teman.

"Ketika di kelas di awal, jangan langsung belajar dulu, tapi kita lakukan bonding dulu, aktivitas-aktivitas menarik yang membuat mereka semakin terikat, mereka bisa beradaptasi dengan cepat, (karena sebelumnya belajar) dari rumah sekarang belajar lagi di sekolah. Jadi mungkin bisa dengan permainan, bisa dengan menceritakan bagaimana perasaannya, pokoknya ada kegiatan pendahuluan dulu sebelum belajar," jelas Weny.

Hal yang tidak boleh dilupakan adalah cek level pemahaman siswa. Sebab, mungkin selama setahun lebih pembelajaran daring ada poin-poin pembelajaran yang sudah lupa atau justru belum tercapai. Selain itu, lakukan diskusi bersama guru-guru lain terkait bagaimana mencapai target pembelajaran yang diinginkan.

Guru juga harus menjaga tingkat kecemasan orang tua yang kembali menitipkan anaknya di sekolah karena pembelajaran tatap muka. Selalu berkomunikasi dengan orang tua agar tingkat kepercayaan meningkat dan anak pun melakukan kegiatan belajar yang maksimal.

Begitulah beberapa poin yang perlu dilakukan para guru yang akan kembali menjalankan pembelajaran tatap muka. Selalu jaga kesehatan selama kegiatan belajar mengajar ini, ya. Selamat bertugas para guru!

Foto: Ilustrasi (Unsplash)

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler