Ini Cara Aman Membantu Teman Netra Menyeberang di Tengah Pandemi

Bandung - TemanBaik, pandemi COVID-19 memaksa semua orang untuk menjalankan protokol kesehatan. Namun, terkadang bagi disabilitas hal ini cukup sulit dilakukan, terutama bagi yang membutuhkan bantuan orang lain dalam melakukan sesuatu.

Contoh paling mudah adalah ketika seorang teman netra hendak menyeberang. Mau diam saja melihat mereka kesulitan dan ada dalam posisi bahaya?

Di satu sisi, mungkin kamu ingin membantunya. Namun, di sisi lain protokol kesehatan harus dijalankan. Hal yang jadi perhatian ketika ingin membantu teman netra adalah sentuhan fisik. Di tengah pandemi, tentu sentuhan fisik sangat tidak disarankan.

Sebab, sentuhan fisik bisa jadi salah satu sarana penularan COVID-19 maupun penyakit lainnya. Dalam kondisi ini, tidak ada yang tahu apakah kamu penularnya atau justru disabilitas yang dibantu penularnya.

"Kan kita enggak tahu apakah orang disabilitasnya sendiri atau yang mau nyeberanginnya yang ada virus," kata pegiat HAM disabilitas Bandung Raya Aden Achmad.

Ya, dalam situasi seperti ini, semua memang harus sama-sama menjalankan protokol kesehatan demi kebaikan bersama. Intinya, jangan sampai kamu tertular, jangan pula kamu menularkan.

Baca Ini Juga Yuk: Cerita Teman Tuli yang Sempat Takut Divaksinasi COVID-19

Lalu, bagaimana caranya membantu mereka agar sama-sama aman dan nyaman? Menurut Aden, memang situasi seperti itu cukup rumit. Sebab, selama ini teman netra memang kerap mendapat bantuan berupa sentuhan fisik ketika menyeberangkan.

Namun, ada gambaran solusi yang diberikannya. Pertama, pastikan disabilitas dan yang akan membantu menyeberangkan jalan sama-sama menjalankan protokol kesehatan, khususnya memakai masker.

Kedua, jika akan bersentuhan, lebih dulu pakai hand sanitizer. Jika ada tempat cuci tangan, lebih baik cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

Selanjutnya, saat akan membantu menyeberangkan jalan, tongkat yang dibawa teman netra bisa dipakai jadi sarana pengganti sentuhan fisik. Posisikan kamu membelakangi teman netra dan saling memegang tongkat dengan posisi tegak lurus.

Berikan instruksi yang jelas saat menyeberang. Ingat, jalannya pelan-pelan saja, ya! Setelah selesai menyeberangkan jalan, kembali cuci tangan dengan sabun dan air atau hand sanitizer.

Bagaimana jika teman netra tak membawa tongkat dan di sekitar tak ada benda yang bisa dipakai sebagai 'perantara'? Kamu bisa kok tetap membantunya tanpa saling bersentuhan. Caranya, kamu menjadi 'penghalang' teman netra ketika menyeberang.

Kamu bisa berjarak satu sampai dua meter dari teman netra, kemudian beri gestur agar kendaraan yang melintas berhenti. Setelah itu, terus 'lindungi' teman netra sambil memberikan instruksi agar mereka berjalan sesuai arah yang dituju ketika menyeberang.

Jika hal ini sulit dilakukan, sentuhan fisik jadi jalan terakhir. Berikan bahu atau lengan bagian atas untuk dipegang teman netra. Namun, komunikasikan agar sebelum bersentuhan teman netra mencuci tangannya. Bicarakan baik-baik agar mereka tidak tersinggung dan demi kebaikan bersama.

Usai menyeberangkan, minta kembali teman netra agar tangannya disterilkan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer. Namun, ingat ya, sentuhan fisik ini jadi jalan paling akhir. Jika masih bisa membantu tanpa melakukan sentuhan, lakukin itu dulu, deh!

"Pokoknya kalau sudah bersentuhan, cuci tangan atau pakai hand sanitizer," ucap Aden.


Foto: Ilustrasi Unsplash/Sebastian Dumitru
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler