Titipan Pesan & Semangat untuk Nakes Lewat Telur Rebus

Bandung - TemanBaik, pernah terpikir enggak jika lewat telur bisa terselip pesan dan semangat? Bisa banget, loh. Simak ulasannya, yuk!

Kamis (8/7/2021) siang, empat orang relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) terlihat sibuk di area dapur umum BPRSDN Wyata Guna, Kota Bandung. Di depan wadah plastik berukuran besar, mereka ada yang jongkok dan duduk dengan alas seadanya di atas aspal.

Di wadah itu terlihat begitu banyak telur ayam yang sudah berisi air. Apa yang mereka lakukan, ya? "Ini lagi dibersihin dulu telur ayamnya biar enggak ada kotoran yang menempel," ujar salah seorang relawan.

Secara teliti, telur-telur itu pun dibersihkan satu per satu. Tak cukup hanya menggunakan tangan, mereka juga memakai spons untuk membersihkannya. Sehingga, telur-telur akan terjamin kebersihannya.

Telur-telur yang sudah kering itu kemudian dipisahkan ke wadah lain yang kering. Tujuannya biar telur yang sudah bersih itu kering dan siap diolah lagi. Selanjutnya, telur itu akan direbus dalam kuali besar.



Setelah direbus, telur itu akan dikemas. Telur-telur ini kemudian bakal didistribusikan bagi para tenaga kesehatan (nakes) di dua rumah sakit di Kota Bandung, yaitu RSUD Kota Bandung dan RS Bhayangkara Sartika Asih.

Baca Ini Juga Yuk: Memupus Ketakutan Disabilitas pada Vaksinasi COVID-19

Selain itu, telur ini juga diberikan bagi pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di area Wyata Guna dan lingkungan sekitar. Telur ini diberikan agar nakes dan pasien isoman mendapat asupan nutrisi yang baik.

Bagi nakes, mereka tentu diharapkan tetap fit karena sedang mendapat tugas berat karena lonjakan kasus COVID-19 sangat luar biasa. Sedangkan bagi yang menjalani isoman, telur ini juga diharapkan membuat kesehatan mereka tetap terjaga.

Di luar nutrisi, sebetulnya ada pesan yang ingin disampaikan melalui telur rebus ini. Telur ini diharapkan jadi pengingat bahwa pandemi COVID-19 belum berakhir. Sehingga, siapapun diharapkan tetap taat menjalankan protokol kesehatan.

Telur-telur itu juga jadi pesan bagi nakes yang menjalani isoman bahwa mereka mendapat dukungan dari banyak pihak di tengah kesulitan. Sehingga, nakes dan pasien isoman diharapkan tak merasa sendirian.

Pembagian telur ini adalah program dari Kementerian Sosial. Kementerian yang dipimpin Tri Rismaharini itu mendirikan dapur umum di berbagai daerah. Lewat dapur umum inilah disiapkan aneka bantuan berupa makanan gratis. Sasarannya mulai dari nakes, pasien isoman, hingga masyarakat terdampak.



Menurut Kepala BPRSDN Wyata Guna Sudarsono, distribusi telur rebus itu sudah dilakukan sejak Sabtu (3/7/2021). Setiap harinya, sampai sekarang, dibagikan sekitar 1.000 paket telur untuk 1.000 penerima manfaat. Dalam satu paketnya berisi dua telur rebus.

"Kami distribusian ini ke dua rumah sakit sesuai arahan Ibu Menteri (Sosial) per hari 1.000 paket, satu paketnya dua telur," kata Sudarsono.

Wyata Guna sendiri sengaja dipilih menjadi tempat mendirikan dapur umum karena tergolong cukup luas. Selain itu, ada beberapa sarana dan prasarana yang dinilai memadai. Sedangkan kekurangannya dibantu Kementerian Sosial.

"Untuk proses penyiapan telurnya sendiri, siang itu relawan mencucinya, nanti malam mulai merebus dan ditiriskan setelah matang. Subuhnya itu dilakukan pengemasan. Pagi-pagi sekitar jam 7 atau 8 paket telur ini didistribusikan," jelas Sudarsono.

Ia sendiri belum bisa memastikan kapan program bagi-bagi telur rebus ini akan berakhir. Hal yang pasti, program ini akan berjalan selama stok telur masih tersedia. Sesuai arahan Menteri Sosial, setiap harinya ada 1.000 paket telur yang dibagikan.

"Kalau untuk ke depan, kita menunggu arahan dari pusat saja. Tapi, kabarnya sore ini akan di-support lagi dua ton (telur)," tutur Sudarsono.

Foto: Oris Riswan/Beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler