Unik! Ini 5 Jenis Hiu Berjalan Endemik di Indonesia

South Aru - TemanBaik, apa yang terlintas dalam benakmu jika mendengar kata ikan hiu? Mayoritas biasanya akan membayangkan ikan buas dengan pergerakannya cepat saat menyergap mangsa.

Namun, tahu enggak jika ternyata ada jenis hiu yang unik dari Indonesia? Ikan hiu ini dinamakan walking shark alias hiu berjalan. Simak penjelasan dan cari tahu keunikannya, yuk!

Indonesia Punya Banyak Jenis Hiu
Perairan di Nusantara ini kaya banget loh akan beragam jenis hiu. Saking banyaknya, di antara kamu mungkin ada yang baru tahu jika Indonesia punya aneka jenis hiu. Mau tahu jumlahnya?

Dilansir dari laman Indonesia.go.id, berdasarkan catatan Kementerian Kelautan dan Perikanan, di perairan Nusantara ini hidup sekitar 117 spesies hiu dalam 25 suku. Ini menegaskan Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman hayati laut yang sangat tinggi di Indonesia.

Mengenal Hiu Berjalan
Hiu ini yang mungkin memicu rasa penasaran kamu. Apalagi jika kamu baru mendengar sebutan hiu berjalan ini. Kenapa sih dinamakan hiu berjalan?

Hiu berjalan ini termasuk kategori fauna endemik di Indonesia, tepatnya di sekitar perairan Papua dan Maluku. Hiu berjalan masuk ke dalam genus Hemiscyllium dan hidup nokturnal di dasar perairan.

Hewan ini punya ciri khas, yaitu warna dasar tubuhnya cokelat muda dengan totol-totol cokelat tua dan putih yang tersebar selang-seling di sekujur tubuhnya. Karena dikategorikan hewan nokturnal, hiu berjalan ini lebih banyak aktif pada malam hari.

Di kegelapan malam, hiu ini biasanya mulai mengendap-endap keluar dari persembunyiannya di balik terumbu karang. Berbeda dengan kebanyakan spesies ikan hiu lainnya, hiu berjalan ini menggunakan kedua siripnya dadanya untuk merangkak di dasar laut berpasir atau berbatu. Hal inilah yang membuatnya disebut hiu berjalan.

Baca Ini Juga Yuk: Perlunya Memandang Disabilitas dari Sudut Berbeda

Memiliki Ukuran yang Mini
Jika membayangkan ikan hiu, biasanya orang akan terlintas pada ukurannya yang besar. Namun, berbeda dengan hiu berjalan, ukurannya tergolong 'mini' jika dibandingkan spesies hiu pada umumnya.

Panjang tubuhnya sekitar 50-80 sentimeter. Bahkan, ukuran terkecilnya bisa mencapai 20 sentimeter. Tentu ukuran ini sangat berbeda jauh jika dibandingkan hiu lain yang panjangnya saja lebih dari 1 meter.

Hiu ini tidak mampu berenang menyeberangi lautan dalam meski hanya beberapa kilometer. Kehidupannya biasanya hanya terpusat di satu wilayah saja. Sehingga, enggak heran jika hiu ini kemudian menjadi hewan endemik. Biasanya, hiu ini dijumpai di kedalaman laut, mulai 2-15 meter.

Ada Sembilan Spesies Hiu Berjalan di Dunia
Hiu berjalan ini ternyata enggak hanya satu loh, TemanBaik. Di seluruh dunia, total sudah teridentifikasi ada sembilan spesies hiu berjalan. Namun, sebaran hidup hiu ini terbatas di wilayah cincin utara benua Australia, Papua Nugini, Papua Barat, Halmahera, dan Aru.

Nah, dari jumlah sembilan spesies hiu berjalan di dunia, lima di antaranya dapat ditemui di perairan Indonesia. Data ini berasal dari jurnal ilmiah 'Marine and Freshwater Research' yang dipublikasikan pada 21 Januari 2020.

Jurnal ini merupakan hasil penelitian bersama yang dilakukan pakar zoologi oseanografi asal Indonesia, Amerika Serikat, dan Australia. Mereka mewakili sejumlah lembaga, seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Conservation International (CI) Indonesia, California Academy of Sciences, dan Australian National Fish Collection.

Selain itu, ada juga lembaga lain yang terlibat, yaitu Department of Aquatic Zoology, Western Australian Museum, dan Florida Museum of Natural History. Sehingga, hasil dari penelitian ini tentu enggak diragukan.

Untuk memublikasikan jurnal tersebut, para peneliti ini melakukan penelitian selama 12 tahun, loh! Pertama kali, publikasi soal spesies hiu berjalan ini dilakukan di laman Conservation International.

Sebaran Spesies Hiu Berjalan di Indonesia
Penasaran enggak sih di mana habitat lima spesies hiu berjalan yang ada di Indonesia ini? Pertama adalah hiu berjalan Raja Ampat. Bernama ilmiah Hemiscyllium freycineti, hiu ini pertama kali ditemukan pada 1824.

Kedua adalah hiu berjalan Teluk Cendrawasih (Hemiscyllium galei). Ketiga yaitu hiu berjalan Teluk Triton Kaimana (Hemiscyllium henryi) yang ditemukan pada 2008. Selanjutnya ada hiu berjalan Halmahera (Hemiscyllium halmahera) yang ditemukan pada 2007 dan dipublikasikan 2013 oleh penemunya, Mark V. Erdmann dari MI Marine Program lewat Aqua-Journal if Ichtyology.

Sedangkan satu spesies lagi adalah hiu berjalan Hemiscyllium tripeculare yang ditemukan di perairan Kepualauan Aru, Maluku. Khusus untuk spesies ini tidak dikategorikan hewan endemik. Sebab, hiu berjalan jenis ini bisa ditemukan juga di pantai utara dan barat Australia.

Menurut Christine Dudgeon, salah seorang peneliti di tim penelitian gabungan itu, hiu berjalan ini masuk kategori predator teratas di terumbu karang. Kemampuan berjalan di perairan dangkal ini dilakukan untuk bertahan pada lingkungan beroksigen rendah.

Hiu berjalan jenis ini juga jadi spesies hiu termuda yang melakukan evolusi sekitar 9 juta tahun lalu. Sebaliknya, sebagian besar hiu berevolusi sekitar 200 juta tahun lalu.

Foto: Hiu berjalan di perairan Papua dan Maluku (Conservation International/Mark Erdman)


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler