Hal Baik yang Bisa Kamu Lakukan saat PPKM Darurat

Bandung - TemanBaik, capek enggak sih ada pada situasi pandemi COVID-19 yang enggak kunjung berakhir ini? Mau ngapa-ngapain enggak bebas, masker harus dipakai ke mana-mana, bahkan ada yang kehilangan pekerjaan hingga meregang nyawa akibat pandemi ini.

Ketimbang mengeluh, banyak banget kok hal baik yang bisa kamu lakukan. Hal baik ini enggak melulu sesuatu yang besar dan luar biasa. Kamu justru bisa melakukan hal sederhana.

Namun, jika langkah kecil dilakukan sama-sama oleh banyak orang, percaya deh situasi ini akan membaik. Setidaknya, ada orang-orang yang teredukasi hingga bebannya berkurang. Bahkan mungkin ada yang merasa sangat terbantu.

"Ah, aku bisa apa sih? Hanya orang biasa." Setop berpikir seperti ini, ya! Kamu bisa kok jadi orang yang bermanfaat bagi sesama di tengah pandemi ini.

Biar kamu punya gambaran, berikut ini hal-hal sederhana yang bisa dilakukan di tengah pandemi ini, terutama di masa penerapan PPKM Darurat. Simak ulasannya, yuk!

1. Menerapkan Prokes dan Saling Mengingatkan
Kamu masih konsisten menerapkan protokol kesehatan, kan? Selalu disiplin ya TemanBaik demi kebaikan dan kesehatan banyak orang. Iya, kamu mungkin lelah harus menerapkan protokol kesehatan. Namun, kondisi memaksa kita semua agar tetap disiplin menerapkannya.

Enggak cukup hanya disiplin diri, kamu sebaiknya juga mengingatkan orang lain. Mulai dari lingkungan keluarga hingga jejaring pertemanan, ingatkan mereka agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Misalnya jika ada yang tak memakai masker, ingatkan dengan baik biar maskernya dipakai. Jika ada yang berkerumun, ajak mereka untuk tidak berkerumun. Namun, ingat ya, komunikasi atau bicara dengan baik biar enggak menyinggung. Beri pemahaman bahwa melanggar prokes justru membuat situasi saat ini bakal sulit dikendalikan dan berefek jangka panjang.

Ikuti juga arahan dari pemerintah selama masa PPKM Darurat ini. Sebab, banyak banget aturan yang diberlakukan. Kuncinya, semua aturan ini perlu dimaknai secara positif. Tujuan akhirnya mengendalikan kasus COVID-19 dan tentu saja demi mengakhiri pandemi.

2. Mengikuti Vaksinasi
Sudah divaksinasi COVID-19? Jika belum, segera mengakses layanan vaksinasi, ya. Banyak kok sekarang yang membuka layanan vaksinasi gratis. Ketika ada kesempatan, langsung akses deh vaksinasi itu.

Iya, vaksin memang tak membuat kita terhindar 100 persen dari COVID-19. Namun, vaksinasi bisa membuat kita meminimalisir gejala berat hingga kematian saat terpapar COVID-19.

Enggak perlu takut dengan berbagai informasi negatif seputar vaksin COVID-19 yang seliweran. Para ahli sudah meneliti dan menghitung berbagai kemungkinan negatif yang ada.

Baca Ini Juga Yuk: Aksi Baik Patungan Imun untuk Kesembuhan Para Pejuang COVID-19

Nah, jika ada orang di sekitarmu yang belum divaksinasi, usahakan deh mencari informasi untuk mengakses vaksinasi. Jika orangnya takut divaksinasi karena sudah terlanjur berpikir negatif, bagaimana?

Disini kamu bisa berperan sebagai agen edukasi. Beri pemahaman yang mudah dicerna bahwa vaksinasi adalah langkah penting dalam upaya mengakhiri pandemi. Beri mereka berbagai literatur atau informasi valid seputar vaksin untuk mematahkan pandangan vaksinasi bakal berdampak negatif.

3. Membantu yang Terpapar COVID-19
Jika ada orang yang terpapar COVID-19, kamu bisa berkontribusi melakukan hal baik. Misalnya memberi atau mengumpulkan bantuan untuk mereka yang terpapar. Kamu juga bisa memberi bahan makanan atau makanan siap santap kepada mereka yang menjalani isolasi mandiri.

Sebab, mereka yang menjalani isolasi mandiri pasti kesulitan mengakses sesuatu di luar rumah, termasuk berbelanja kebutuhan makanan. Langkah ini bisa kamu lakukan sendiri. Namun, jika dilakukan oleh banyak orang bakal lebih baik.

Cara sederhana lain juga bisa dilakukan, misalnya berkomunikasi lewat telepon atau panggilan video. Percaya deh, hal sederhana seperti ini bakal berharga banget bagi yang terpapar COVID-19. Beri mereka semangat dan hal menghibur yang bisa dilakukan.

Bahkan, melakukan panggilan video bersama banyak orang akan lebih seru. Misalnya melakukan panggilan video bersama teman-teman 'geng' kamu. Ngobrol ngalor-ngidul juga enggak apa-apa demi membuat yang terpapar COVID-19 terhibur dan enggak merasa sendirian.

4. Membantu Usaha Teman
Langkah ini sederhana banget. Kamu bisa membeli produk yang dijual oleh saudara atau temanmu. Siapa tahu usaha itu lagi sepi pembeli, sedangkan kebutuhan pribadi dan keluarga tetap harus dipenuhi.

Jila tak bisa membeli produk atau barang jualan temanmu, ada cara lain yang bisa dilakukan, yakni bantu mempromosikannya. Kamu bisa memanfaatkan ponselmu untuk membantu promosi, misalnya melalui media sosial atau grup WhatsApp.

Simpel banget, kan? Siapa tahu dari langkah sederhana ini bakal datang konsumen pada temanmu. Apalagi, sekarang banyak banget kan hashtag alias tagar di media sosial #bantuumkm atau #bantuusahateman. Sudah banyak yang melakukan ini dan kamu bisa jadi salah seorang di antaranya.

5. Jadi Agen Edukasi
Sejak pandemi melanda, banyak banget kan hoaks yang bertebaran, mulai dari media sosial, pesan singkat, hingga melalui percakapan.

Sebaliknya, kamu bisa jadi penangkal hoaks. Ketika menerima informasi yang belum jelas kebenarannya, cek dan ricek lagi deh. Sehingga, alih-alih meneruskan hoaks lagi, kamu bisa berperan sebagai edukator serta memberikan informasi jelas dan lengkap menjawab hoaks yang beredar.

Semesta Berikhtiar Jadi Kunci Bersama
TemanBaik, di luar berbagai hal di atas, ada banyak banget hal baik yang bisa kamu lakukan. Kata kuncinya, kamu mau bergerak dalam mengatasi pandemi ini, meski yang dilakukan adalah hal sederhana.

Namun, langkah sederhana ini perlu dilakukan bersama orang lain. Semakin banyak yang terlibat dalam hal-hal baik, asa mengakhiri pandemi ini bisa cepat terwujud.

Pakar kesehatan masyarakat Universitas Padjadjaran (Unpad) Irvan Arfianto pun memberi istilah khusus untuk hal baik yang perlu dilakukan bersama ini. Ia menyebutnya dengan istilah 'semesta berikhtiar'.

Filosifi dari 'semesta berikhtiar' ini adalah banyaknya orang melakukan hal baik sebagai ikhtiar bersama mengakhiri pandemi. Setiap orang pun bisa melakukannya.

"Semesta berikhtiar itu punya makna setiap dari kita punya potensi untuk berperan secara positif dan bermanfaat," kata Irvan.

Kamu enggak mau kan hidup sia-sia di dunia ini? Jadi, selama bisa melakukan hal positif, yuk sama-sama melakukan hal baik di tengah pandemi ini.

"Insya allah setiap dari kita punya kesmpatan melakukan sesuatu yang baik dan konstruktif. Enggak usah menunggu pemerintah, kerjakan saja (apa yang bisa dikerjakan)," ucap Irvan.

Foto: Ilustrasi Unsplash/Branimir Balogovic
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler