Kasus COVID-19 Makin Tinggi, Saatnya Penyintas Bergerak

Bandung - TemanBaik, ada di antara kamu yang jadi penyintas alias pernah terpapar COVID-19? Jika ada, situasi saat ini memanggil kamu nih untuk bergerak. Bergerak apa ya maksudnya?

Tahu kan jika saat ini kasus COVID-19 meningkat drastis di berbagai daerah? Makin lama, jumlah pasien bahkan semakin tak terbendung. Banyak rumah sakit pun kewalahan dan tak mampu menerima lagi pasien.

Selain sulitnya mengakses rumah sakit bagi pasien COVID-19, ada satu hal penting yang mungkin sangat dekat dengan kehidupan kamu. Coba deh cek isi WhatsApp kamu, termasuk di grup yang ada, berapa kali dalam sepekan ini kamu menerima informasi ada orang yang membutuhkan plasma convalescent atau konvalesen?

Belakangan ini, banyak banget deh info seperti itu beredar, terutama sejak peningkatan kasus COVID-19 pasca Idulfitri. Jika kamu penyintas, hindari mengabaikannya ya. Bahkan, jika kamu mendapat informasi ada orang yang membutuhkan bantuan, meneruskannya pada penyintas COVID-19 bisa jadi langkah sederhana, tapi berharga banget.

Baca Ini Juga Yuk: Unik! Ini 5 Jenis Hiu Berjalan Endemik di Indonesia

Dengan cara meneruskan informasi itu, bisa jadi penyintas COVID-19 tergerak untuk mendonorkan darahnya agar plasma konvalesennya bisa dimanfaatkan untuk terapi penyembuhan pasien COVID-19.

Jika kamu penyintas, informasi ini jadi satu panggilan yang sebaiknya disambut dengan tangan terbuka. Apalagi jika kamu pernah merasakan bagaimana sakitnya terpapar COVID-19 dan menjalani perawatan di rumah sakit. Bahkan, mereka yang tidak mengalami gejala pun jelas tak nyaman karena harus menjalani isolasi berhari-hari.

Separah apa sih kondisi saat ini? Sebagai gambaran, di PMI Kota Bandung saja per 28 Juni 2021 ini terdapat antrean hingga 458 orang. Mereka adalah pasien yang menantikan pendonor plasma konvalesen. Mereka harus menunggu berhari-hari agar bisa mendapatkan plasma konvalesen untuk menunjang pengobatannya.

"Secara umum (yang memerlukan plasma konvalesen ini) waiting list, ya. Karena permintaan banyak terus, sedangkan si pendonornya terbatas, sedikit yang mau mendonorkan plasma konvalesen ini. Jadi, memang antrean permintaan itu terus bertambah setiap hari," ujar Humas PMI Kota Bandung Budi Wandina.

Secara umum, kondisi ini juga terjadi tak hanya di Bandung. Berbagai daerah di Indonesia juga mengalami hal serupa. Artinya, banyak banget yang membutuhkan plasma konvalesen ini.

"Mulai drastis permintaannya itu setelah ada peningktan kasus pasca Lebaran, ya. Setelah ada peningkatan kasus, permintaan bertambah secara otomatis. Hampir setiap hari rata-rata 10 persen (kenaikan permintaannya). Biasanya (antreannya) di bawah 200, kalau sekarang sudah lebih dari 300," jelas Budi.

Mirisnya, pengolahan plasma konvalesen ini enggak mudah. Di PMI Kota Bandung saja, dalam sehari hanya bisa mengolah plasma konvalesen dari 20 pendonor saja. Sebab, ada keterbatasan dari jumlah petugas dan mesin. "Jadi, kita maksimal baru sampai kisaran maksimal 20 pendonor sehari," ucapnya.

Dianjurkan Membawa Pendonor
TemanBaik, jika keluarga atau orang yang kamu kenal terpapar COVID-19 dan sedang membutuhkan plasma konvalesen, sebaiknya berusaha carilah penyintas COVID-19 untuk mau mendonorkan darahnya.

Konsekuensinya, jika tak membawa pendonor 'pengganti', pasien harus menunggu sampai mendapatkan pendonor sukarela yang datang ke PMI. Sebab, mencari pendonor sukarela ini enggak mudah. Pendonor pengganti ini hanya datang atas kesadaran dan kemauannya sendiri.

"Memang sekarang untuk pendonor diharapkan keluarga pasien bisa membawa calon donornya. Karena memang kita agak sedikit terkendala untuk pencarian donor sukarela plasma konvalesen," ungkap Budi.

Sementara jika kamu penyintas, sebaiknya segera datangi PMI terdekat untuk menyumbangkan darahmu. Sebab, ada banyak pasien yang membutuhkan uluran tanganmu, tepatnya plasma konvalesen.

Tak Perlu Takut Mendonor
TemanBaik, enggak perlu takut kok untuk mendonorkan darah, termasuk bagi penyintas. Sebab, di PMI sudah menerapkan standar yang super ketat untuk terhindari jadi area penularan dan penyebaran COVID-19.

"Harapannya para penyintas COVID-19 ini diharapkan mau dengan sukarela membantu pasien COVID-19 untuk mendonorkan plasmanya," ujar Budi.

Lalu, apa saja syarat agar bisa mendonorkan plasma konvalesen ini? Syarat utamanya adalah pendonor minimal sudah dinyatakan negatif terakhir minimal 14 hari sebelumnya, dan berat badan minimal 57 kilogram.

"Selebihnya nanti ada pemeriksaan lagi (oleh petugas PMI)," jelas Budi.

Jika dari hasil pemeriksaan dinyatakan calon pendonor bisa mendonor darah, pengambilan darah akan dilakukan. Setelah itu, darah akan diolah dan didistribusikan kepada pasien yang membutuhkan.

Yuk, bantu para pasien COVID-19 sembuh dari perjuangannya!

Foto: Ilustrasi Unsplash/Nguyen Hiep


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler