Menyentuh Lansia hingga ODHA Lewat Cinta

Pandemi COVID-19 membuat banyak orang terjebak dalam kesulitan. Namun, aksi baik selalu hadir memberi angin segar. Bahkan, meski aksi baik yang ada terlihat sederhana, hal itu tetap kaya makna.

Salah satu aksi baik dilakukan Ayu Oktarini. Owner Kozi Coffee Veteran ini menggelar aksi bagi-bagi ratusan paket sembako untuk yang terdampak pandemi di Kota Bandung. Sasaran penerimanya mulai dari warga kalangan ekonomi kurang mampu, lansia, perempuan HIV/AIDS, hingga transpuan.

Kegiatan ini melengkapi bagi-bagi makan siang gratis yang dilakukan sejak awal Juli 2021. Bagi-bagi makan siang gratis sendiri disokong rekan-rekannya dan para donatur. Hingga akhirnya, dana yang terkumpul cukup banyak.

"Kita berpikir kalau makan siang itu terbatas pada hanya orang lewat (di depan Kozi Coffee Veteran), sementara di luar sana kita tahu banyak sekali orang yang butuh hal-hal lebih esensial, salah satunya bahan kebutuhan pokok," ujar Ayu.

Ia lalu berpikir mengalihkan sebagian dana untuk membeli kebutuhan pokok dan diberikan pada yang membutuhkan. Ibarat bertemu jodohnya, ia kemudian dihubungi Melanie Subono yang fokus pada kegiatan sosial melalui Rumah Harapan Melanie.

Melanie pun mengirimkan sejumlah bantuan untuk dibagikan. Sehingga, bahan bantuan menjadi lebih banyak. Sasaran penerima kemudian dibagi berdasarkan skala prioritas.

"Kemarin kita sempat menimbang-nimbang, karena terlalu banyak yang membutuhkan, tapi akhirnya prioritasnya ada empat kelompok," ungkap Ayu yang juga Koordinator Nasional Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI).

Kelompok pertama adalah warga di sekitar Kelurahan Sumur Bandung dengan prioritas ibu hamil, lansia, dan anak-anak. Kedua adalah kelompok transpuan. Ketiga adalah perempuan dengan HIV. Terakhir adalah mereka yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman).

Pesan Cinta
Bantuan yang diberikan pun berbagai macam, mulai dari beras, minyak, gula, serta bahan kebutuhan pokok lainnya. Selain itu, ada juga popok bayi, popok lansia, hingga susu bayi dan anak-anak.

Agar tepat sasaran, pendataan dilakukan sedetail mungkin. Sehingga, bantuan yang diberikan bisa benar-benar bermanfaat dan meringankan beban penerima di tengah pandemi.

Untuk warga sekitar Kelurahan Sumur Bandung, bantuan sengaja diberikan. Prinsipnya adalah memperhatikan lebih dulu lingkungan terdekat sebelum menyentuh yang jauh.

"Yang kedua adalah teman-teman kelompok waria. Kenapa waria? Karena memang teman-teman waria kan banyak yang buka salon, ngamen, dan lain sebagainya. Pandemi tuh mereka sudah enggak bisa ngapa-ngapain. Rata-rata mereka sudah masuk usia tua juga," tuturnya.

Ia sendiri tahu para transpuan yang membutuhkan bantuan kondisinya seperti apa. Mereka banyak yang dilanda kesulitan ekonomi hebat sejak pandemi menerpa.

"Saya tahu, pernah lihat kondisinya beberapa. Ada yang memang, bahkan mungkin sembako hanya menolong sekitar 5 persen gitu. Mereka mungkin lebih butuh kayak buat bayar uang kos dan lain sebagainya," papar Ayu.

Kondisi perempuan dengan HIV juga sengaja jadi perhatian. Sebab, mereka yang positif HIV terkadang masih mendapatkan stigma dari masyarakat. Beban mereka juga bertambah karena pandemi turut mereka mengalami kesulitan finansial.

Dengan bantuan yang ada, meski mungin bagi orang lain tidak seberapa, tapi diharapkan bermanfaat bagi mereka. Setidaknya, bantuan ini juga jadi pesan cinta bahwa perempuan dengan HIV tak sendirian. Masih ada orang yang memberi perhatian pada mereka.

Terakhir, mereka yang menjalani isoman jadi sasaran karena mayoritas mengalami kesulitan. Ketika mereka tak bisa keluar rumah, segala kebutuhan harian tetap harus dipenuhi. Sehingga, bantuan yang diberikan diharapkan membuat mereka bisa bertahan di rumah tanpa harus belanja keluar.

Pemberian bantuan sendiri dilakukan bertahap beberapa hari terakhir ini. Ada yang datang langsung ke Kozi Coffee Veteran dan disebar rekan-rekannya ke penerima secara langsung.


Foto: Oris Riswan/Beritabaik.id

Bandung -

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler